Piala Dunia merupakan panggung terakbar di dunia sepak bola. Para pemain pun berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaiknya. Terutama mereka yang berposisi sebagai striker yang memang kerap mendapat sorotan utama. Di antara banyaknya nama, hanya empat sosok berikut yang mampu masuk daftar istimewa. Kuartet tersebut berhasil mencetak gol dua digit dalam edisi yang sama.
4 Pemain Pertama yang Cetak 2 Digit Gol dalam 1 Edisi Piala Dunia

1. Sandor Kocsis mencetak sebelas gol di Piala Dunia 1954
Pemain pertama yang mampu mencetak gol dua digit di Piala Dunia yang sama adalah Sandor Kocsis. Striker Hungaria tersebut mengemas sebelas gol pada edisi 1954 yang menjadi penampilan perdana serta satu-satunya di kompetisi ini. Pria yang lahir pada 23 September 1929 dan meninggal pada 22 Juli 1979 tersebut membuka keran golnya dengan mengemas hattrick ke gawang negara debutan, Korea Selatan. Kontribusinya membantu Hungaria berpesta 9-0. Enam gol lain berasal dari Ferencs Puskas (2), Mihaly Lantos, Zoltan Czibor, Peter Palotas, dan Peter Palotas.
Hungaria kembali menang besar pada pertandingan kedua. Kali ini, mereka membantai Jerman Barat 8-3. Kocsis memborong separuh gol timnya. Ia juga menciptakan assist untuk Jozsef Toth. Tiga gol lain dibuat Puskas dan Nandor Hidegkuti (2). Dengan format saat itu, dua laga sudah cukup membawa Hungaria lolos ke babak gugur. Mereka lantas bertemu Brasil pada perempat final. Hungaria berhasil menaklukkan runner-up pada edisi sebelumnya tersebut 4-2. Kocsis mengukir brace dan dua gol sisa dicetak Hidegkuti serta Lantos.
Pada semifinal, Hungaria kemudian berjumpa Uruguay yang berstatus juara bertahan. Mereka sempat unggul 2-0 lewat Czibor dan Hidegkuti. Namun, Uruguay mampu menyamakan kedudukan hingga pertarungan berlanjut ke babak tambahan. Kocsis lantas menjadi pahlawan dengan menorehkan brace sehingga Hungaria menang 4-2. Kocsis gagal mengantongi gol pada final versus Jerman Barat. Mereka kalah secara mengenaskan dengan skor 2-3 karena sebetulnya sempat unggul 0-2 terlebih dahulu melalui Puskas dan Czibor.
2. Just Fontaine mencetak 13 gol di Piala Dunia 1958
Empat tahun setelah Sandor Kocsis membuat 11 gol di Piala Dunia 1954, Just Fontaine mampu mencetak 2 gol lebih banyak. Penggawa Timnas Prancis yang sebetulnya lahir di Maroko pada 18 Agustus 1933 ini memulainya dengan hattrick ke gawang Paraguay yang menghasilkan kemenangan comeback 7-3. Fontaine juga menciptakan assist untuk tandemnya di lini depan, Raymond Kopa. Tiga gol sisa dibuat Roger Piantoni, Maryan Wisniewski, dan Jean Vincent.
Fontaine kemudian menorehkan brace pada pertandingan kedua melawan Yugoslavia. Sayangnya, mereka kalah 2-3. Sosok yang meninggal pada 1 Maret 2023 tersebut lantas menyumbang sepasang gol dan assist yang membuat Prancis menang 2-1 atas Skotlandia sehingga lolos ke fase gugur. Irlandia Utara menjadi lawan Prancis pada perempat final. Fontaine membuat dua gol yang berujung dengan kemenangan 4-0. Dua gol lain dicetak Wisniewski dan Kopa.
Sayangnya, Prancis gagal menembus final. Mereka kalah 2-5 dari Brasil yang kemudian keluar sebagai juara. Fontaine dan Piantoni mencetak kedua gol tersebut. Fontaine lantas berhasil memaksimalkan laga hiburan melawan Jerman Barat. Ia membukukan quattrick pada pertandingan perebutan tempat ketiga ini. Prancis pun menang telak 6-3. Dua gol lain dibuat Kopa dan Yvon Douis. Seperti halnya Kocsis, Fontaine tidak pernah lagi bermain di Piala Dunia.
