Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KONI Luncurkan Sekaligus Bedah Buku Sports Intelligence di UNESA

KONI Luncurkan Sekaligus Bedah Buku Sports Intelligence di UNESA
KONI luncurkan dan bedah buku Sports Intelligence di UNESA. (Dok. KONI)
Intinya Sih
  • KONI Pusat meluncurkan buku 'Sports Intelligence' di UNESA sebagai panduan strategis untuk kemajuan olahraga Indonesia, menggabungkan konsep intelijen dengan inovasi digital seperti AI dan Big Data.
  • Buku setebal 500 halaman ini menjelaskan pentingnya pemanfaatan data dan informasi strategis dalam olahraga agar kebijakan dan strategi pembinaan atlet lebih efektif dan terarah.
  • UNESA menyambut semangat Sports Intelligence dengan menandatangani MoU bersama KONI, berharap karya ini jadi referensi penting bagi akademisi, pembuat kebijakan, dan insan olahraga nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat secara resmi meluncurkan buku “Sports Intelligence” di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Peluncuran buku ini juga dibarengi acara lain.

Seiring peluncuran buku ini, UNESA juga menyelenggarakan bedah buku Sports for Intelligence yang digelar di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) pada Selasa (7/7/2026).

Berbicara sebagai keynote speaker pada bedah buku tersebut, Ketua Umum (Ketum) KONI Marciano Norman mengawali dengan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada UNESA, karena acara bedah buku bisa terselenggara.

"Saya berinisiatif menggabungkan konsep intelijen dengan olahraga sehingga untuk itu, lahirlah bidang intelijen olahraga di KONI Pusat dan tentunya juga buku Sports Intelligence ini,” ujar Marciano dalam keterangannya.

1. Buku hasil arahan Ketum KONI

Seorang pembicara berdiri di podium berlogo FIKK dengan latar layar besar bertuliskan pesan tentang olahraga dan tiga bendera Indonesia di belakangnya.
KONI luncurkan dan bedah buku Sports Intelligence di UNESA. (Dok. KONI)

Buku Sports Intelligence merupakan arahan Ketum KONI yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh empat penulis, yakni Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, Jerry Indrawan, dan Irandito Abdul Hakim Malik.

“Buku Sports Intelligence ini sebenarnya dimulai sejak saya mengawali sebagai Ketum KONI Pusat pada 2019. Saya selalu menyampaikan kepada teman-teman media, bahwa media itu bagian Sports Intelligence karena media memiliki jaringan yang luas untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan pembina olahraga di Indonesia,” ujar Marciano.

Marciano menyebut, buku iniimenyinggung terobosan untuk prestasi olahraga Indonesia agar mencapai Indonesia Emas dan wujudkan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto.

“Buku ini bukan sekadar literatur akademik, melainkan sebuah panduan strategis yang sangat mendesak bagi masa depan olahraga prestasi kita,” ujar Marciano.

Harus disadari bahwa olahraga telah menjadi pertempuran data dan teknologi tingkat tinggi. Sports Intelligence hadir sebagai otak strategis yang menghubungkan Sports Science tradisional dengan inovasi digital masa depan seperti AI dan Big Data.

“KONI, bersama seluruh jajaran di daerah dan induk organisasi cabang olahraga, memposisikan diri sebagai tulang punggung operasional (operational backbone) dalam implementasi ini,” beber Marciano.

2. Paparan buku Sports Intelligence

Dua pria berjabat tangan sambil memegang plakat dalam acara peluncuran dan bedah buku Sports Intelligence di UNESA.
KONI luncurkan dan bedah buku Sports Intelligence di UNESA. (Dok. KONI)

Tiga penulis menjelaskan secara singkat isi buku yang tebalnya lebih dari 500 halaman dan terbagi menjadi 12 bab. Ketua tim penulis sekaligus Kabid Sports Intelligence Eman Sungkowo mengawali presentasi yang merangkul isi buku tersebut.

“Intelijen olahraga merupakan bentuk pemanfaatan informasi strategis dalam olahraga yang memungkinkan atlet dan pelatih memahami kekuatan, kelemahan serta pola lawan secara lebih mendalam dengan informasi yang akurat,” terang Eman.

Lebih lanjut, setelah Eman, Syarif Hidayat menjelaskan pentingnya data yang relevan dalam analisis Sports Intelligence. Namun, semua akan relevan jika diterapkan dalam sebuah kebijakan.

“Sports Intelligence tidak akan berguna kalau tidak diterapkan dalam kebijakan. Dalam pelaksanaannya kita butuh tahapan, tidak bisa diterapkan secara mendadak,” jelas Syarif.

Beberapa bab selanjutnya dijelaskan oleh Jerry Indrawan, yang menekankan tentang ekosistem olahraga. Salah satu hal penting adalah data tentang keolahragaan.

“Penting sekali data dikumpulkan di satu tempat, dalam hal ini Kemenpora yang membuat kebijakan, KONI yang melakukan, dan cabang olahraga yang menjadi ujung tombak,” kata Jerry.

3. Semangat yang sejalan dengan UNESA

Seorang pria menandatangani kanvas di atas papan kayu saat peluncuran buku Sports Intelligence oleh KONI di UNESA, disaksikan peserta acara.
KONI luncurkan dan bedah buku Sports Intelligence di UNESA. (Dok. KONI)

Sebelumnya, laporan disampaikan oleh Rektor UNESA sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) Prof. Dr. Nurhasan yang diwakili Wakil Rektor IV sekaligus Ketua Pengurus Provinsi FOPI Jawa Timur, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko.

"Semangat Sports Intelligence sejalan dengan UNESA. Semoga karya ini menjadi referensi penting bagi akademisi, pengambil kebijakan, dan seluruh insan olahraga Indonesia,” ujar Dwi Cahyo.

Tak ketinggalan, KONI Pusat dan UNESA melanjutkan kerja sama yang dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman atau MoU. Setelah acara, mahasiswa banyak meminta tanda tangan Ketum KONI Pusat pada buku Sports Intelligence yang dibagikan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More