Jude Bellingham dan Inggris kini tengah bersiap menghadapi Argentina. Mereka akan melakoni partai semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. Sayangnya bagi Inggris, kondisi internal mereka sedikit terganggu dengan pernyataan Bellingham serta Tuchel.
Dalam sebuah wawanara seusai kemenangan 2-1 atas Norwegia pada perempat final, Tuchel menyatakan permainan anak asuhnya sebetulnya tidaklah membanggakan. Bellingham lantas diminta merespon komentar Tuchel tersebut dalam kesempatan lain. Ia lalu menjawabnya dengan menyebut Tuchel tidak mengetahui betapa sulitnya perjuangan para pemain di lapangan.
Ini sebetulnya bukan “konflik” pertama antara Bellingham dan Tuchel. Seperti telah dijelaskan di atas, Tuchel pernah mengesampingkan Bellingham dengan tidak memanggilnya pada jeda internasional Oktober 2025 dan Maret 2026. Pada 11 Juni 2025 setelah kalah 1-3 dari Senegal dalam laga uji coba, Tuchel bahkan pernah menyebut kelakukan Bellingham di lapangan dengan istilah repulsive.
Tuchel pada akhirnya meminta maaf dan mengakui telah menggunakan diksi yang keliru. Terlepas dari itu, dinamika di antara mereka tersebut menunjukkan satu hal. Tidak dapat dimungkiri, Tuchel menaruh harapan besar kepada Bellingham. Jika melihat bukti yang ada sejauh ini, perlu diakui Bellingham memang selalu berhasil menjawab ekspektasi-ekspektasi yang dibebankan kepadanya.
Kini, Argentina menjadi tantangan Bellingham selanjutnya. Namun, ia tentu tidak berhutang pembuktian sama sekali kepada Tuchel. Tanpa ada pemantik dari pelatihnya itu, Bellingham sendiri jelas sudah menyadar tanggung jawab yang diembannya. Andai berhasil membawa negaranya menang hingga kemudian menjadi juara, statusnya bukan lagi bintang, melainkan legenda.