Ancaman lainnya, Maroko bisa saja kehilangan pemain muda andalannya, Zakaria El Ouahdi. Sebab, El Ouahdi belum mendapatkan visa untuk masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Dilansir Marocco World News, penolakan visa Ouahdi diduga kuat karena kecurigaan rasisme terhadap latar belakang keluarga dan penampilan fisik sang pemain. Sumber internal membocorkan, kendala visa El Ouahdi sama sekali tidak berkaitan dengan urusan dokumen keolahragaan.
Sumber mengatakan, penolakan tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh penampilan fisik sang ayah yang memiliki janggut lebat, sehingga memicu kecurigaan berlebih dari otoritas AS. Kecurigaan berbasis penampilan fisik dan latar belakang agama ini tergolong diskriminatif bagi pemain dari negara mayoritas muslim.
"Janggutnya, mungkin memunculkan pertanyaan selama proses pengajuan visa. Situasinya kini sedang ditangani melalui kedutaan di Casablanca setelah sebelumnya mengalami kesulitan proses visa di Belgia tempat El Ouahdi berkarier," kata sumber internal yang enggan disebutkan namanya.