Rapor 5 Wakil LaLiga Spanyol pada Liga Champions 2025/2026

Liga Champions Eropa 2025/2026 menjadi mimpi buruk bagi seluruh wakil LaLiga Spanyol. Pasalnya, tidak satu pun perwakilan LaLiga yang berhasil lolos ke babak final. Atletico Madrid menjadi wakil Spanyol terakhir yang harus angkat koper pada babak semifinal. Kepulangan Los Rojiblancos ini sekaligus memastikan tidak akan ada wakil LaLiga pada final UCL 2025/2026.
LaLiga sendiri tercatat mengirimkan lima wakil pada UCL 2025/2026, yakni Atletico Madrid, Barcelona, Real Madrid, Atletico Bilbao, dan Villareal. Kelima tim tersebut berhak tampil di panggung Eropa setelah berhasil menduduki posisi lima besar di klasemen akhir LaLiga 2024/2025.
Mari simak ulasan lengkap mengenai perjalanan para wakil Spanyol di Liga Champions 2025/2026.
1. Villareal menjadi wakil Spanyol terburuk pada Liga Champions (UCL) 2025/2026
Villareal resmi tercatat sebagai wakil LaLiga Spanyol terburuk pada gelaran UCL 2025/2026. Klub berjuluk Yellow Submarine ini hanya mampu meraih 1 poin dari 8 pertandingan, hasil dari 1 kali imbang dan 7 laga lainnya berakhir kekalahan. Hasil ini membuat Tim asuhan Marcelino García Toral ini tidak lolos ke fase gugur dan gagal mengulangi kesuksesan mereka pada 2021/2022 yang melaju hingga semifinal.
Satu-satunya poin yang berhasil mereka raih terjadi pada laga kandang melawan Juventus (2/10/2025). Pada pertandingan lainnya, Villareal selalu berakhir dengan kekalahan termasuk saat melawat ke kandang Tottenham Hotspur dan Bayer Leverkusen. Raihan satu poin tersebut membuat Yellow Submarine finis di urutan dua terbawah pada fase liga UCL 2025/2026.
2. Atletico Bilbao hanya mampu finis di posisi ke-29 pada fase liga UCL 2025/2026
Villareal tidak sendiri, Atletico Bilbao yang merupakan peringkat empat LaLiga 2024/2025 juga mengalami nasib serupa. Los Leones gagal lolos dari fase grup Liga Champions 2025/2026 setelah hanya menempati peringkat ke-29, lima posisi di bawah zona aman. Langkah mereka untuk melaju lebih jauh di kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut harus sirna setelah hanya mengumpulkan delapan poin.
Dilihat di atas kertas padahal kualitas skuad yang dimiliki Bilbao tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka memiliki Unai Simón sebagai kiper, Aymeric Laporte di barisan pertahanan, serta Nico Williams dan Iñaki Williams yang bertugas sebagai pencetak gol. Sayangnya, kehadiran mereka masih tidak cukup membantu Los Leones lolos dari fase liga. Bilbao hanya mampu mencatatkan 2 kemenangan, 2 imbang, dan 4 kekalahan.
3. Real Madrid dipulangkan Bayern Munchen pada babak perempat final
Perjalanan sang runner-up LaLiga 2024/2025, Real Madrid, pada UCL 2025/2026 harus terhenti di babak perempat final. Los Blancos gagal melaju lebih jauh setelah menelan kekalahan agregat 4-6 dari wakil Jerman, Bayern Munchen. Kekalahan ini memupus harapan Real Madrid untuk merengkuh gelar juara UCL yang ke-16.
Real Madrid sebenarnya mengawali kiprah di UCL musim ini tidak cukup bagus. Mereka gagal lolos otomatis ke babak gugur setelah hanya finis di posisi ke-9 klasemen akhir fase liga. Dalam delapan pertandingan, tim asuhan Álvaro Arbeloa ini mengumpulkan 15 poin melalui 5 kemenangan dan 3 kekalahan.
Pada babak playoff, Los Blancos tidak kesulitan untuk melewati hadangan wakil Portugal Benfica. Begitu pula pada babak 16 besar, Real Madrid berhasil mencukur habis Manchester City dengan skor agregat 5-1. Sayangnya, pada perempat final, mereka harus gugur dihadapan Bayern Munchen. Kylian Mbappe dan kolega takluk dalam dua leg sehingga skor aggregat menunjukkan 6-4 untuk kemenangan Bayern Muenchen.
