5 Tunggal Putri Terakhir yang Menjuarai Wimbledon per 2026

- Linda Noskova asal Ceko menjuarai Wimbledon 2026 setelah mengalahkan Karolina Muchova dalam tiga set, menjadi gelar Grand Slam pertama sepanjang kariernya.
- Dalam lima edisi terakhir, Wimbledon melahirkan juara berbeda tiap tahun: Rybakina (2022), Vondrousova (2023), Krejcikova (2024), Swiatek (2025), dan Noskova (2026).
- Tren bergantinya juara menunjukkan persaingan tunggal putri yang makin ketat, tanpa dominasi pemain tertentu di turnamen Grand Slam lapangan rumput paling bergengsi ini.
Wimbledon 2026 resmi berakhir pada Sabtu (11/7/2026) untuk sektor tunggal putri. Gelar juara berhasil diraih oleh Linda Noskova asal Ceko setelah mengalahkan kompatriotnya, Karolina Muchova, dalam pertandingan final tiga set. Gelar tersebut menjadi trofi Wimbledon pertama sekaligus gelar Grand Slam perdana dalam karier Noskova.
Keberhasilan Noskova kembali menambah daftar juara baru di sektor tunggal putri Wimbledon. Dalam beberapa edisi terakhir, turnamen Grand Slam lapangan rumput paling bergengsi itu menghadirkan juara yang berbeda-beda. Hal itu menunjukkan ketatnya persaingan di antara para petenis putri dunia. Berikut lima tunggal putri terakhir yang menjuarai Wimbledon per 2026.
1. Elena Rybakina (Kazakhstan) menjuarai Wimbledon 2022
Petenis tunggal putri Kazakhstan, Elena Rybakina, merebut gelar Grand Slam perdananya di Wimbledon 2022. Ia yang hanya diunggulkan di urutan ke-17 secara mengejutkan mampu menaiki podium tertinggi. Banyaknya unggulan teratas yang tumbang pada babak awal mempermudah langkahnya meraih gelar juara. Tercatat, dari 7 laga yang dijalani, ia hanya menghadapi sesama pemain unggulan 2 kali, tepatnya pada semifinal dan final. Rybakina sendiri memastikan gelar juara setelah memenangkan final kontra Ons Jabeur asal Tunisia. Ia mengalahkan unggulan ketiga tersebut dalam duel 3 set dengan skor 3-6, 6-2, dan 6-2.
2. Marketa Vondrousova (Ceko) keluar sebagai juara Wimbledon 2023
Marketa Vondrousova tampil mengejutkan di Wimbledon 2023 dengan keluar sebagai juara. Kemenangannya ramai diperbincangkan sebab ia datang dengan status nonunggulan. Dalam perjalanannya meraih gelar juara, petenis asal Ceko itu menyingkirkan lima tunggal putri unggulan, yakni Veronika Kudermetova (Rusia/12), Donna Vekic (Kroasia/20), Marie Bouzkova (Ceko/32), Jessica Pegula (Amerika Serikat/4), dan Ons Jabeur (Tunisia/6). Puncaknya, pada laga final, ia memulangkan unggulan keenam asal Tunisia, Ons Jabeur, dalam 2 set langsung dengan skor 6-4 dan 6-4.
3. Barbora Krejcikova (Ceko) menjadi juara di Wimbledon 2024
Petenis Ceko kembali berjaya di Wimbledon 2024. Setelah penampilan mengejutkan Marketa Vondrousova pada 2023, kini giliran Barbora Krejcikova yang menjadi juara. Krejcikova tidak termasuk favorit juara saat itu. Ia hanya diunggulkan di urutan ke-31. Dalam perjalannya meraih gelar juara, Krejcikova memulangkan empat pemain yang lebih diunggulkan, yakni Danielle Collins (Amerika Serikat/11), Jelena Ostapenko (Latvia/13), Elena Rybakina (Kazakhstan/4), dan Jasmine Paolini (Italia/7). Pada partai final, Krejcikova membekuk Jasmine Paolini dalam duel 3 set yang berakhir dengan skor 6-2, 2-6, dan 6-4.
4. Iga Swiatek (Polandia) berakhir sebagai juara di Wimbledon 2025
Wimbledon 2025 menjadi panggung bagi Iga Swiatek. Petenis asal Polandia itu sukses mengamankan gelar juara. Datang dengan status unggulan kedelapan, perjalanan Swiatek dalam merengkuh gelar juara terbilang mudah. Ia hanya kehilangan satu set sejak babak pertama hingga final. Bahkan, pada laga pemungkas, ia tampil sempurna dengan kemenangan telak atas Amanda Anisimova asal Amerika Serikat. Ia mengalahkan unggulan ke-13 tersebut 2 set langsung dengan skor mencolok 6-0 dan 6-0.
5. Linda Noskova (Ceko) berdiri di podium tertinggi Wimbledon 2026
Teranyar, di Wimbledon 2026, sektor tunggal putri berakhir dengan keberhasilan Linda Noskova meraih gelar juara. Petenis asal Ceko itu keluar sebagai juara meskipun hanya diunggulkan di urutan kesembilan. Perjalanan Noskova merengkuh gelar juara Wimbledon pertamanya tidak mudah. Ia banyak melalui laga ketat kontra unggulan-unggulan lainnya. Puncaknya, pada partai final, ia harus berduel dengan rekan senegaranya, Karolina Muchova, dalam pertandingan sengit 3 set yang berakhir dengan skor 6-2, 5-7, dan 6-3.
Lima edisi terakhir Wimbledon membuktikan bahwa persaingan di sektor tunggal putri berlangsung sangat terbuka. Tidak ada satu pun petenis yang mampu mempertahankan gelarnya. Tren tersebut membuat Wimbledon menjadi salah satu Grand Slam yang paling sulit diprediksi di sektor putri. Dengan banyaknya petenis muda yang terus berkembang, persaingan untuk memperebutkan trofi Venus Rosewater Dish diperkirakan akan semakin sengit pada edisi-edisi mendatang.




















