Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Remaja yang Bermain di Final Piala Dunia, Yamal dan Cubarsi Terbaru!

5 Remaja yang Bermain di Final Piala Dunia, Yamal dan Cubarsi Terbaru!
Bintang Spanyol, Lamine Yamal, berbincang dengan kapten Argentina, Lionel Messi, di final Piala Dunia 2026 (AFP / Charly Triballeau)
Intinya Sih
  • Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 lewat gol Ferran Torres di menit ke-106, sekaligus merebut gelar kedua mereka dalam sejarah turnamen.
  • Lamine Yamal dan Pau Cubarsi mencuri perhatian sebagai remaja Spanyol yang tampil di final, melanjutkan jejak legenda muda seperti Pele, Bergomi, dan Mbappe.
  • Yamal menjadi remaja pertama yang menjuarai Euro dan Piala Dunia, sementara Cubarsi dinobatkan sebagai pemain muda terbaik berkat ketangguhannya menjaga lini belakang Spanyol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Spanyol sukses keluar sebagai juara Piala Dunia 2026. Pada partai final, Spanyol mengalahkan Argentina yang berstatus juara bertahan dengan skor 1-0. Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan Spanyol berkat gol yang dibuatnya pada menit ke-106. 

Kendati Ferran Torres menjadi bintang, sorotan tertuju kepada dua pemain muda Spanyol. Lamine Yamal dan Pau Cubarsi mencuri panggung sepanjang turnamen. Begitu pun penampilan impresif mereka di partai final. Keduanya masuk daftar elite sebagai remaja yang bermain di final Piala Dunia. Termasuk keduanya, hanya ada lima pemain yang melakukannya.

1. Pele (17 tahun) mengukir berbagai rekor ketika membantu Brasil juara Piala Dunia 1958

Pele menjadi remaja pertama yang tampil di final Piala Dunia. Kiprahnya bersama Brasil pada edisi 1958 dicap sebagai salah satu penampilan pemain muda terbaik dalam sejarah turnamen. Sebelumnya, Pele membuat sejarah sebagai pemain termuda yang hattrick pada usia 17 tahun 244 hari di semifinal kontra Prancis. Rekor tersebut hingga kini masih belum terpecahkan. 

Performa tersebut membuat Pele dipercaya starter di final ketika melawan Swedia. Pele melanjutkan kiprah gemilangnya dengan menyumbang dua gol dalam kemenangan 5-2. Hingga kini, Pele masih memegang rekor sebagai pencetak gol termuda di final Piala Dunia dengan usia 17 tahun 249 hari. Pele berperan krusial dalam keberhasilan Brasil meraih trofi pertama pada 1958. Pele juga masih menjadi pemain termuda yang berhasil juara Piala Dunia hingga saat ini.  

2. Giuseppe Bergomi (18 tahun) berperan penting membawa Italia menjuarai Piala Dunia 1982

Giuseppe Bergomi merupakan tembok kokoh Italia ketika merengkuh titel juara Piala Dunia 1982. Mulanya, ia tidak menjadi andalan pada empat pertandingan awal. Namun, ia menjelma sebagai pemain spartan sejak fase gugur. Ia hanya bermain tiga kali, tetapi performa apiknya di final kontra Jerman Barat berhasil menghadirkan gelar juara ketiga bagi Italia. 

Kala itu, Bergomi berusia 18 tahun 174 hari ketika tampil di final. Ia dipercaya starter untuk melengkapi trio bek tengah bersama Fulvio Collovati dan Gaetano Scirea. Berkat kombinasi ketiga pemain tersebut, Italia mampu memenangkan pertandingan dengan skor 3-1. Kendati mesti kebobolan, Bergomi mencuri panggung dunia berkat performa apiknya di partai final.

3. Kylian Mbappe (19 tahun) tampil sensasional membawa Prancis juara Piala Dunia 2018

Kylian Mbappe mencuri atensi pencinta sepak bola di Piala Dunia 2018. Kala itu, ia dipercaya menghuni skuad Prancis ketika masih 19 tahun. Performa ciamiknya sepanjang turnamen membuatnya tampil di final. Hebatnya, Mbappe membantu Prancis menang 4-2 atas Kroasia. 

Pada partai final, Mbappe turut menyumbang satu gol dalam kemenangan tersebut. Mbappe total membuat empat gol sepanjang Piala Dunia 2018. Berkat penampilan apiknya selama turnamen di Rusia tersebut, Mbappe mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik.

Sejak saat itu, Mbappe menunjukkan konsistensinya sebagai penyerang Prancis. Di Piala Dunia 2022, ia membantu Prancis mencapai final meski akhirnya kalah. Namun, ia berhasil meraih top skor. Begitu pun di Piala Dunia 2026. Meski Prancis hanya sampai empat besar, performa Mbappe sensasional dengan 10 gol dan 4 assist dari 8 laga. Mbappe kini memegang rekor sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan 22 gol hanya dari tiga kali partisipasi.

4. Lamine Yamal (19 tahun) menjadi atensi tersendiri bersama Spanyol di Piala Dunia 2026

Lamine Yamal sudah menjadi sorotan sejak turnamen belum dimulai. Maklum saja, talentanya sebagai pemain muda telah terekspos dalam beberapa musim terakhir di Barcelona. Terlebi lagi, ia juga telah membantu Spanyol menjuarai Euro 2024. Di final Piala Dunia 2026, ia dipercaya tampil sejak menit pertama ketika usianya baru menginjak 19 tahun 6 hari. 

Kendati tidak mencetak gol atau assist pada partai final kontra Argentina, Yamal menjadi nyawa serangan Spanyol. Kegagalannya membuat gol tidak terlepas dari apiknya kiper Argentina, Emiliano Martinez. Meski demikian, ini tidak menihilkan perannya selama final. Spanyol tetap sukses juara berkat kemenangan 1-0 atas Argentina yang berstatus juara bertahan.

Sepanjang turnamen, Yamal memang hanya membuat satu gol. Ini terjadi ketika Spanyol bermain kontra Arab Saudi pada laga kedua fase grup. Namun, performa konsistennya dalam menghadirkan agresivitas permainan membuat Spanyol bisa juara. Yamal pun mencetak rekor sebagai remaja pertama yang berhasil menjuarai Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.

5. Pau Cubarsi (19 tahun) membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026 berkat ketangguhan di barisan belakang

Berbeda dengan Lamine Yamal, Pau Cubarsi beroperasi di lini pertahanan Spanyol. Bek Barcelona ini menjadi tembok kokoh La Roja. Sejak awal turnamen, Cubarsi selalu tampil dengan catatan impresif hanya kebobolan 1 kali dari 8 pertandingan. 

Dengan usia yang masih 19 tahun, Cubarsi tampil tenang layaknya bek dengan jam terbang tinggi bertahun-tahun. Berkat performa tangguhnya tersebut, Cubarsi sukses menghadirkan trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol. Konsistensinya di lini belakang Spanyol tersebut juga membawanya menyabet penghargaan pemain muda terbaik di Piala Dunia 2026. 

Hebatnya, lima remaja di atas bukan sekadar tampil. Mereka berkontribusi penting sepanjang turnamen hingga mampu membawa negaranya juara. Ini menunjukkan kepercayaan yang diberikan pelatih terhadap para pemain muda tersebut. Mereka merupakan pemain langka yang berhasil menjuarai Piala Dunia ketika usianya belum genap 20 tahun. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More