Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Amerika Serikat Diduga Tolak Visa Pemain Maroko Gegara Jenggot

Amerika Serikat Diduga Tolak Visa Pemain Maroko Gegara Jenggot
ilustrasi bendera Maroko (pixabay.com/Pete Linforth)
Intinya Sih
  • Pemain muda Maroko, Zakaria El Ouahdi, dua kali ditolak visanya oleh Amerika Serikat jelang Piala Dunia 2026, diduga karena faktor rasisme dan penampilan fisik.
  • Penolakan visa disebut dipengaruhi janggut lebat ayah El Ouahdi yang memicu kecurigaan otoritas AS, meski dokumen keolahragaan sang pemain dinyatakan lengkap.
  • Kasus serupa juga dialami kiper dan jurnalis Maroko yang menghadapi kesulitan visa tanpa alasan jelas, memperlihatkan pola diskriminasi terhadap warga negara mayoritas muslim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Semua peserta Piala Dunia 2026 sedang memanaskan mesin dalam rangkaian uji coba internasional terakhirnya. Namun, banyak pula yang dihantui kekhawatiran dalam persiapan tersebut.

Kekhawatiran itu menyoal sulitnya permohonan visa, khususnya bagi tim yang akan bermarkas dan bertanding di Amerika Serikat. Maroko menjadi salah satu negara yang terkena dampaknya.

1. Sudah dua kali permohonan visanya ditolak

Masalah visa itu membuat Maroko terancam tak diperkuat andalan mudanya, Zakaria El Ouahdi, di Piala Dunia 2026. Marocco World News melansir, sudah dua kali permohonan visanya ditolak otoritas AS.

Mirisnya, penolakan tersebut diduga kuat karena kecurigaan rasisme terhadap latar belakang keluarga dan penampilan fisik sang pemain. Sumber internal membocorkan, kendala visa El Ouahdi sama sekali tidak berkaitan dengan urusan dokumen keolahragaan.

2. Diduga juga dipengaruhi jenggot sang ayah

Sumber mengatakan, penolakan tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh penampilan fisik sang ayah yang memiliki janggut lebat, sehingga memicu kecurigaan berlebih dari otoritas AS. Kecurigaan berbasis penampilan fisik dan latar belakang agama ini tergolong diskriminatif bagi pemain dari negara mayoritas muslim.

"Janggutnya, mungkin memunculkan pertanyaan selama proses pengajuan visa. Situasinya kini sedang ditangani melalui kedutaan di Casablanca setelah sebelumnya mengalami kesulitan proses visa di Belgia tempat El Ouahdi berkarier," kata sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Hingga saat ini, bintang KRC Genk itu masih bergabung dengan skuad Singa Atlas dalam rangkaian uji coba terakhirnya. Ia juga tampil saat Maroko menahan Norwegia 1-1, dini hari WIB tadi.

Namun, jika masalah visa tak kunjung rampung, posisi El Ouahdi terancam dicoret. Ali Maamar dilaporkan sebagai opsi pengganti bagi pelatih Mohamed Ouahbi.

3. Pola kecurigaan berlebih merembet ke jurnalis dan pemain lain

Kasus diskriminasi yang menimpa El Ouahdi rupanya bukan satu-satunya. Sumber yang sama mengklaim kalau salah satu kiper Maroko juga harus menghadapi rintangan birokrasi serupa, tanpa alasan yang masuk akal.

Bahkan, seorang jurnalis media pemerintah Maroko juga dipersulit untuk mendapatkan visa peliputan ke Amerika Serikat. Otoritas imigrasi mempermasalahkan dan menginterogasi riwayat perjalanan sang jurnalis yang pernah mengunjungi Turki (untuk liburan) dan Mesir (untuk liputan sepak bola).

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More