3. Gerd Mueller mencetak sepuluh Gol di Piala Dunia 1970
Gerd Mueller mengikuti pencapaian Sandor Kocsis dan Just Fontaine di Piala Dunia 1970. Legenda Jerman tersebut mengantongi sepuluh gol. Mueller mulai mencatatkan namanya di papan skor dengan mencetak satu gol dan memberikan assist untuk Uwe Seeler yang menghasilkan kemenangan comeback 2-1 atas Maroko pada partai pembuka. Jerman yang saat itu masih berstatus Jerman Barat lantas kembali menang comeback pada laga kedua. Mereka mengalahkan Bulgaria 5-2. Mueller menyumbang hattrick dan assist untuk Seeler. Satu gol lain dicetak Stan Libuda.
Mueller menorehkan hattrick keduanya di ajang ini yang membuat negaranya menang 3-1 atas Peru pada pertandingan terakhir fase grup. Setelah itu, Jerman Barat lagi-lagi menang comeback pada perempat final. Mereka mengalahkan Inggris 3-2. Gol Mueller mengunci kemenangan pada babak tambahan setelah Franz Beckenbauer dan Seeler menyamakan kedudukan pada waktu normal. Jerman Barat kemudian bertemu Italia pada semifinal. Gol Karl-Heinz Schnellinger pada menit 90+2 memaksa laga berlanjut ke extra time. Mueller lantas membawa timnya berbalik memimpin 2-1 dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Namun, mereka akhirnya kalah 3-4.
Mueller tidak mencetak gol pada pertandingan perebutan tempat ketiga. Namun, ia menciptakan assist untuk Wolfgang Overath yang membuat Jerman Barat menang 1-0 atas Uruguay. Berbeda dengan Sandor Kocsis dan Just Fontaine, Mueller kembali bermain di Piala Dunia. Ia berhasil membawa negaranya menjadi juara pada 1974. Kala itu, pria yang lahir pada 3 November 1945 ini menyumbang empat gol. Dua tahun sebelumnya, Mueller juga membantu Jerman Barat mengangkat trofi EURO. Sebagai catatan, Mueller total mencetak 68 gol hanya dari 62 caps. Ia meninggal pada 15 Agustus 2021 setelah bertarung melawan Alzheimer selama 6 tahun.
4. Kylian Mbappe mencetak sepuluh gol di Piala Dunia 2026
Setelah Gerd Mueller pada 1970, daftar ini akhirnya bertambah di Piala Dunia 2026. Pelakunya adalah Kylian Mbappe. Kapten Prancis itu resmi mengantongi sepuluh usai menorehkan brace pada pertandingan perebutan tempat ketiga. Sayangnya, mereka kalah 4-6 dari Inggris.
Sebelumnya, Mbappe tiga kali membukukan dwigol. Ia membantu timnya menang 3-1 atas Senegal pada partai perdana, 3-0 atas Irak pada laga kedua, dan 3-0 atas Swedia pada 32 besar. Sementara, dua gol sisanya tercipta ketika membekuk Paraguay 1-0 pada 16 besar dan Maroko 2-0 pada perempat final.
Di Piala Dunia 2026, Mbappe hanya tidak terlibat dalam membuat gol ketika kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal. Pada pertandingan kedua fase grup, ia juga memang absen mencetak gol. Namun, striker setinggi 1,8 meter itu menyumbang dua assist yang menghasilkan kemenangan 4-1 atas Norwegia.
Just Fontaine mampu mencetak gol dua digit di Piala Dunia yang sama hanya berselang satu edisi usai Sandor Kocsis melakukannya untuk pertama kali. Gerd Mueller lantas mengikuti pencapaian mereka dengan jarak yang masih relatif dekat. Setelahnya, ada jeda yang sangat lama sampai akhirnya Kylian Mbappe bisa menorehkan prestasi serupa. Menarik untuk menantikan siapa yang akan menambah daftar ini dan kapan sosok tersebut bakal melakukannya.