Perdana, Liverpool Rasakan Kekalahan Beruntun Bersama Iraola

Liverpool kalah 2-3 dari Fenerbahce di Liga Champions 2026/27, meski sempat unggul melalui Trey Nyoni dan Alexander Isak.
Hasil di Stadion Sukru Saracoglu menjadi kekalahan kedua beruntun Liverpool setelah kalah 0-1 dari Arsenal, pertama kalinya bagi Andoni Iraola sejak menangani tim.
Iraola menilai tiga gol dari situasi bola mati menjadi penyebab utama kekalahan; Liverpool kini berada di posisi delapan klasemen dengan sembilan poin dari empat laga.
Jakarta, IDN Times – Hasil mengecewakan harus diterima Liverpool. Skuad asuhan Andoni Iraola itu mencatatkan tren negatif setelah menelan kekalahan dalam dua pertandingan berturut-turut.
Kekalahan terbaru didapat Liverpool pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/27, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Bertandang ke Stadion Sukru Saracoglu, mereka kalah dari Fenerbahce dengan skor 2-3.
1. Drama 5 gol di kandang Fenerbahce
Pertandingan berlangsung penuh tensi. Liverpool sebenarnyamembuka keunggulan terlebih dahulu lewat gol cepat Trey Nyoni. Namun, Fenerbahce berhasil membalas dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui eksekusi Mason Greenwood.
Memasuki babak kedua, The Reds kembali memimpin berkat aksi Alexander Isak. Sayangnya, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Archie Brown sukses menyamakan skor kembali, sebelum sundulan keras Vedat Muriqi mengunci kemenangan 3-2 untuk Fenerbahce hingga peluit panjang dibunyikan.
2. Pekan kelam di awal November 2026
Kekalahan di Turki ini memperpanjang masa sulit Liverpool di awal November 2026. Pasalnya, akhir pekan lalu mereka juga baru saja tumbang di kandang sendiri usai dipaksa menyerah 0-1 dari Arsenal dalam laga Premier League.
Dua kekalahan berturut-turut ini mengukir rekor baru yang tak diinginkan bagi Andoni Iraola. Pelatih asal Spanyol tersebut untuk pertama kalinya merasakan dua kekalahan beruntun sejak resmi memimpin Liverpool pada musim panas 2026.
3. Evaluasi Iraola, lemah di antisipasi bola mati
Seusai pertandingan, Iraola menyuarakan rasa kecewanya. Ia menyoroti lini pertahanan timnya yang begitu rapuh saat mengantisipasi skema bola mati lawan.
"Alasan utama yang dapat saya temukan mengapa kami kalah dalam pertandingan ini adalah karena kami kebobolan dari tiga bola mati. Padahal, itu adalah sesuatu yang biasanya kami antisipasi dengan sangat baik di liga hingga hari ini," kata Iraola, dikutip dari BBC.
Iraola mengakui bahwa skema bola mati sudah lama menjadi kekuatan utama Fenerbahce. Namun, ketidakmampuan lini belakang Liverpool dalam membendung serangan tersebut menjadi celah fatal.
"Kami tahu itu adalah salah satu kekuatan Fenerbahce. Kami kebobolan dari tendangan bebas, sepak pojok, dan bahkan dari lemparan jauh di akhir pertandingan," lanjutnya.
Buah dari hasil lawan Fenerbahce ini, Liverpool harus melorot ke peringkat delapan klasemen sementara Liga Champions 2026/27. Mereka meraih sembilan poin dari empat laga.




















