Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Persija Jakarta Disebut APBD FC Musim Ini, Direktur Klub Meradang
Acara Ngopi Bareng Persija di paruh kedua Super League 2025/26. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menolak julukan 'APBD FC' dan menegaskan kerja sama dengan BUMD dilakukan melalui kolaborasi promosi, bukan bantuan dana cuma-cuma.
  • Prapanca menjelaskan kolaborasi dengan BUMD seperti PAM Jaya dan Bank Jakarta bertujuan memperkenalkan program serta mendukung rebranding perusahaan daerah kepada masyarakat.
  • Kerja sama Persija dengan BUMD merupakan bagian dari komitmen Gubernur Pramono Anung untuk menjadikan Jakarta lebih Persija dan memperkuat citra kota menuju global city.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, meradang dengan sebutan 'APBD FC' yang disematkan warganet pada tim Macan Kemayoran. Sebuah julukan yang cukup telak.

Julukan ini muncul karena di Super League 2025/26 ini, Persija menjalin kerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta, seperti MRT, Transjakarta, Bank Jakarta, dan PAM Jaya.

"Agak risih juga mendengarnya. Saya juga tidak tahu itu dari buzzer, fans, atau provokator. Karena di media sosial sekarang orang bisa berbicara apa saja,” ujar Prapanca dalam acara Ngopi Bareng Persija, Selasa (10/3/2026).

1. Prapanca pun memberikan penjelasan

Acara Ngopi Bareng Persija di paruh kedua Super League 2025/26. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Prapaca pun menjelaskan, dukungan dari sejumlah BUMD itu tidak diberikan secara cuma-cuma. Di dalamnya, ada bentuk kolaborasi promosi dan sosialisasi program dari BUMD itu kepada masyararkat.

Sebagai contoh, kerja sama dengan PAM Jaya dilakukan untuk memperkenalkan berbagai program perusahaan air minum daerah tersebut kepada masyarakat Jakarta.

“Selama ini banyak warga yang tidak tahu program-program PAM. Maka perlu sosialisasi programnya, dan Persija menjadi salah satu kanal untuk menyampaikan itu kepada masyarakat,” ujar Prapanca.

Hal serupa juga berlaku untuk Bank Jakarta, yang saat ini tengah menjalani proses rebranding. Menurut Prapanca, perubahan nama tersebut membutuhkan strategi promosi, dan Persija dipilih sebagai medium promosi yang efektif.

“Setiap perusahaan yang melakukan rebranding pasti punya anggaran promosi. Bank DKI yang berubah menjadi Bank Jakarta juga demikian. Persija yang dikenal luas di Jakarta dan nasional dipilih sebagai salah satu medium promosi,” kata Prapanca.

2. Upaya menjadikan Jakarta lebih Persija

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam MOU Bank Jakarta Dan Persija/ Pemprov DKI

Prapanca juga menyebut, masifnya kerja sama Persija dengan BUMD di musim 2025/26 ini merupakan bagian dari komitmen dari Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Dia ingin Jakarta lebih Persija.

"Setelah Pak Gubernur dilantik, beliau menyampaikan ingin Jakarta lebih Persija. Kemudian saya dipanggil untuk membicarakan apa saja yang bisa dikolaborasikan, salah satunya kerja sama dengan BUMD,” ujar Prapanca.

3. Bagian dari sinergi Persija dan Jakarta

Meet and greet Persija bersama Bank Jakarta dan Jakmania. (Dok. Persija)

Lebih jauh, Prapanca juga menyebut segala kolaborasi dengan BUMD ini merupakan bagian dari sinergi Persija dann Jakarta. Lewat Persija, Jakarta bisa memperkenalkan diirir secara lebih luas, dengan visi menjadi kota global.

"Persija adalah klub yang sangat dikenal oleh masyarakat Jakarta. Karena itu, bisa menjadi salah satu kanal untuk menyosialisasikan berbagai program Jakarta menuju global city," ujar Prapanca.

Editorial Team