Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Como Sukses Cetak Rekor Kemenangan Terbesar di Liga Champions

2 min read
Como Sukses Cetak Rekor Kemenangan Terbesar di Liga Champions
Pemain Como 1907, Nico Paz, merayakan gol ke gawang lawan (AFP / Piero Cruciatti)
  • Como, tim debutan Italia, mengalahkan Lens 9-1 pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/27 dan naik ke posisi keempat dengan sembilan poin.

  • Anastasios Douvikas menjadi bintang Como lewat hat-trick dalam kemenangan yang menyamai selisih gol terbesar era Liga Champions modern, yakni delapan gol.

  • Dengan sembilan gol, Como melampaui produktivitas Liverpool dan Real Madrid pada kemenangan 8-0, meski rekor era Piala Champions Eropa mencatat skor lebih besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Como mengukir sejarah di Liga Champions 2026/27. Tim debutan asal Italia itu tampil menggila dengan membantai Lens 9-1 dalam matchday keempat fase liga di Bollaert-Delelis, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB.

Hasil fantastis ini membawa Como naik ke peringkat keempat klasemen sementara fase liga dengan koleksi sembilan poin. Penyerang asal Yunani, Anastasios Douvikas, menjadi bintang kemenangan Como setelah mencetak hat-trick.

Tidak cuma itu, kemenangan ini juga menghadirkan sejarah tersendiri bagi Como. Mereka mencatatkan rekor di Liga Champions 2026/27 ini.

  1. 1. Como samai catatan kemenangan terbesar Liga Champions modern

    Kemenangan 9-1 Como atas Lens menjadi salah satu hasil dengan selisih gol terbesar sepanjang era Liga Champions modern, sejak kompetisi menggunakan nama UEFA Champions League pada 1992.

    Como menyamai catatan kemenangan dengan selisih delapan gol yang pernah ditorehkan Liverpool dan Real Madrid.

    Liverpool pernah membantai Besiktas 8-0 pada musim 2007/08. Real Madrid juga meraih kemenangan dengan skor serupa saat menghadapi Malmo FF pada musim 2015/16.

  2. 2. Produktivitas Como lebih baik

    Namun, Como menjadi tim yang mencetak gol lebih banyak dalam kemenangan tersebut. Skor 9-1 membuat mereka mencatatkan produktivitas sembilan gol dalam satu pertandingan.

    Torehan ini melampaui delapan gol yang dicetak Liverpool dan Real Madrid. Namun, jika ditarik lebih jauh ke era Piala Champions Eropa sebelum 1992, terdapat kemenangan dengan selisih gol lebih besar.

  3. 3. Sempat ada kemenangan lebih besar

    Dinamo Bukaresti pernah mengalahkan Crusaders dengan skor 11-0 pada 1973. Sementara itu, Feyenoord membantai KR Reykjavik 12-2 pada 1969.

    Dengan demikian, kemenangan Como atas Lens menjadi salah satu hasil paling mencolok dalam sejarah Liga Champions. Meski memang belum menyentuh belasan, di era modern ini skor ini sudah jadi yang terbesar.

Related Articles

See More