Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Militer ke UTMB, Rahasia Jim Walmsley Jadi Penakluk Rute Ekstrem

Dari Militer ke UTMB, Rahasia Jim Walmsley Jadi Penakluk Rute Ekstrem
Potret Jim Walmsley. (Dok. HOKA Indonesia).
  • Jim Walmsley menjadi pelari pria Amerika Serikat pertama yang menjuarai UTMB.
  • Ia menuntaskan jalur pegunungan 170 kilometer dalam 19 jam 37 menit pada 2023 lalu dan memecahkan rekor waktu tercepat.
  • Walmsley menekankan ketahanan mental, pengaturan latihan, kualitas tidur, serta kepekaan terhadap sinyal cedera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang paling penting bagi pelari trail?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dalam dunia lari jarak jauh ekstrem, Jim Walmsley punya nama mentereng di ajang internasional. Pelari asal Amerika Serikat kelahiran 1990 ini merupakan pelari pria pertama dari negaranya yang sukses menjuarai ajang paling bergengsi dunia, Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB).

Gelar itu didapat pada 2023 lalu. Bukan sekadar menang, Walmsley melibas jalur pegunungan sejauh 170 kilometer dalam waktu 19 jam 37 menit sekaligus memecahkan rekor waktu tercepat.

Di balik kebugaran fisiknya, ternyata ada rahasia pembentukan mental, disiplin latihan, hingga tips pemulihan dari sang juara dunia. Seperti apa rahasianya? Walmsley membeberkannya secara rinci dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times!

  1. Tempaan mental baja warisan militer AS

    Jauh sebelum menjadi atlet atau pelari profesional, Walmsley merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara AS. Pengalaman hidup dalam komando militer ini membentuk ketahanan mental dan kedisiplinannya menghadapi rute lari ekstrem.

    Kedisiplinan tersebut melatihnya dalam mengendalikan diri dan siap menghadapi berbagai hal di luar dugaan, pola pikir yang krusial saat menyusuri belantara pegunungan selama puluhan jam.

    "Di militer, Anda menyerahkan kendali dan harus membangun ketahanan karena orang lain yang menentukan apa yang Anda lakukan. Memiliki pola pikir sabar dan siap menghadapi tantangan di luar kendali membantu membangun ketahanan saat menghadapi fase naik-turun dalam balapan ultra," kata Walmsley.

  2. Jaga kesegaran otot dan terapkan tidur "di dalam gua"

    Menggeluti olahraga ekstrem seperti ini bukan hanya sekadar memiliki "otot besi dan paru-paru bagaikan mesin". Volume latihan yang tinggi juga harus dibarengi dengan strategi pemulihan yang cerdas dan tepat.

    Walmsley menegaskan pentingnya pembagian volume latihan agar tubuh tidak kehabisan bahan bakar ketika hari perlombaan tiba.

    Selain menurunkan volume latihan secara terstruktur jelang balapan besar, pria berusia 36 tahun ini sangat menjaga kualitas tidur sebagai sarana pemulihan otot paling ampuh. Bahkan, Walmsley punya cara tersendiri dalam memaksimalkan pemulihannya.

    "Secara umum, rutinitas tidur yang baik sangat membantu pemulihan usai balapan. Saya berusaha tidur lebih awal dan membuat kamar tidur menjadi sedingin dan segelap mungkin, mirip seperti berada di dalam gua," ujar Walmsley.

  3. Harus pahami beda rasa sakit kelelahan dan sinyal cedera

    Berlari puluhan jam tentu menyiksa fisik, namun Walmsley tahu kapan harus terus memacu tubuhnya, Ia juga wajib mengerti sinyal dari tubuhnya untuk berhenti sejenak.

    Rasa sakit akibat kelelahan saat balapan, menurut Walmsley, adalah tantangan wajar yang justru memicu insting manusia untuk bertahan. Namun, seorang atlet juga harus memiliki kepekaan yang tinggi.

    Ada satu tips penting yang harus diingat. Jika rasa sakit yang dialami menusuk ke area persendian, itu merupakan sinyal bahaya cedera dan haram hukumnya untuk diabaikan.

    "Sakit akibat cedera kadang sulit diakui. Namun biasanya ada sesuatu yang terasa salah, terutama jika terasa langsung di persendian. Penting untuk mendengarkan tubuh karena kita selalu bisa mengikuti balapan lain tahun depan, tetapi kita hanya memiliki satu tubuh untuk dirawat," ucap Walmsley.

    -
    Potret Jim Walmsley. (Dok. HOKA Indonesia).
  4. Peran penting brand dalam alat tempurnya, sesignifikan apa?

    Karena harus menempuh jalur ekstrem, Walmsley menilai peralatan tempur di tubuh juga harus menunjang. Walmsley pun mengakui kalau karier cemerlangnya tak lepas dari kemitraan bersama merek sepatu lari HOKA.

    Menurutnya, inovasi sepatu dengan bantalan tebal berteknologi foam terbaru sangat efektif meredam benturan dan menjaga otot tidak cepat lelah di medan berat. Masukan dari atlet elit juga dapat meningkatkan kualitas sebuah produk.

    "Penemuan bahwa bantalan ekstra dapat meningkatkan daya tahan karena mengurangi rasa lelah dari waktu ke waktu adalah konsep awal HOKA. Teknologi busa baru yang lebih ringan dan empuk membantu kita tampil lebih efisien, namun pengaplikasiannya di jalur trail yang kompleks membutuhkan masukan berkala dari para atlet," kata pria kelahiran Arizona tersebut.

  5. Penguatan otot dasar dan pergeseran motivasi

    Seiring bertambahnya pengalaman di ajang bergengsi dunia, filosofi berlari Walmsley pun ikut bergeser. Jika dulu cenderung menyerang rute balapan secara agresif, kini Walmsley tampil lebih sabar dan mengandalkan latihan penguatan otot untuk mencegah cedera.

    Tak hanya itu. Walmsley kini juga berharap agar dapat menginspirasi banyak pelari di dunia untuk menekuni olahraga lari lintas alam sebagai gaya hidup sehat, bukan hanya keren-kerenan atau ajang pamer ketangguhan.

    "Hubungan saya dengan olahraga ini telah berubah. Dulu saya sangat termotivasi untuk bertindak agresif di balapan, tetapi sekarang saya menjadi lebih sabar. Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga hobi saya. Lari lintas alam adalah olahraga sehat yang membuat kita lebih aktif dan dekat dengan alam," ujar Walmsley.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More