Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pemain Prancis yang Membela Arsenal sebelum Illan Meslier
ilustrasi jersey Arsenal (unsplash.com/whodunelson)
  • Arsenal merekrut kiper Prancis Illan Meslier pada musim panas 2026 usai kontraknya di Leeds United berakhir, dengan ikatan dua tahun hingga 2028.
  • Yaya Sanogo dan Mathieu Debuchy kesulitan memenuhi ekspektasi di Arsenal akibat minim produktivitas, persaingan, serta cedera; Matteo Guendouzi tersingkir karena masalah indisipliner.
  • Alexandre Lacazette mencetak 71 gol dan meraih dua trofi, sedangkan William Saliba menjadi pilar pertahanan setelah masa peminjaman sebelum membantu Arsenal menjuarai Premier League 2025/2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Arsenal mendatangkan Illan Meslier pada musim panas 2026. Sang kiper berlabuh ke Emirates Stadium setelah kontraknya berakhir bersama Leeds United. Kehadirannya memperkuat sektor kiper tim Meriam London. Kontrak berdurasi 2 tahun membuatnya bertahan hingga 2028.

Meslier menjadi pemain Arsenal yang berasal dari Prancis berikutnya. Dalam sejarahnya, Arsenal kerap merekrut pemain dari Negeri Mode tersebut. Sebelum Illan Meslier, terdapat lima pemain Prancis yang memperkuat Arsenal.

1. Yaya Sanogo gagal memenuhi ekspektasi sebagai pemain muda di Arsenal

Yaya Sanogo berstatus pemain Arsenal pada 2013–2017. Namun, kiprahnya lebih sering di klub lain sebagai pemain pinjaman. Ia hanya mencatatkan 20 penampilan di berbagai ajang. Striker yang kini berusia 33 tahun ini kurang produktif dengan membuat 1 gol dan 2 assist

Arsenal sejatinya merekrut Sanogo berkat potensinya sebagai pemain muda. Usianya kala itu masih 20 tahun. Arsene Wenger sebagai pelatih Arsenal saat itu menilai bakatnya bisa maksimal. Sayangnya, ia tak pernah memenuhi ekspektasi. Faktor persaingan ketat dan cedera membuatnya jarang bermain. Ia kemudian dilepas Arsenal saat habis kontrak pada 2017. 

2. Mathieu Debuchy tidak beruntung di Arsenal dengan sering dibekap cedera

Arsenal merekrut Mathieu Debuchy pada musim panas 2014. Kala itu, ia dibeli dari Newcastle United setelah performa konsisten selama 1,5 musim. Sayangnya, kariernya tak berjalan baik bersama Arsenal. Dibeli sebagai suksesor Bacary Sagna, ia justru mengalami cedera.

Musim debutnya pada 2014/2015, Debuchi minim beraksi. Setelah cedera ligamen pada awal musim, ia mengalami masalah pada bahunya. Setelah itu, ia kesulitan kembali ke performa terbaiknya. Debuchy berseragam Arsenal hingga Januari 2018. Namun, catatan penampilannya hanya 30 kali dengan kontribusi 2 gol dan 1 assist. Debuchy sempat dipinjamkan untuk mengembalikan ritmenya. Namun, kehadiran Hector Bellerin membuat posisinya terpinggirkan.

3. Alexandre Lacazette mampu tampil produktif di lini serangan Arsenal

Alexandre Lacazette membela Arsenal pada 2017–2022. Status sebagai rekrutan termahal kala itu membuatnya menjadi andalan. Kendati sempat mengalami tiga kali pergantian pelatih, sosoknya sebagai pemain berpengalaman tetap dipercaya berada di lini serangan. 

Selama 5 tahun di London Utara, Lacazette produktif dengan mengemas 71 gol dan 35 assist dari 206 penampilan. Ia berhasil membawa Arsenal merengkuh gelar juara Piala FA dan Community Shield. Ketika kontraknya berakhir pada musim panas 2022, Arsenal memutuskan tidak memberinya perpanjangan demi regenerasi. Ia kemudian kembali ke Olympique Lyon. 

4. Kendati menjadi andalan, Matteo Guendouzi terpinggirkan dari skuad karena indisipliner

Matteo Guendouzi merupakan pemain yang membela Arsenal pada 2018–2020. Kendati hanya 2 musim, ia mampu memainkan 82 pertandingan dengan sumbangsih 1 gol dan 5 assist. Namun, kariernya tak berjalan baik sehingga membuat kontribusinya berakhir cepat. 

Faktor indisipliner membuatnya terpinggirkan dari skuad. Mikel Arteta sebagai pelatih merasa sikapnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Kondisi ini membuatnya dipinjamkan kepada beberapa klub sebelum akhirnya dilepas permanen pada musim panas 2022. 

5. William Saliba hingga kini masih diandalkan di barisan pertahanan Arsenal

Arsenal merekrut William Saliba pada musim panas 2019. Namun, ia menghabiskan waktu hingga 3 tahun dipinjamkan kepada beberapa klub. Setelah dibeli dari AS Saint-Etienne, ia dikembalikan selama semusim. Ia tetap berada di Prancis dengan membela OGC Nice dan Olympique Marseille. Sejak kembali ke Arsenal pada 2022, ia menjelma sebagai bek elite. 

Masa peminjaman 3 musim tersebut membuat Saliba makin matang. Maklum saja, Arsenal kala itu merekrutnya ketika masih 18 tahun. Arsenal tidak terburu-buru sehingga menyekolahkannya demi menambah menit bermain dan pengalaman. Setelah dipercaya menghuni skuad mulai 2022/2023, Saliba menjadi tembok kokoh yang tak tergantikan di lini belakang Arsenal. 

Dalam 4 musim terakhir, Saliba telah mamainkan 184 laga dengan mengemas 8 gol dan 3 assist. Konsistensi permainannya ini akhirnya berbuah trofi pada 2025/2026. Saliba menjadi bagian penting keberhasilan Arsenal buka puasa gelar juara English Premier League setelah 22 tahun. Sayangnya, ia akan melewati awal musim 2026/2027 bersama Arsenal untuk pemulihan setelah cedera punggung yang dideritanya saat membela Prancis di Piala Dunia 2026.

Sederet nama di atas tidak semuanya diandalkan. Namun, Illan Meslier punya peluang menyaingi David Raya sebagai kiper utama. Dengan pengalamannya, ia bisa menjadi pelapis yang apik ketika dibutuhkan. Patut ditunggu kiprahnya bersama Arsenal pada musim baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article