Kai Havertz memang gagal menjadi juara Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026. Namun, golnya pada final setidaknya membuatnya masuk daftar istimewa. Striker asal Jerman itu merupakan orang keempat yang mampu mengemas gol pada partai puncak kompetisi ini bersama dua klub berbeda.
4 Pencetak Gol di Final UCL Bersama 2 Klub Berbeda per 2026

1. Kai Havertz mencetak gol pada final UCL bersama Arsenal dan Chelsea
Kai Havertz dan Arsenal kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) lewat adu penalti pada final Liga Champions 2025/2026. Havertz sebetulnya sempat membuat Arsenal memimpin ketika laga baru berjalan 6 menit. Ia mendapat rebound dari sapuan Marquinhos yang membentur Leandro Trossard. Havertz kemudian menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan kencang dari jarak dekat di sudut sempit. Namun, PSG mendapat hadiah penalti pada menit 65 dari pelanggaran Cristian Mosquera kepada Khicha Kvaratskhelia. Ousmane Dembele maju sebagai algojo dan sukses menjalankan tugasnya.
Sebelumnya, Havertz mencetak gol pada final UCL untuk Chelsea pada edisi 2020/2021. Ia menjadi pahlawan karena golnya tersebut membuat mereka menang 1-0 atas Manchester City. Havertz menerima umpan terobosan dari Mason Mount pada menit 42. Ia berhasil melewati kiper The Cityzens, Ederson, sehingga dengan leluasa menaruh bola ke gawang yang kosong.
2. Cristiano Ronaldo mencetak gol pada final UCL bersama Manchester United dan Real Madrid
Cristiano Ronaldo menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya pada 2007/2008. Bintang asal Portugal ini merasakannya bersama Manchester United (MU). Mereka menaklukkan Chelsea lewat adu penalti setelah imbang 1-1 selama 120 menit. Ronaldo mencetak gol tunggal MU dengan menanduk umpan dari Wes Brown pada menit 26. Menariknya, Ronaldo merupakan satu-satunya pemain MU yang gagal menjalankan tugasnya pada adu penalti. Beruntung, ada dua orang di kubu Chelsea yang bernasib sama seperti dirinya, yaitu John Terry dan Nicolas Anelka.
Setelahnya, Ronaldo menambah empat trofi UCL. Semuanya diraih bersama Real Madrid. Ia mencetak gol dalam dua final di antaranya. Ronaldo mencetak gol lewat tendangan penalti pada menit 120+1 yang membuat Los Blancos menang comeback 4-1 atas Atletico Madrid pada edisi 2013/2014. Sebagai catatan, 2 menit sebelumnya, Ronaldo juga menyumbang assist untuk Marcelo. Ia kemudian menciptakan gol pertama (20’) dan ketiga (64’) ketika Madrid menaklukkan Juventus 4-1 dalam waktu normal 3 musim berselang.
3. Mario Mandzukic mencetak gol pada final UCL bersama Bayern Muenchen dan Juventus
Juventus sebetulnya sempat menyamakan kedudukan ketika kalah 1-4 dari Real Madrid pada final Liga Champions 2016/2017. Mario Mandzukic mencetak gol spektakuler pada menit 27. Striker asal Kroasia itu mengontrol umpan dari Gonzalo Higuain di dalam kotak penalti dengan dada. Ia kemudian menuntaskannya dengan tendangan salto. Ini merupakan 1 dari 2 gol yang dibuat Mandzukic pada final UCL dalam kariernya.
Gol pertamanya berakhir dengan kemenangan. Mandzukic membantu Bayern Muenchen menaklukkan Borussia Dortmund 2-1 pada edisi 2012/2013. Ia membuka papan skor pada menit 60 setelah menyelesaikan umpan tarik dari Arjen Roben di depan gawang dengan sontekan first time kaki kiri. Ilkay Guendogan membuat laga kembali imbang 7 menit berselang. Bayern lantas sukses merebut trofi berkat gol yang berasal dari aksi lincah Robben di dalam kotak penalti pada menit 89.
4. Velibor Vasovic mencetak gol pada final UCL bersama Partizan Belgrade dan Ajax Amsterdam
Pemain pertama yang mencetak gol pada final Liga Champions bersama dua klub berbeda adalah Velibor Vasovic. Legenda Yugoslavia ini melakukannya untuk pertama kali bersama Partizan Belgrade pada edisi 1965/1966. Ia membobol gawang Real Madrid dengan sebuah tandukan kencang pada menit 50. Sayangnya, mereka kalah 1-2.
Vasovic kembali ke final bersama Ajax Amsterdam 3 musim berselang. Nahas, ia lagi-lagi gagal menjadi juara. Vasovic mencetak gol hiburan pada menit 60 lewat tendangan penalti yang hanya membuat Ajax memperkecil kekalahan menjadi 1-4. Namun, Vasovic akhirnya menjadi juara semusim kemudian. Ia tidak mencetak gol, tapi Ajax menang 2-0 atas Panathinaikos.
Mencetak gol pada final kompetisi sekelas Liga Champions jelas bukan hal yang biasa. Hebatnya, empat pemain di atas justru mampu melakukannya bersama dua klub berbeda.