Klub-klub besar Eropa turut melepas pemain-pemainya untuk membela negaranya masing-masing di Piala Dunia 2026. Itu termasuk Juventus yang masih memegang status sebagai klub tersukses sepanjang sejarah Serie A Italia. Berikut enam penggawa Bianconeri yang mewakili negaranya di Piala Dunia 2026.
6 Pemain Juventus di Piala Dunia 2026, Termasuk Yildiz

1. Kenan Yildiz menjadi tumpuan di lini serang Turki
Kenan Yildiz menjadi salah satu motor serangan Juventus sepanjang musim 2025/2026. Dari total 47 laga, ia mengemas 11 gol dan 10 assist. Penampilan terbaiknya ialah ketika mencetak gol dan assist dalam kemenangan 4-3 atas Inter Milan di Serie A.
Dengan progres yang begitu apik sebagai pemain muda, Yildiz menjadi salah satu andalan Turki di Piala Dunia 2026. Namun, ia diprediksi tak mampu merumput karena cedera pada laga pertama menghadapi Australia. Sejak debut pada 2023, pemain berusia 21 tahun tersebut telah mengoleksi 28 caps dengan torehan 5 gol.
2. Bremer menjadi opsi bek tengah Brasil
Bremer menjadi salah satu bek tengah yang dipanggil Timnas Brasil. Ia harus bersaing dengan Marquinhos, Gabriel, Leo Pereira, Danilo, dan Roger Ibanez untuk mendapat tempat utama di tim. Dengan usia 29 tahun, ia baru mencatatkan 8 caps dengan kontribusi 1 gol untuk Selecao.
Sepanjang musim 2025/2026, Bremer tak mampu memberikan kontribusi maksimal untuk Juventus. Ia absen selama beberapa pekan pada pertengahan musim karena cedera. Dari 31 laga, pemain kelahiran Itapitanga, Brasil, tersebut menyumbang 4 gol dan 3 assist.
3. Weston McKennie merumput bersama Amerika Serikat
Weston McKennie akan tampil di negaranya sendiri di Piala Dunia 2026. Pemilik 66 caps tersebut dipilih sebagai salah satu penyerang Timnas Amerika Serikat. Ini menjadi Piala Dunia kedua baginya usai membawa negaranya melaju ke babak 16 besar pada 2022.
Pemain berusia 27 tahun tersebut menjadi salah satu opsi penting di lini serang Juventus pada 2025/2026. Ia mengemas 9 gol dan 8 assist di berbagai ajang. Salah satu golnya menghindarkan tim dari kekalahan saat bertemu Lazio di Serie A.
4. Francisco Conceicao berkesempatan membela Portugal
Francisco Conceicao merupakan salah satu pemain muda potensial yang dimiliki Portugal. Sejak debut pada Maret 2024, ia telah mengumpulkan 4 gol dari 17 penampilan. Kualitas yang dimiliki membuatnya dimasukkan ke dalam skuad untuk bersaing di Piala Dunia 2026.
Pemain berusia 23 tahun tersebut memainkan 42 laga untuk Juventus sepanjang musim 2025/2026. Ia berhasil menjebloskan 4 gol dan 5 assist. Salah satu golnya berbuah kemenangan tipis 2-1 atas AS Roma di Serie A.
5. Jonathan David berpeluang menjadi ujung tombak Kanada
Jonathan David melewati musim debut di Juventus dengan performa yang cukup baik pada 2025/2026. Ia mengemas 8 gol dan 5 assist dari 46 laga. Salah satu golnya berbuah kemenangan telak 3-0 atas Napoli.
Dengan pengalaman berkarier di liga top Eropa, pemain berusia 26 tahun tersebut begitu dibutuhkan Kanada untuk bersaing di Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tuan rumah. Sejauh ini, ia telah memberikan kontribusi apik dengan mencetak 39 gol dari 77 caps. Dirinya bahkan telah beberapa kali dipercaya sebagai kapten tim.
6. Teun Koopmeiners membela Belanda di Piala Dunia untuk kedua kalinya
Teun Koopmeiners kembali mendapat kepercayaan untuk mengawal Belanda di Piala Dunia. Pada edisi sebelumnya (2022), ia bermain dalam lima laga saat negaranya terhenti pada perempat final. Pemilik 28 caps itu dituntut memberikan kontribusi yang lebih apik pada edisi kali ini.
Gelandang berusia 28 tahun tersebut masih menjadi salah satu pemain andalan Juventus pada 2025/2026. Ia mengemas 2 gol dan 1 assist dari 45 penampilan. Gol itu hadir saat Bianconeri kalah 2-5 dari Galatasaray di Liga Champions Eropa.
Kehadiran enam pemain Juventus di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa Bianconeri masih memiliki peran penting dalam memasok talenta ke level internasional. Para pemain tersebut datang dengan latar belakang, posisi, dan ekspektasi berbeda untuk membantu negaranya meraih hasil terbaik. Penampilan mereka di turnamen ini juga berpotensi menjadi tolok ukur keberhasilan Juventus dalam membangun kekuatan skuad selama beberapa musim terakhir.