4 Rekrutan Pertama AFC Bournemouth dari Klub Portugal

- Bournemouth mengumumkan Antonio Silva dari Benfica pada 1 Agustus 2026, rekrutan keempat dari klub Portugal. Bek 22 tahun itu dibeli sekitar Rp434 miliar untuk menggantikan Marcos Senesi.
- Evanilson, didatangkan dari FC Porto pada 2024 seharga Rp778,70 miliar, masih menjadi pembelian termahal Bournemouth. Namun, ia baru mencetak 18 gol dalam 72 laga.
- Sebelum dua transfer besar tersebut, Bournemouth merekrut Diogo Andrade dari Belenenses pada 2004 dan meminjam Dani Rodrigues dari Feirense pada 1998, saat klub masih bermain di kasta ketiga.
AFC Bournemouth mengumumkan kedatangan Antonio Silva pada 1 Agustus 2026. The Cherries mendapatkan bek tengah tersebut dari Benfica. Silva merupakan rekrutan keempat Bournemouth dari tim Portugal sejak mereka terbentuk pada 1899.
1. Bournemouth mendapatkan bek muda berpengalaman dalam diri Antonio Silva
AFC Bournemouth dilaporkan mendapatkan Antonio Silva dari Benfica dengan harga sekitar Rp434 miliar. Ini nilai yang terhitung murah bagi bek yang baru berusia 22 tahun, tapi sudah bermain hingga 183 kali di level senior. Silva bahkan telah mengoleksi 20 caps di Timnas Portugal. Pemain setinggi 1,87 meter itu merupakan bagian dari skuad yang bertarung di Piala Dunia 2022 dan Euro 2024.
Silva diproyeksikan sebagai pengganti Marcos Senesi yang hengkang gratis ke Tottenham Hotspur. Selain handal bertahan, ia juga memang cukup cakap dalam menguasai bola. Namun, berbeda dengan Senesi, Silva bukan seorang kidal. Ini berpotensi menggangu skema tim dalam membangun serangan. Per 2 Agustus 2026, Bournemouth masih belum memiliki bek tengah dengan karakteristik seperti itu.
2. Evanilson bergabung dengan Bournemouth dari FC Porto
Evanilson masih tercatat sebagai pembelian termahal dalam sejarah AFC Bournemouth per 2 Agustus 2026. Striker asal Brasil ini ditebus dari FC Porto dengan mahar sebesar Rp778,70 miliar pada musim panas 2024. Saat itu, Evanilson didatangkan untuk menggantikan Dominic Solanke yang dijual kepada Tottenham Hotspur dengan nilai Rp695,27 miliar. Solanke memang begitu krusial pada musim terakhirnya bersama Bournemouth dengan mencetak 21 gol di semua kompetisi.
Sementara itu, Evanilson lebih produktif pada musim pemungkasnya bersama Porto dengan 25 gol. Sayangnya, sejauh ini, ketajaman pilar setinggi 1,83 meter yang lahir pada 6 Oktober 1999 tersebut di Bournemouth terbilang masih tumpul. Ia baru mengantongi 18 gol dari 72 penampilan. Musim 2026/2027 bakal menjadi pembuktian sesungguhnya bagi Evanilson. Ia terancam tersingkir jika kembali gagal menjawab ekspektasi. Apalagi, Bournemouth juga sudah membeli striker baru dalam diri Alvaro Rodriguez.
3. Bournemouth merekrut Diogo Andrade dari Belenenses pada 2004
Sebelum Evanilson, rekrutan terakhir AFC Bournemouth dari klub Portugal adalah Diogo Andrade. Pemain lokal tersebut bergabung dari Belenenses pada musim panas 2004. Saat itu, Andrade yang berposisi sebagai winger baru berusia 18 tahun. Bournemouth mengikatnya dengan kontrak jangka pendek setelah terkesan dengan penampilannya selama masa trial. Bournemouth sendiri tengah berkompetisi di League One alias kasta ketiga di Inggris.
Sayangnya, Andrade gagal menunjukkan kualitasnya pada pertandingan resmi. Pelatih Bournemouth saat itu, Sean O’Driscoll, cuma memainkannya dua kali. Ia tampil sebagai pengganti selama 24 menit ketika menang adu penalti atas Blackburn Rovers di Piala Liga Inggris pada 22 September 2004. Enam hari berselang, Andrade beraksi selama 19 menit saat kalah 2-3 dari Shrewsbury Town di EFL Trophy. Manajemen klub lantas melepasnya secara gratis pada bulan berikutnya.
4. Bournemouth meminjam Dani Rodrigues dari Feirense pada 1998—1999
Rekrutan pertama AFC Bournemouth dari klub Portugal adalah Dani Rodrigues. Pemain berposisi winger setinggi 1,8 meter ini bergabung sebagai pinjaman dari Feirense pada November 1998. Feirense sendiri bertarung di kasta kedua, sedangkan Bournemouth bermain di level ketiga. Rodrigues datang pada usia 18 tahun.
Rodrigues melewati masa trial-nya dengan impresif. Ia bertahan sampai Juni 1999 dengan catatan 7 gol serta 1 asis dari 66 laga. Bournemouth sebetulnya ingin membelinya. Sayangnya, mereka tidak memiliki biaya. Pada akhirnya, Rodrigues bergabung dengan Southampton yang bermain di Premier League. Naas, kariernya hancur akibat cedera.
Empat rekrutan dari tim Portugal di atas sekaligus menggambarkan progres Bournemouth sebagai sebuah klub. Dua pemain pertama datang dengan skema trial karena mereka yang cuma berkompetisi di kasta ketiga. Namun, dua sosok selanjutnya bergabung ketika Bournemouth sudah berstatus kuda hitam di Premier League. Tidak main-main, Evanilson memecahkan rekor transfer dan Antonio Silva berlabel personel Timnas Portugal.

















