Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pensiun Tanpa Gelar Piala Dunia, Euro 2016 Jadi Pelipur Lara Ronaldo

Pensiun Tanpa Gelar Piala Dunia, Euro 2016 Jadi Pelipur Lara Ronaldo
Cristiano Ronaldo menangis, menunjukkan kekecewaannya setelah Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar di Dallas Stadium, Arlington, 6 Juli 2026. (Foto: Thomas COEX/AFP)
Intinya Sih
  • Cristiano Ronaldo resmi menutup kariernya di Piala Dunia 2026 setelah Portugal tersingkir dari Spanyol di babak 16 besar, mengakhiri perjalanan tanpa trofi dunia.
  • Meski gagal di Piala Dunia, Ronaldo menganggap gelar Euro 2016 sebagai pencapaian setara dan pelipur lara terbesar dalam karier internasionalnya bersama Portugal.
  • Pelatih Roberto Martinez memuji Ronaldo sebagai ikon sepak bola dan teladan sejati, menegaskan kontribusinya yang luar biasa bagi tim nasional Portugal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Cristiano Ronaldo dipastikan pensiun tanpa pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Edisi 2026 menjadi penampilan terakhirnya di turnamen paling prestisius tersebut, sekaligus menutup harapan sang megabintang untuk melengkapi koleksi gelarnya di lapangan hijau.

Kepastian masa depannya itu disampaikan Ronaldo tepat setelah Portugal disingkirkan Spanyol di babak 16 besar, Selasa dini hari WIB (7/7/2026). Meski mengaku sedih karena gagal mewujudkan impian terbesarnya, dia menegaskan tak menyimpan penyesalan.

"Ini adalah Piala Dunia terakhir saya. Saya sedih harus mengakhiri Piala Dunia dengan cara seperti ini. Seperti yang saya katakan kemarin, sudah memberikan segalanya dan pergi dengan hati tenang. Itulah kehidupan seorang pesepak bola. Anda harus terus melangkah," kata Ronaldo, dikutip dari ESPN.

1. Euro 2016 jadi pelipur lara

Kegagalan di tanah Amerika Utara ini memastikan rekor terbaik Ronaldo di Piala Dunia hanya sebatas semifinal, yang dicapai pada edisi debutnya, 2006 lalu. Namun, eks bintang Manchester United dan Real Madrid itu punya pelipur lara.

Ronaldo menolak untuk meratapi nasib karena merasa telah memberikan segalanya untuk negaranya. Apalagi, lemari trofi Selecao das Quinas baru terisi setelah diperkuat Ronaldo. Gelar Euro 2016 menjadi yang paling spesial, bahkan dinilai setara dengan Piala Dunia.

"Saya telah memberikan segalanya, memenangi tiga gelar bersama Portugal, gelar 2016 berada di level yang sama dengan Piala Dunia," ujar Ronaldo.

2. Piala Dunia terakhir, tapi belum pensiun dari tim nasional

Meski kariernya di Piala Dunia telah berakhir, Ronaldo belum memutuskan untuk pensiun dari tim nasional. Dia tak mau mengambil keputusan dalam keadaan emosional.

"Itu adalah Piala Dunia terakhir saya, ya. Tapi untuk sisanya, masih ada waktu untuk berpikir, bersama keluarga, dan tidak mengatakan hal-hal saat sedang emosi," ujar Ronaldo.

3. Martinez beri penghormatan ke Ronaldo

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, memberikan penghormatan selangit kepada CR7. Pria berusia 41 tahun itu, ditegaskan Martinez, merupakan panutan sejati di ruang ganti.

"Kami harus bersyukur atas apa yang dia lakukan. Dia adalah ikon sepak bola dan teladan sebagai manusia di balik sosok olahragawannya," puji Martinez.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More