Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
​5 Pemain Crystal Palace di UEFA Nations League 2026/2027
ilustrasi stadion sepak bola (unsplash.com/Jonathan Ikemura)
  • Crystal Palace menyumbang lima pemain ke UEFA Nations League 2026/2027: Yeremy Pino, Quinten Timber, Jorgen Strand Larsen, Anan Khalaili, dan Honest Ahanor.
  • Pino, Timber, dan Strand Larsen mendapat peran rotasi bagi Spanyol, Belanda, serta Norwegia; Pino tampil dua kali, Timber dua kali sebagai starter, sementara Larsen empat kali sebagai pengganti.
  • Khalaili menjadi starter Israel dalam tiga laga sebelum cedera hamstring, sedangkan Ahanor masuk skuad Italia tetapi dilepas untuk membantu tim U-21.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

UEFA Nations League 2026/2027 menjadi panggung pembuktian pilar klub-klub English Premier League(EPL), tidak terkecuali Crystal Palace. Skuad berjuluk The Eagles tersebut kebetulan menyumbang lima pemain mereka ke panggung Eropa pada September–Oktober 2026. Performa apik di level klub telah membawa kelimanya masuk skuad utama tim nasional.

1. Yeremy Pino (Spanyol) menjadi opsi motor serangan Timnas Spanyol

Crystal Palace memboyong Yeremy Pino dari klub LaLiga Spanyol, Villarreal, pada bursa transfer musim panas 2025 dengan mahar sekitar 30 juta euro atau lebih dari 602 miliar rupiah. Keputusan tersebut terbukti tepat karena winger berusia 23 tahun itu langsung menjadi pemain andalan di sisi sayap The Eagles. Kontribusi 5 gol dan 5 assist pada 2025/2026 lalu membantu klub bersaing di papan tengah Premier League serta menjuarai UEFA Conference League. Performa konsisten itulah yang membuat Pelatih Luis de la Fuente kembali memanggil sang pemain ke skuad La Furia Roja untuk UEFA Nations League 2026/2027.

Sayangnya, ​Pino tidak mendapatkan menit bermain pada dua laga awal UEFA Nations League. Luis de la Fuente baru memainkan sang pemain sebagai pengganti saat Spanyol menekuk Ceko dengan skor 3-1. Ia juga sempat turun ke lapangan pada pengujung babak dan membantu tim mencuri kemenangan 2-1 di markas Kroasia. Walaupun bukan pilihan utama di sisi sayap, Pino tetap opsi serangan yang dibutuhkan tim juara Piala Dunia tersebut.

2. Quinten Timber (Belanda), sosok jenderal lapangan tengah yang dapat diandalkan

Crystal Palace merekrut Quinten Timber dari klub Ligue 1 Prancis, Olympique Marseille, pada bursa transfer musim panas 2026 untuk memperkuat lini tengah. Gelandang berusia 25 tahun itu langsung beradaptasi dengan cepat berkat pengalamannya selama membela klub-klub besar Eredivisie Belanda. Peran vitalnya di Selhurst Park kemudian membuat Pelatih Xavi Hernandez tidak ragu memanggilnya ke dalam skuad De Oranje untuk UEFA Nations League 2026/2027.

​Xavi menurunkan Timber sebagai starter saat Belanda bermain imbang 1-1 melawan Jerman pada matchday pertama. Ia kembali tampil di jajaran utama saat De Oranje bermain imbang 2-2 melawan Yunani pada matchday ketiga. Sementara itu, pada dua laga lainnya melawan Serbia, sang gelandang harus memulai pertandingan dari bangku cadangan karena Xavi lebih memilih kombinasi Tijjani Reijnders, Joey Veerman, dan Ryan Gravenberch.

3. Jorgen Strand Larsen (Norwegia) menjadi opsi tajam di lini depan Timnas Norwegia

Crystal Palace mendatangkan Jorgen Strand Larsen dari Wolverhampton Wanderers untuk mempertajam lini depan. Penyerang berusia 26 tahun itu menjelma sebagai tumpuan baru The Eagles berkat postur ideal dan kemampuannya dalam menahan bola. Sejauh ini, Strand Larsen telah mencatatkan 8 gol dan 2 assist dari 30 penampilan bersama klub asal London tersebut per 12 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB. Performa konsistennya membuat Pelatih Stale Solbakken tidak ragu memanggilnya memperkuat Norwegia di UEFA Nations League 2026/2027.

Strand Larsen menghuni bangku cadangan saat Norwegia mengalahkan Denmark dengan skor 3-2 pada matchday pertama. Ia kemudian tampil sebagai pemain pengganti dalam tiga pertandingan berikutnya dengan selalu diturunkan pada menit-menit akhir. Meskipun belum mencetak gol, kehadirannya sebagai seorang target man memberikan opsi variasi serangan yang berbeda bagi lini depan Norwegia.

4. Anan Khalaili (Israel), andalan di sektor kanan bagi klub dan negaranya

Crystal Palace merekrut Anan Khalaili dari klub Belgia, Union Saint-Gilloise, pada musim panas 2026 dengan ikatan kontrak hingga Juni 2031. Winger fleksibel yang bisa beroperasi di berbagai posisi sayap itu mendapatkan menit bermain reguler bersama Crystal Palace. Perkembangan impresif tersebut membuat Pelatih Ran Ben Shimon memanggilnya memperkuat Timnas Israel di UEFA Nations League 2026/2027.

Ran Ben Shimon selalu memasang Khalaili sebagai starter dalam tiga laga awal fase grup. Sayangnya, sang pemain mengalami cedera hamstring pada matchday ketiga melawan Kosovo sehingga harus absen menghadapi Republik Irlandia pada matchday keempat. Israel sendiri baru mengumpulkan dua poin dari hasil imbang kontra Kosovo dan Republik Irlandia.

5. Honest Ahanor (Italia), talenta muda yang mampu menembus skuad Italia

Honest Ahanor merupakan talenta muda milik raksasa Premier League, Chelsea, yang dipinjam Crystal Palace selama semusim penuh pada 2026. Bersama klub asal London tersebut, Ahanor menunjukkan lonjakan karier sewaktu dipercaya mengisi posisi bek kiri. Kecepatan melakukan transisi serta ketenangan dalam mengawal pertahanan membuat pemain muda ini menjadi opsi menjanjikan bagi skuad The Eagles. Performa impresif tersebut memikat Pelatih Roberto Mancini untuk memanggilnya ke skuad Italia di UEFA Nations League 2026/2027.

Mancini memasukkan Ahanor dalam daftar susunan pemain saat Gli Azzurri menghadapi Belgia pada matchday pertama. Namun, skuadnya harus takluk dengan skor 0-2. Bek tengah berusia 18 tahun itu kemudian dilepas demi kebutuhan krusial Italia U-21 yang sedang berjuang di Kualifikasi Piala Eropa U-21. Ahanor tampaknya harus bersabar menanti kesempatan melakoni debut kompetitif bersama skuad senior Gli Azzurri sambil mengasah ketangkasannya di kelompok umur.

Kiprah lima penggawa Crystal Palace di UEFA Nations League 2026/2027 membuktikan tingginya kualitas materi pemain mereka. Meskipun mayoritas tidak menjadi pilihan utama, pengalaman berharga di level internasional ini tentu menjadi modal penting saat kembali membela The Eagles di Premier League.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article