Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Pencetak Gol Kolombia di Piala Dunia 2026, Ada Luis Diaz
ilustrasi pertandingan sepak bola (pixabay.com/MaDzi)
  • Kolombia tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Swiss, menutup perjalanan mereka dengan total lima laga.
  • Empat pemain mencetak gol bagi Kolombia: Daniel Munoz dua gol, sementara Luis Diaz, Jaminton Campaz, dan Jhon Arias masing-masing satu gol.
  • Minimnya produktivitas lini depan menjadi faktor utama kegagalan Kolombia melangkah lebih jauh meski tampil dominan di beberapa pertandingan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tim Nasional Kolombia resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Mereka tak berhak melaju ke perempat final usai kalah adu penalti dari Swiss pada babak 16 besar. Situasi ini juga menandai berakhirnya kontribusi para pemain di atas lapangan. Dari 5 laga yang dilewati, 4 pemain ini mencatatkan nama mereka di papan skor.

1. Daniel Munoz mencetak dua gol sebagai bek kanan

Daniel Munoz menjadi satu-satunya pemain Kolombia yang mengoleksi lebih dari satu gol di Piala Dunia 2026. Ia sekaligus menjadi pencetak gol pertama bagi negaranya di ajang ini. Momen itu terjadi pada menit 40 dalam duel kontra Uzbekistan. Memanfaatkan assist Luis diaz, Munoz membawa timnya unggul lebih dahulu dengan shooting kaki kanan.

Peran krusial bek kanan Crystal Palace tersebut kembali terlihat dalam laga menghadapi Kongo pada laga kedua fase grup. Ia menjadi pahlawan Kolombia dengan gol yang berbuah kemenangan tipis 1-0. Sayangnya, pemain berusia 30 tahun itu gagal menyumbang gol dalam tiga laga berikutnya.

2. Luis Diaz hanya mengemas 1 gol dan 1 assist

Luis Diaz menjadi motor serangan lewat kecepatannya di sisi sayap. Sayangnya, pemain yang melewati periode apik dengan Bayern Munich tersebut tak mampu memberikan kontribusi maksimal dalam urusan mencetak gol. Dengan selalu bermain penuh dalam tiap laga, Diaz hanya mengemas 1 gol dan 1 assist.

Gol dan assist milik pemain berusia 29 tahun tersebut hadir dalam duel kontra Uzbekistan. Setelah Uzbekistan menyamakan kedudukan pada menit 60, Diaz membawa Kolombia kembali unggul 5 menit berikutnya. Ia menyambut umpan Gustavo Puerta dengan sepakan kaki kanan yang sempat terkena kiper lawan sebelum bola masuk ke gawang. Sementara itu, assist-nya berbuah gol pertama oleh Daniel Munoz. Kontribusi itu ditambah dengan eksekusi berhasil dalam adu penalti kontra Swiss.

3. Jaminton Campaz mencetak satu gol dengan menit bermain minim

Jaminton Campaz mendapat kesempatan bermain yang minim di Piala Dunia 2026. Dalam duel menghadapi Uzbekistan, ia masuk untuk menggantikan James Rodriguez pada menit 72. Kesempatan itu dijawab dengan gol penutup Kolombia pada menit 90+9, dengan sundulan terarah berkat umpan silang Cucho Hernandez.

Dalam dua laga sisa pada fase grup, Campaz tak dimainkan oleh pelatih. Ia kembali merumput dalam laga menghadapi Ghana pada babak 32 besar meski hanya semenit di lapangan. Lalu saat disingkirkan Swiss, dirinya bermain selama 54 menit serta menjadi salah satu eksekutor yang berhasil melakukan tugas dalam adu penalti.

4. Jhon Arias menjadi pahlawan kemenangan atas Ghana

Jhon Arias menjadi pahlawan yang membawa Kolombia ke babak 16 besar. Ia menjadi pencetak gol kemenangan saat menghadapi Ghana, dengan sepakan kaki berkat umpan Luis Suarez pada menit 14. Sayangnya, itu menjadi satu-satunya golnya di ajang ini sebagai winger kanan utama Kolombia.

Jhon Arias selalu dimainkan dalam tiap laga selama fase grup. Lalu saat kalah dari Swiss, ia merumput selama 66. Arias telah ditarik keluar pada menit 66 sehingga tak berpartisipasi pada babak adu penalti.

Minimnya kontribusi gol dari lini depan menjadi salah satu faktor yang menghambat langkah Kolombia di Piala Dunia 2026. Masalah tersebut sebenarnya telah terlihat sejak fase grup ketika mereka kerap kesulitan mengonversi dominasi permainan menjadi banyak gol. Evaluasi di sektor penyerangan pun menjadi pekerjaan rumah penting jika Los Cafeteros ingin melangkah lebih jauh pada edisi berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article