GP Meksiko 1965, Richie Ginther dan Kemenangan Pertama Honda di F1

- Honda debut sebagai konstruktor pada 1964 dengan mesin dan sasis sendiri, tetapi awal musim 1965 sulit hingga tim merombak RA272 dan melewatkan GP Jerman.
- Kembalinya Team Principal Yoshio Nakamura serta tes mandiri di ketinggian Meksiko meningkatkan optimisme Honda menjelang seri penutup musim 1965.
- Richie Ginther memimpin sejak start dan menang GP Meksiko 1965, menjadi kemenangan perdana Honda di F1; Ronnie Bucknum finis kelima dan meraih poin pertamanya.
Honda merupakan salah satu produsen mesin terbaik dalam sejarah Formula 1. Mesin buatan Honda telah meraih 6 gelar juara dunia konstruktor dan 6 gelar juara dunia pembalap. Honda juga telah meraup 89 kemenangan dan 223 podium.
Selain sebagai pemasok mesin, Honda juga pernah turun sebagai konstruktor. Namun, prestasi mereka tak terlalu istimewa. Honda hanya meraup tiga kemenangan di Formula 1.
Menariknya, kemenangan pertama Honda datang cukup cepat setelah debut pada 1964. Kemenangan tersebut dipersembahkan Richie Ginther di GP Meksiko 1965. Bagaimana Ginther meraih kemenangan bersama Honda?
1. Honda pertama kali masuk ke Formula 1 pada 1964
Honda pertama kali masuk ke Formula 1 pada 1964. Hebatnya, Honda turun dengan menggunakan mesin (RA271E) dan sasis (RA271) buatan sendiri. Saat itu, hanya Ferrari dan BRM yang mampu melakukan hal tersebut.
Honda memilih pembalap asal Amerika Serikat, Ronnie Bucknum, yang berstatus debutan untuk mengisi satu tempat di balik kemudi. Honda musim itu hanya mengikuti tiga seri, GP Jerman, GP Italia, dan GP Amerika Serikat. Bucknum finis ke-13 di GP Jerman serta gagal finis di dua balapan lainnya.
2. Awal musim yang tak mulus dan perombakan besar-besaran pada 1965
Honda mengontrak pembalap Amerika Serikat lainnya, Richie Ginther, pada 1965 untuk menemani Ronnie Bucknum. Berbeda dengan Bucknum, Ginther merupakan pembalap yang cukup berpengalaman karena pernah membela tim besar seperti Ferrari dan BRM. Ginther bahkan sempat beberapa kali naik podium meski belum pernah merasakan kemenangan.
Awal musim tak berlangsung mulus bagi Honda. Mereka hanya 2 kali menempati posisi keenam pada 6 balapan pertama sementara sisanya gagal finis. Honda bahkan tak mengikuti seri ketujuh di GP Jerman untuk merombak mobil RA272.
Perombakan tersebut tak langsung memberikan hasil positif. Ginther hanya mampu finis ke-14 pada seri kedelapan di GP Italia, sementara Bucknum gagal finis. Hasil lebih baik didapat Ginther pada seri berikutnya di GP Amerika Serikat dengan finis ketujuh, sementara Bucknum finis ke-13.
3. Kembalinya Yoshio Nakamura membuat Honda optimistis menghadapi GP Meksiko 1965
Setelah hasil yang cukup mengecewakan, Honda terlihat lebih optimistis dalam menghadapi GP Meksiko yang merupakan seri pamungkas. Hal itu karena Yoshio Nakamura kembali sebagai Team Principal setelah sempat hengkang dari tim pada awal musim. Nakamura sebelumnya pernah bekerja sebagai insinyur di perusahaan pesawat terbang bernama Nakajima Aircraft.
Pengalaman Nakamura tersebut membuat Honda memiliki keuntungan karena GP Meksiko berlokasi sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut. Hal itu membuat konfigurasi mesin menjadi sedikit lebih sulit. Honda saat itu juga diizinkan untuk melakukan tes mandiri beberapa hari sebelum pekan balap dimulai.
4. Richie Ginther tampil sempurna di GP Meksiko 1965
Hasil kerja Yoshio Nakamura langsung terlihat pada sesi kualifikasi. Richie Ginther mampu menempati urutan ketiga di belakang Jim Clark dan Dan Gurney. Sementara, Bucknum hanya mampu berada di urutan kesepuluh.
Ginther sukses mengambil alih pimpinan balapan begitu bendera start dikibarkan. Ia bahkan langsung membuat jarak cukup jauh dari para pesaingnya setelah lap pertama. Hanya Gurney yang mampu memberikan perlawanan setelah Clark mengalami masalah mesin pada lap kedelapan.
Ginther berhasil meraih kemenangan dengan selisih 2,8 detik dari Gurney. Posisi ketiga diraih Mike Spence dengan selisih lebih dari 1 menit dari Ginther. Bucknum juga tampil baik dengan finis di urutan kelima sekaligus meraih poin pertamanya di Formula 1.
Itu merupakan kemenangan pertama Honda di Formula 1. Ginther yang sebelumnya delapan kali finis kedua akhirnya merasakan kemenangan. Kemenangan pertama juga didapat Goodyear sebagai pemasok ban bagi Honda.
5. Honda hanya meraih dua kemenangan setelahnya
Kemenangan Ginther tak langsung menjamin kesuksesan bagi Honda sebagai konstruktor. Mereka hanya dua kali meraih kemenangan setelahnya. Kemenangan tersebut diraih John Surtees di GP Italia 1967 dan Jenson Button di GP Hungaria 2006.
Honda justru lebih berprestasi sebagai pemasok mesin. Honda meraih sukses besar bersama Williams dan McLaren pada 1980-an hingga awal 1990-an. Kesuksesan juga diraih bersama Red Bull dengan membawa Max Verstappen menjadi juara dunia pada 2021.
GP Meksiko 1965 menjadi seri yang bersejarah bagi Honda karena berhasil meraih kemenangan pertama di Formula 1. Sayang, setelah itu mereka hanya mampu meraih dua kemenangan lain sebagai kontruktor.






