4. Barcelona tumbang di tangan Atletico Madrid pada babak perempat final
Pupus sudah mimpi Barcelona untuk meraih gelar juara Liga Champions keenam mereka. Langkah tim asuhan Hansi Flick terhenti di babak perempat final setelah kalah dramatis dari Atletico Madrid dengan agregat 2-3 dalam dua leg. Kemenangan 2-1 di Estadio Metropolitano, kandang Atletico Madrid, pada leg kedua masih tidak cukup untuk menyelamatkan Blaugrana ke semifinal.
Sebelum dikalahkan Atletico Madrid, perjalanan Barcelona padahal yang paling mulus di UCL dibanding klub Spanyol lain. Mereka bahkan lolos langsung ke babak gugur dari fase liga tanpa melewati playoff. Blaugrana berhasil finis di urutan ke-5 pada fase liga dengan torehan 16 poin dari delapan pertandingan.
Bertemu Newcastle United pada babak 16 besar bukan hal yang sulit bagi Barcelona pada UCL 2025/2026. Kemenangan agregat besar 8-3 cukup bagi Blaugrana untuk memulangkan wakil Inggris tersebut dari Liga Champions 2025/2026. Namun, perjalanan mereka harus berakhir di tangan sesama klub Spanyol, Atletico Madrid.
Kemenangan 2-1 di kandang Atletico Madrid tidak cukup bagi Barcelona untuk melaju lebih jauh di UCL 2025/2026. Pasalnya pada leg pertama yang berlangsung di Camp Nou, Lamine Yamal dan kolega pulang tertunduk lesu di hadapan pendukung sendiri setelah kalah 0-2. Kekalahan aggregat 2-3 membuat Atletico Madrid yang berhak mewakili Spanyol pada babak semifinal.
5. Atletico Madrid gagal melaju ke babak final setelah kandas di tangan Arsenal
Atletico Madrid menjadi klub Spanyol terakhir yang mengakhiri kiprahnya di Liga Champions 2025/2026. Kekalahan 0-1 di Emirates Stadium (6/5/2026) menggagalkan langkah Los Rojiblancos menuju ke final. Hasil tersebut memastikan Atletico Madrid menyerah dengan agregat 1-2 dari wakil Inggris, Arsenal, pada babak semifinal.
Berbeda dari Barcelona yang mulus, perjalanan Atletico Madrid lebih terlihat tidak konsisten. Mereka harus melewati babak playoff terlebih dulu sebelum lolos ke 16 besar dari fase liga. Pada babak playoff, mereka bertemu wakil Belgia, Club Brugge. Los Rojiblancos bahkan ditahan imbang 3-3 pada leg pertama sebelum menang besar 4-1 dihadapan pendukungnya sendiri pada leg kedua.
Pada babak 16 besar, Atletico Madrid terlihat tidak begitu kesulitan untuk melewati hadangan Tottenham Hotspur. Los Rojiblancos menang agregat 7-5 atas wakil Inggris tersebut pada 16 besar. Julián Alvarez menjadi bintang pada laga tersebut dengan mencetak tiga gol dalam dua pertandingan. Kemenangan tersebut mengantarkan Atletico Madrid menantang Barcelona pada perempat final.
Namun, Los Rojiblancos secara mengejutkan berhasil menyingkirkan Barcelona. Atletico Madrid bahkan mempermalukan Barcelona di hadapan pendukungnya sendiri dengan kemenangan 2-0 pada leg pertama. Meski kalah 1-2 pada leg kedua, mereka tetap menang secara dramatis dengan aggregat tipis 3-2 atas Blaugrana.
Kemenangan dari Barcelona membawa Atletico Madrid melangkah ke semifinal untuk menghadapi Arsenal. Los Rojiblancos dan The Gunners sebenarnya cukup seimbang secara kualitas permainan. Kedua tim bahkan bermain imbang 1-1 pada leg pertama. Sayangnya, gol semata wayang Bukayo Saka pada leg kedua memupuskan jalan Atletico Madrid untuk berada di final UCL 2025/2026.
UCL 2025/2026 bukanlah musim yang baik bagi sepak bola Spanyol. Kelima wakil LaLiga yang dikirimkan semuanya telah gugur dan tidak ada satupun yang sampai babak final. Atletico Madrid menjadi wakil terbaik dengan torehan sampai ke babak semifinal.


















