Seusai pertandingan, Iraola menyuarakan rasa kecewanya. Ia menyoroti lini pertahanan timnya yang begitu rapuh saat mengantisipasi skema bola mati lawan.
"Alasan utama yang dapat saya temukan mengapa kami kalah dalam pertandingan ini adalah karena kami kebobolan dari tiga bola mati. Padahal, itu adalah sesuatu yang biasanya kami antisipasi dengan sangat baik di liga hingga hari ini," kata Iraola, dikutip dari BBC.
Iraola mengakui bahwa skema bola mati sudah lama menjadi kekuatan utama Fenerbahce. Namun, ketidakmampuan lini belakang Liverpool dalam membendung serangan tersebut menjadi celah fatal.
"Kami tahu itu adalah salah satu kekuatan Fenerbahce. Kami kebobolan dari tendangan bebas, sepak pojok, dan bahkan dari lemparan jauh di akhir pertandingan," lanjutnya.
Buah dari hasil lawan Fenerbahce ini, Liverpool harus melorot ke peringkat delapan klasemen sementara Liga Champions 2026/27. Mereka meraih sembilan poin dari empat laga.