Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pengguna Nomor 7 Terakhir Manchester City sebelum Iliman Ndiaye

5 Pengguna Nomor 7 Terakhir Manchester City sebelum Iliman Ndiaye
Suasana Etihad Stadium yang menjadi markas klub Premier League Inggris, Manchester City. (unsplash.com/Jonny Gios)
  • Manchester City merekrut Iliman Ndiaye dari Everton seharga 65 juta euro dengan kontrak hingga 2031, lalu memberikan nomor punggung 7 kepadanya.
  • Nomor 7 sebelumnya dipakai Omar Marmoush, yang dipinjamkan ke Tottenham pada musim panas 2026 setelah mencatat 16 gol dalam 62 laga bersama City.
  • Pemilik nomor 7 terdahulu mencakup Joao Cancelo, Raheem Sterling, James Milner, dan Stephen Ireland; Sterling meraih empat gelar Premier League selama mengenakannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Iliman Ndiaye menjadi salah satu komoditas panas pada bursa transfer musim panas 2026. Banyak klub yang mengincarnya. Namun, Manchester City yang pada akhirnya berhasil mengamankan tanda tangan pemain Senegal itu. Harga kepindahannya mencapai 65 juta euro (sekitar Rp1,5 triliun) dengan kontrak berdurasi 5 tahun atau sampai 2031 menurut laporan dari pakar transfer dunia, Fabrizio Romano.

Keseriusan Manchester City ini berlanjut dengan memberinya nomor punggung keramat, nomor punggung 7. Berdasarkan data dari Transfermarkt, sedikitnya ada lima pengguna terakhir nomor punggung 7 di Manchester City sebelum Iliman Ndiaye. Siapa saja mereka?

  1. 1. Omar Marmoush gagal tampil maksimal sehingga harus rela dipinjamkan pada musim panas 2026

    Omar Marmoush seyogianya masih menjadi bagian dari Manchester City. Kontraknya berlaku sampai 2029. Namun, The Cityzens memilih meminjamkannya kepada Tottenham Hotspur pada musim panas 2026. Keputusan tersebut lantas membuatnya harus merelakan nomor punggung 7 dipakai Iliman Ndiaye.

    Keputusan peminjaman ini ditengarai kurang memuaskannya performa Marmoush di atas lapangan. Pasalnya, Penyerang asal Mesir itu baru mencatatkan 62 laga di semua ajang. Namun, dia hanya mampu mencetak 16 gol.

  2. 2. Joao Cancelo sudah jarang mendapatkan kepercayaan pada akhir kariernya di Manchester City

    Joao Cancelo pernah menjadi salah satu pilar andalan Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola. Dia merupakan tipe bek sayap modern yang tidak hanya kokoh dalam bertahan, tetapi juga lihai dalam membantu serangan. Namun, penurunan performa membuat pemain asal Portugal itu perlahan tersisihkan dari skuad utama.

    Puncaknya terjadi pada 2022/2023, tepatnya saat dirinya mulai mengenakan nomor punggung 7. Cancelo masih ingin menjadi pilihan utama di lini kiri pertahanan. Namun, karena Pep Guardiola tak dapat memberikannya jaminan menit bermain, dia akhirnya dipinjamkan kepada Bayern Munich pada paruh kedua musim itu demi mendapatkan porsi tampil yang lebih banyak.

  3. 3. Masa keemasan Raheem Sterling terjadi saat berseragam The Cityzens

    Raheem Sterling menjadi pemilik nomor punggung 7 dengan masa bakti terpanjang dalam daftar ini. Dia mengenakan nomor keramat ini sejak awal kedatangannya pada 2015 hingga akhirnya memutuskan hengkang pada 2022. Selama 7 tahun itu, Sterling berhasil mengukir tinta emas sebagai salah satu pemain paling berkontribusi dalam sejarah The Cityzens.

    Sterling berhasil meraih berbagai gelar juara. Sumbangsihnya membuahkan koleksi 4 trofi English Premier League (EPL), 5 trofi Piala Liga, 1 trofi Piala FA, dan 1 trofi Community Shield. Tak hanya itu, dia juga pernah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik 2019 versi Football Writers' Association (FWA) atas penampilan luar biasanya di lapangan bersama Manchester City.

  4. 4. James Milner meraih gelar juara EPL pertamanya bersama Manchester City

    Melalui unggahan akun Instagram pribadinya, James Milner resmi mengumumkan gantung sepatu. Pengumuman itu terjadi pada Juni 2026. Hal ini pun menandai berakhirnya perjalanan karier luar biasa yang telah dijalaninya selama 24 tahun.

    Menariknya, Milner tercatat tidak pernah sekali pun berkarier di luar Inggris. Kariernya selalu berpindah-pindah dari satu klub Inggris ke klub lainnya, termasuk Manchester City. Bersama The Citizens, dia berhasil merengkuh berbagai gelar juara, salah satunya trofi English Premier League (EPL) pada 2011/2012, yang diraih secara dramatis lewat gol Sergio Aguero pada menit-menit akhir saat Manchester City melawan Queens Park Rangers.

  5. 5. Stephen Ireland bertransformasi di bawah asuhan deretan pelatih kenamaan selama di Manchester City

    Stephen Ireland mulai menembus skuad utama Manchester City pada 2005. Pada awal kemunculannya, gelandang asal Irlandia itu mengenakan nomor punggung 38. Dia baru beralih menggunakan nomor punggung 7 pada 2006 dan terus mengenakannya secara konsisten hingga masa baktinya berakhir pada 2010.

    Selama 5 tahun membela The Citizens, perjalanan karier Ireland diwarnai pergantian beberapa juru taktik kenamaan. Stuart Pearce menjadi sosok penting yang pertama kali memercayai bakatnya sampai mempromosikannya ke tim utama. Setelah era Pearce, kemampuannya terus dipoles deretan pelatih kelas dunia lainnya, seperti Sven-Goran Eriksson, Mark Hughes, hingga Roberto Mancini.

    Iliman Ndiaye datang ke Etihad Stadium bukan dengan status sebagai bintang besar. Dia hanyalah pemain yang bermain untuk klub papan tengah EPL, Everton. Namun, dengan balutan jersey bernomor punggung 7, sang pemain berpeluang untuk mengukir cerita manisnya sendiri bersama The Citizens.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More