Peran Jude Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026

- Jude Bellingham sempat diragukan Thomas Tuchel karena performa kurang konsisten di Real Madrid, namun akhirnya dipercaya membela Inggris di Piala Dunia 2026 dan mengenakan nomor punggung 10.
- Bellingham tampil gemilang dengan enam gol dan satu assist, menjadi motor kemenangan Inggris hingga menembus semifinal setelah berperan penting dalam laga melawan Kroasia, Panama, Meksiko, dan Norwegia.
- Menjelang semifinal kontra Argentina, hubungan Bellingham dan Tuchel kembali disorot usai pernyataan saling tanggapan mereka, meski keduanya tetap fokus membawa Inggris meraih hasil terbaik.
Jude Bellingham layak mendapat kredit besar atas keberhasilan Timnas Inggris menembus semifinal Piala Dunia 2026. Gelandang asal Real Madrid tersebut tercatat sebagai top skor tim bersama Harry Kane dengan enam gol. Pria yang lahir pada 29 Juni 2003 ini juga terlibat dalam satu gol lainnya melalui assist.
Hebatnya, kontribusi-kontribusi Bellingham itu tercipta pada momen-momen genting sehingga asa The Three Lions mengangkat trofi Piala Dunia keduanya terjaga. Menariknya, sosok setinggi 1,86 meter ini sempat diragukan sebelum kompetisi dimulai. Namun, ia mampu memberikan pembuktian yang sempurna.
1. Jude Bellingham sempat diragukan menjadi andalan Thomas Tuchel di Piala Dunia 2026
Penampilan menawan Jude Bellingham di Piala Dunia 2026 memang menjadi lebih menarik jika mengingat narasi yang mengiringnya sebelum kompetisi ini dimulai. Sebab, ia sempat diragukan bakal diandalkan Thomas Tuchel. Faktor utamanya jelas adalah karena performa mengecewakannya sepanjang 2025/2026 bersama Real Madrid. Itu sampai membuat Tuchel berani tidak memanggilnya pada jeda internasional Oktober 2025 dan Maret 2026.
Alasan lainnya, Bellingham juga kalah apik dari Morgan Rogers pada periode yang sama. Sebagai perbandingan sederhana, Rogers bermain 55 kali sepanjang 2025/2026 dengan sumbangan 14 gol dan 11 assist yang membantu Aston Villa menjuarai Liga Europa. Sementara, Bellingham hanya tampil 40 kali dan mencetak 8 gol serta 5 assist yang berujung nirtrofi. Ini yang diprediksi bakal membuat Tuchel lebih memilih Rogers dibanding Bellingham untuk posisi nomor 10.
Pada akhirnya, Tuchel membawa Bellingham ke Piala Dunia 2026. Ia bahkan secara faktual mendapat nomor punggung 10. Namun, pelatih asal Jerman tersebut menegaskan tidak ada jaminan Bellingham akan menjadi starter. Tuchel memang menyebut Bellingham merupakan 1 dari 15 pemain yang berpotensi sebagai starter. Meski begitu, ia menantang Bellingham membuktikan kelayakannya. Bellingham pun menjawabnya dengan meyakinkan.
2. Kontribusi krusial Jude Bellingham menentukan nasib Inggris
Inggris memulai Piala Dunia 2026 dengan melawan Kroasia. Mereka menang 4-2, tetapi skor imbang terlebih dahulu 2-2 pada babak pertama. Jude Bellingham lantas menjadi pemain yang membawa mereka kembali memimpin ketika paruh kedua baru berjalan 2 menit. Ia menerima umpan panjang dari Elliot Anderson, menusuk ke kotak penalti, dan melepaskan tendangan dari sudut sempit. Gol ini memantik motivasi rekan-rekan setimnya sehingga mendominasi total pertandingan sampai kemudian mengunci tiga poin lewat gol Marcus Rashford pada menit 85.
Sayangnya, Inggris gagal melanjutkan tren positif usai ditahan Ghana tanpa gol pada pertandingan kedua. Bellingham bermain selama 73 menit. Mereka kemudian melakoni laga terakhir fase grup dengan melawan Panama. Inggris hampir saja kembali gagal menang sampai akhirnya Bellingham muncul dengan dua aksi krusial. Ia memecah kebuntuan pada menit 62 dengan menyelesaikan sepak pojok dari Bukayo Saka. Bellingham lantas menciptakan assist untuk Harry Kane 5 menit berselang yang membuat Inggris menang 2-0.
Pada 32 besar, Bellingham tidak mencetak gol atau assist. Namun, ia tampil penuh yang membantu timnya menang comeback 2-1 atas Republik Demokratik Kongo. Bellingham lantas menjadi pahlawan Inggris saat mengalahkan Meksiko 3-2 dengan sepuluh orang pada 16 besar. Ia mencetak dua gol pertama dan kembali tidak tergantikan. Bellingham kemudian lebih meledak pada perempat final. Inggris menang 2-1 atas Norwegia melalui babak tambahan dengan semua mereka gol berasal darinya.
3. Menanti pembuktian Jude Bellingham selanjutnya saat melawan Argentina
Jude Bellingham dan Inggris kini tengah bersiap menghadapi Argentina. Mereka akan melakoni partai semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB. Sayangnya bagi Inggris, kondisi internal mereka sedikit terganggu dengan pernyataan Bellingham serta Tuchel.
Dalam sebuah wawanara seusai kemenangan 2-1 atas Norwegia pada perempat final, Tuchel menyatakan permainan anak asuhnya sebetulnya tidaklah membanggakan. Bellingham lantas diminta merespon komentar Tuchel tersebut dalam kesempatan lain. Ia lalu menjawabnya dengan menyebut Tuchel tidak mengetahui betapa sulitnya perjuangan para pemain di lapangan.
Ini sebetulnya bukan “konflik” pertama antara Bellingham dan Tuchel. Seperti telah dijelaskan di atas, Tuchel pernah mengesampingkan Bellingham dengan tidak memanggilnya pada jeda internasional Oktober 2025 dan Maret 2026. Pada 11 Juni 2025 setelah kalah 1-3 dari Senegal dalam laga uji coba, Tuchel bahkan pernah menyebut kelakukan Bellingham di lapangan dengan istilah repulsive.
Tuchel pada akhirnya meminta maaf dan mengakui telah menggunakan diksi yang keliru. Terlepas dari itu, dinamika di antara mereka tersebut menunjukkan satu hal. Tidak dapat dimungkiri, Tuchel menaruh harapan besar kepada Bellingham. Jika melihat bukti yang ada sejauh ini, perlu diakui Bellingham memang selalu berhasil menjawab ekspektasi-ekspektasi yang dibebankan kepadanya.
Kini, Argentina menjadi tantangan Bellingham selanjutnya. Namun, ia tentu tidak berhutang pembuktian sama sekali kepada Tuchel. Tanpa ada pemantik dari pelatihnya itu, Bellingham sendiri jelas sudah menyadar tanggung jawab yang diembannya. Andai berhasil membawa negaranya menang hingga kemudian menjadi juara, statusnya bukan lagi bintang, melainkan legenda.

















