Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pemain Afrika Termahal yang Digaet Brentford per 4 Agustus 2026

3 Pemain Afrika Termahal yang Digaet Brentford per 4 Agustus 2026
ilustrasi bola sepak (pexels.com/Soumyojit Sinha)
Intinya Sih
  • Mamadou Sangare menjadi pemain Afrika termahal Brentford setelah direkrut dari RC Lens seharga 48 juta euro pada musim panas 2026, sekaligus memecahkan rekor transfer klub.
  • Dango Ouattara didatangkan dari Bournemouth senilai 42,8 juta euro pada 2025 dan mencatatkan 7 gol serta 8 assist dalam 37 laga di semua kompetisi.
  • Yoane Wissa bergabung dari FC Lorient seharga 10 juta euro pada 2021, mencetak 49 gol dan 13 assist dalam 149 laga sebelum pindah ke Newcastle United pada 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Demi mendongkrak kualitas lini tengah, Mamadou Sangare didatangkan Brentford dari RC Lens dengan mahar 48 juta euro (sekitar Rp995,3 miliar) pada musim panas 2026. Nominal itu langsung membuatnya tercatat menjadi pemain Afrika termahal sepanjang sejarah klub London Barat tersebut. Termasuk Gelandang kelahiran Bamako ini, The Bees pernah menggaet sebanyak tiga pemain asal Afrika dengan biaya mahal per 4 Agustus 2026.

1. Mamadou Sangare (Mali) memecahkan rekor transfer setelah direkrut seharga 48 juta euro dari RC Lens

Brentford mengeluarkan dana fantastis 48 juta euro (sekitar Rp995,3 miliar) demi merekrut Mamadou Sangare dari RC Lens pada musim panas 2026. Ini ternyata memecahkan rekor transfer sepanjang masa The Bees. Pemain berkebangsaan Mali ini dianggap mempunyai potensi besar sehingga diikat kontrak panjang 5 tahun yang berlaku sampai 2031 dengan opsi perpanjangan 1 tahun. Ini menjadi pengalaman pertamanya merasakan persaingan sepak bola Inggris. Kehadirannya diproyeksikan untuk memperdalam rotasi gelandang tengah.

Sebelumnya, Sangare didapatkan RC Lens dari Rapid Vienna pada musim panas 2025. Dia cepat adaptasi sehingga sering diturunkan sejak menit awal sebagai gelandang tengah. Kehadirannya dibutuhkan guna memperlancar progresi bola karena dibekali ketenangan serta rajin bergerak menawarkan opsi umpan bagi rekan. Saat Les Sang et Or kehilangan penguasaan bola, ia agresif dalam melakukan pressing dan mampu mengantisipasi jalur umpan lawan berkat keterampilan membaca permainan yang mumpuni. Pemain yang kini berusia 24 tahun ini menorehkan 3 gol dan 4 assist dari total 33 pertandingan (2.642 menit) di berbagai ajang.

2. Dango Ouattara (Burkina Faso) didapatkan dari Bournemouth dengan biaya 42,8 juta euro

Dango Ouattara sering memperoleh kesempatan menghiasi starter Brentford pada English Premier League (EPL) 2025/2026. Selain penyerang sayap kanan, pemain yang kini berusia pernah digeser ke penyerang sayap kiri dan penyerang tengah. Dirinya mengombinasikan kecepatan dan kemampuan dribel demi membantu transisi dari bertahan ke menyerang. Ia rajin turun untuk terlibat membangun serangan dan membuka ruang di lini pertahanan lawan.

Ouattara sendiri ikut menekan pergerakan lawan ketika Brentford kehilangan penguasaan bola. Pemain kelahiran Ouagadougou tersebut diturunkan dalam 32 pertandingan dengan mengumpulkan 7 gol dan 8 assist. Di berbagai kompeitisi, dirinya menciptakan 7 gol dan 8 assist dari 37 pertandingan bersama The Bees.

Dengan biaya 42,8 juta euro (sekitar Rp885,2 miliar), Brentford berhasil memperoleh tanda tangan Ouattara dari Bournemouth pada musim panas 2025. Pemain asal Burkina Faso ini dianggap memiliki prospek cerah sehingga disodori kontrak jangka panjang 5 tahun yang berlaku sampai 2030 dengan opsi perpanjangan 1 tahun. Kehadirannya ketika itu untuk menggantikan peran Bryan Mbeumo yang memilih berlabuh ke Manchester United.

3. Yoane Wissa (Republik Demokratik Kongo) bergabung dengan mahar 10 juta euro dari FC Lorient

Berkat rekam jejak selama membela FC Lorient, Yoane Wissa memikat perhatian Brentford sehingga diboyong pada musim panas 2021. Pemain berkebangsaan Republik Demokratik Kongo ini bergabung dengan mahar 10 juta euro (sekitar Rp207 miliar). The Bees ternyata menjadi pelabuhan pertamanya di Inggris. Kehadirannya ketika itu membawa harapan karena bisa menjalankan beberapa posisi area depan dan tengah.

Selain penyerang tengah, Wissa sendiri pernah beroperasi sebagai penyerang sayap atau gelandang serang Brentford. Ia mengancam jantung pertahanan lawan lantaran memiliki kecepatan dan naluri mencetak gol. Dirinya juga aktif bergerak untuk menarik bek lawan agar keluar dari posisi sehingga tercipta celah untuk dieksploitasi. Saat fase bertahan, dia membantu melakukan pressing.

Wissa perlahan tumbuh menjadi salah satu figur penting dalam skema permainan. Dirinya tercatat menorehkan 49 gol dan 13 assist dari total 149 pertandingan di berbagai kompetisi bersama Brentford. Setelah kurang lebih membela The Bees selama 4 tahun, pemain yang kini berusia 29 tahun ini melanjutkan karier bersama Newcastle United pada musim panas 2025.

Ketiga pemain asal Afrika di atas digaet dengan biaya mahal oleh Brentford. Sangare diplot untuk meningkatkan kualitas sektor tengah. Ouattara memiliki fleksibilitas posisi sebagai penyerang The Bees. Sementara, Wissa sedang mengembangkan karier bersama Newcastle United.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More