Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bola sepak (pexels.com/Stephen Andrews)
  • Juventus diperkuat enam pemain Amerika Selatan pada 2026/2027: tiga Brasil, dua Kolombia, dan satu Argentina, yang mengisi lini kiper hingga penyerang.
  • Bremer dan rekrutan baru Jhon Lucumi menjadi duet bek tengah utama, sementara Douglas Luiz kian dipercaya di lini tengah dengan 1 gol dan 1 assist Serie A.
  • Nico Gonzalez mencetak kontribusi di Serie A dan Liga Europa, tetapi cedera betis; Juan Cabal berperan sebagai pelapis, sedangkan Neto belum bermain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menghadapi kompetisi 2026/2027, Juventus tercatat diperkuat enam pemain asal Amerika Selatan. Mereka merupakan warga negara Brasil, Kolombia, dan Argentina yang beroperasi di berbagai sektor permainan La Vecchia Signora sebagaimana dalam data Transfermarkt per 3 November 2026 pukul 07.00 WIB. Bahkan, ada yang baru bergabung setelah berstatus tanpa klub.

1. Douglas Luiz (Brasil) menjelma menjadi sosok penting di sektor tengah

Douglas Luiz membela Juventus lagi setelah menyelesaikan masa peminjaman bersama Aston Villa pada musim panas 2026. Luciano Spalletti mulai memercayakannya sehingga sering diturunkan sejak menit awal sebagai gelandang bertahan atau gelandang tengah. Pemain yang kini berusia 28 tahun tersebut dapat membantu menjaga tempo permainan karena nyaman menguasai bola. Kehadirannya juga memperlancar progresi bola berkat kreativitas serta visi bermain. Ketika fase bertahan, dia memiliki kemampuan membaca permainan untuk mengantisipasi jalur umpan dan terlibat dalam pressing. Dirinya telah membukukan 1 gol dan 1 assist dari 10 pertandingan (826 menit) hingga pekan kesepuluh Serie A Italia 2026/2027. Selain itu, Luiz sendiri merumput tiga kali di Liga Europa.

2. Jhon Lucumi (Kolombia) langsung mengamankan peran bek tengah utama

Demi memperkokoh benteng pertahanan, Juventus memboyong Jhon Lucumi dari Bologna pada musim panas 2026. Pemain kelahiran Santiago de Cali ini langsung mengamankan peran sebagai bek tengah utama. Dirinya berguna memotong jalur umpan lawan berkat kemampuan membaca permainan dan dapat melakukan duel fisik demi mengamankan area. Selain itu, kehadirannya membantu membangun serangan dari sektor belakang La Vecchia Signora. Lucumi sendiri telah mengumpulkan 732 menit dari 9 pertandingan hingga pekan kesepuluh Serie A 2026/2027. Dia juga berhasil menyumbang 1 assist dari 3 pertandingan di Liga Europa.

3. Nico Gonzalez (Argentina) bisa menempati beberapa posisi di sektor depan dan tengah

Setelah merampungkan peminjaman di Atletico Madrid, Nico Gonzalez kembali membela Juventus pada musim panas 2026. Dia menunjukkan fleksibilitas posisi dengan menempati penyerang sayap, gelandang serang, atau gelandang kanan. Pemain kelahiran Belen de Escobar ini memanfaatkan kecepatan, kelincahan, dan keterampilan untuk menciptakan peluang. Namun, penampilannya sedang terganggu cedera betis yang diperkirakan absen sampai pertengahan November 2026. Dirinya telah menghasilkan 1 gol dari 6 pertandingan (355 menit) hingga pekan kesepuluh Serie A 2026/2027. Gonzalez juga mencatatkan 1 gol dan 1 assist dari 3 pertandingan di Liga Europa.

4. Juan Cabal (Kolombia) menjalankan tugas sebagai pelapis Zeki Celik

Pada awal Serie A 2026/2027, Juan Cabal menjalankan tugas sebagai pelapis Zeki Celik dalam menempati posisi bek kiri atau gelandang kiri Juventus. Selain itu, sumbangsihnya sempat terkendala cedera paha. Meski minim kesempatan, kehadirannya dibutuhkan demi memperkaya rotasi karena mempunyai kecepatan dan stamina untuk naik turun menyisir sisi kiri permainan. Kehadirannya juga bisa menawarkan opsi umpan sekaligus membuka ruang guna memperlancar progresi bola serta membantu melakukan pressing saat fase bertahan. Luciano Spalletti baru memainkan Cabal dalam tiga pertandingan (135 menit) hingga pekan kesepuluh.

5. Neto (Brasil) diplot sebagai pelapis Guglielmo Vicario di posisi kiper

Setelah berstatus tanpa klub selama beberapa bulan, Neto menerima pinangan Juventus pada musim panas 2026. Kehadirannya adalah langkah darurat setelah Kamil Grabara mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang diperuntukkan memperdalam kekuatan kiper. Namun, dirinya belum mendapat kesempatan merumput hingga pekan kesepuluh Serie A 2026/2027 bersama La Vecchia Signora. Sebab, pemain yang kini berusia 37 tahun ini diplot sebagai pelapis dari Guglielmo Vicario.

6. Bremer (Brasil) menjadi duet Jhon Lucumi di posisi bek tengah utama

Menjalani musim kelima di Juventus, Bremer masih mengemban tugas penting sebagai bek tengah utama yang berduet dengan Jhon Lucumi pada awal Serie A 2026/2027. Sebab, pemain asal Itapitanga ini diperlukan untuk mengantisipasi jalur umpan lawan serta tidak ragu melakukan duel fisik demi mengamankan area. Dirinya juga membantu memulai serangan dari lini belakang dan mempunyai kecepatan guna menghadapi serangan balik lawan. Ini membuat Luciano Spalletti selalu memainkannya dalam 10 pertandingan (900 menit) dengan mencatatkan 2 gol hingga pekan kesepuluh. Selain itu, Bremer sendiri mengumpulkan 140 menit bermain dari 3 pertandingan di Liga Europa.

Keenam pemain Amerika Selatan di atas memperkuat Juventus pada 2026/2027. Bremer dan Jhon Lucumi berduet untuk memperkokoh bek tengah. Douglas Luiz mulai menjadi sosok penting lini tengah karena bisa diplot sebagai gelandang bertahan atau gelandang tengah. Nico Gonzalez sedang cedera yang diperkirakan beristirahat sampai pertengahan November 2026. Juan Cabal menempati peran pelapis di posisi bek kiri atau gelandang kiri. Sementara, Neto belum merumput hingga pekan kesepuluh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article