Raphael Onyedika resmi berpisah dengan Club Brugge pada 2 Agustus 2026. Ia memilih untuk melanjutkan karier bersama Eintracht Frankfurt. Ini menjadikannya pemain kelima yang dijual Club Brugge pada musim panas 2026. Rangkaian transfer ini sangat menarik karena para pemain tersebut dilepas ke klub-klub berbeda. Selain itu, sebagian besar dari mereka juga masih berusia muda.
5 Penjualan Club Brugge pada Musim Panas 2026 per 4 Agustus

- Club Brugge menjual lima pemain pada musim panas 2026, dengan Raphael Onyedika menjadi nama terbaru setelah resmi pindah ke Eintracht Frankfurt pada 2 Agustus.
- Christos Tzolis menjadi penjualan termahal senilai Rp695 miliar ke Arsenal, sementara Inter Milan membeli kembali Aleksandar Stankovic seharga Rp399 miliar.
- Zaid Romero bergabung permanen dengan Getafe, Shandre Campbell ke KV Kortrijk, dan Onyedika direkrut Frankfurt senilai Rp156 miliar hingga 2031.
1. Aleksandar Stankovic menerima tawaran untuk kembali ke Inter Milan
Aleksandar Stankovic adalah pemain pertama yang dijual Club Brugge pada musim panas 2026. Itu terjadi setelah Inter Milan memutuskan untuk membelinya seharga Rp399 miliar. Ini menjadi momen kepulangan ke Giuseppe Meazza setelah sempat berpisah sejak 24 Juli 2025.
Keputusan untuk membawa pulang pemain berpaspor Serbia itu tidak terlepas dari performa positif selama di Club Brugge. Ia tampil apik dengan dapat mencetak 9 gol dan 4 asis dari 55 pertandingan. Bahkan, ia berhasil membantu menjuarai Jupiler Pro League Belgia 2025/2026.
2. Zaid Romero memutuskan untuk tinggal lebih lama bersama Getafe
Zaid Romero memilih bertahan lebih lama di Getafe. Ia ditebus dengan banderol yang sangat murah, yakni hanya Rp86 miliar. Sebelumnya, ia sudah pernah dipinjamkan Club Brugge kepada klub yang berasal dari Spanyol tersebut pada paruh kedua musim 2025/2026 kemarin.
Hebatnya, ia mampu memperlihatkan penampilan yang baik, meskipun baru pertama kalinya menjajal LaLiga Spanyol. Ini terlihat dari kepercayaan penuh untuk menjadi bek kiri dan selalu bermain selama 90 menit. Ia membuktikan bahwa dirinya tidak perlu waktu lama beradaptasi.
3. Shandre Campbell masih akan bermain di Jupiler Pro League
Shandre Campbell menyeberang ke sesama klub Jupiler Pro League, KV Kortrijk, pada 20 Juli 2026. Club Brugge sepakat menjualnya di angka Rp26 miliar. Ini mengakhiri kiprahnya sebagai bagian dari publik Jan Breydelstadion yang mengawali karier bersama tim akademi pada 2024.
Langkah berani ini harus diambil demi mendapatkan banyak menit bermain. Ini tidak terlepas dari kontribusinya yang masih sangat minim karena kalah bersaing dengan pemain lain di Club Brugge. Padahal, ia memiliki potensi yang dapat dikembangkan, apalagi usianya baru 21 tahun.
4. Christos Tzolis melanjutkan petualangan di Inggris bersama The Gunners
Christos Tzolis berlabuh di Emirates Stadium pada 23 Juli 2026. Arsenal harus merogoh kocek hingga Rp695 miliar untuk dapat membajaknya dari Club Brugge. Nominal ini sangat fantastis dan masih menjadikannya pemain termahal yang dijual Blauw-Zwart pada musim panas 2026.
Namun, biaya ini wajar apabila melihat penampilannya selama berseragam Club Brugge. Christos Tzolis merupakan pemain yang mempunyai ketajaman di lini depan. Ia konsisten menjadi pemain utama dan telah membuktikan kualitasnya dengan dapat menorehkan 43 gol dan 45 asis.
5. Raphael Onyedika menjadi alternatif baru lini tengah Eintracht Frankfurt
Raphael Onyedika bergabung ke Eintracht Frankfurt pada musim panas 2026. Ia direkrut dari Club Brugge dengan mahar Rp156 miliar dan setuju menjalin kerja sama hingga 2031. Ini bakal menjadi tantangan baginya karena sebelumnya belum pernah berkarier di persepakbolaan Jerman.
Raphael Onyedika didatangkan untuk memperkuat lini tengah Eintracht Frankfurt. Namun, ia tidak sendirian, sebab ada Noel Aseko yang juga diboyong pada musim panas 2026. Ini bakal mengharuskannya bersaing untuk dapat menjadi pemain reguler di dalam skuad pada musim debutnya.
Club Brugge menghasilkan pendapatan dari penjualan lima pemain pada musim panas 2026. Ini menambah tebal kantong mereka. Namun, di sisi lain, kepergian para pemain itu juga meninggalkan lubang dan bukan tidak mungkin dapat melemahkan tim hingga menyulitkan usaha mempertahankan status juara bertahan Jupiler Pro League.



















