Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pipas: Camilan Ikonik di Tribune Sepak Bola Spanyol

Pipas atau kuaci camilan khas penonton sepak bola Spanyol
Pipas atau kuaci camilan khas penonton sepak bola Spanyol (IDN Times/Margith Damanik)
Intinya sih...
  • Pipas menjadi camilan ikonik di tribune sepak bola Spanyol
  • Cara unik konsumsi pipas dengan memisahkan kulit dan biji menggunakan gigi
  • Popularitas pipas menimbulkan masalah sampah di stadion, beberapa klub melarang konsumsinya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bilbao, IDN Times - Di pusat kebudayaan sepak bola Eropa, ada tradisi unik yang hampir selalu muncul di tribune stadion. Bukan hanya sorak-sorai para penggemar, yel-yel, atau bendera yang berkibar, tetapi juga bunyi “crack–crack” saat para suporter memecahkan biji bunga matahari di mulut mereka. 

Camilan sederhana yang dikenal dengan nama pipas ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman menonton sepak bola di Spanyol. Lebih dari sekadar makanan ringan, Pipas seolah menjadi ritual tak terpisahkan yang menemani penggemar untuk terus semangat menonton pertandingan. 

Namun, di balik popularitasnya, Pipas juga telah memicu perdebatan sengit antara nostalgia budaya dan tantangan kebersihan modern. Saat banyak suporter merasa kehilangan “ritual” mereka, beberapa klub mulai mengambil langkah drastis untuk mengatur konsumsi camilan tersebut di stadion. 

1. Pipas yang Ikonik

Pipas atau kuaci camilan khas penonton sepak bola Spanyol
Pipas atau kuaci camilan khas penonton sepak bola Spanyol (IDN Times/Margith Damanik)

IDN Times berkesempatan untuk nonton langsung pertandingan sepak bola bertajuk Derby Basque antara Athletic Club Bilbao kontra Real Sociedad di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol pada 1 Februari 2026 lalu. Dalam kunjungan bersama LALIGA ini, IDN Times berkesempatan untuk merasakan langsung menjadi penonton sepak bola di San Mames lengkap dengan melakukan sejumlah kebiasaan uniknya.

Sebelum pertandingan dimulai, saya mengunjungi salah satu stand yang ada di luar Stadion. Membeli kuaci, camilan biji matahari, atau Pipas, biasa orang Spanyol menyebutnya. Bukan iseng, tapi ingin mencoba melakukan kebiasaan kecil penikmat sepak bola Spanyol.

2. Cara konsumsi yang unik

Pipas atau kuaci camilan khas penonton sepak bola Spanyol
Pipas atau kuaci camilan khas penonton sepak bola Spanyol (IDN Times/Margith Damanik)

Pipas biasa menjadi teman para penggemar bola saat menonton di Stadion. Camilan dengan harga kurang lebih satu hingga dua Euro per bungkus itu dinikmati dengan cara yang unik. 

Orang-orang akan memakan kuaci tersebut dan memisahkan kulit dan biji dengan gigi mereka. Setelahnya, kulit kuaci akan dilepeh seperti meludah ke bagian bawah kursi.

Rutinitas ini menciptakan suasana khas tribune yang rasanya tidak banyak ditemukan di negara lain. 

Tidak ada yang bisa menjelaskan secara pasti kenapa kuaci menjadi camilan khas penonton sepak bola spanyol. Namun, rasanya masuk akal karena cara mengonsumsinya cukup membantu untuk mengusir rasa tegang selama menikmati pertandingan sepak bola.

3. Sempat jadi masalah

ilustrasi kuaci
ilustrasi kuaci (pixabay.com/nonnatthapat)

Namun, popularitas pipas bukan tanpa masalah. Sampah kulit biji kuaci yang tercecer di bawah kursi menjadi isu tersendiri bagi beberapa klub.

Salah satu klub yang akhirnya memutuskan larangan mengonsumsi Pipas adalah Elche CF. Pipas dilarang diperjualbelikan dan dikonsumsi di dalam Stadion mereka. Melansir ESPN, Elche menyebutkan sampah kulit pipas menyebabkan pipa saluran tersumbat, merusak kursi, hingga meningkatkan biaya perawatan. 

Langkah tersebut menimbulkan pro-kontra. Beberapa pihak sepak bola mendukung inisiatif kebersihan ini, sementara lainnya merasa tindakan ini seolah menghilangkan budaya suporter yang sudah mengakar.  Beberapa klub lainnya menawarkan solusi berbeda. Real Sociedad misalnya. Euro Weekly News menuliskan Real Sociedad membagikan kantong yang bisa digunakan para penggemar untuk membuang kulit pipas, atau bahkan mengolahnya menjadi kompos sebagai solusi kreatif terhadap masalah sampah stadion. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Sport

See More

Akhirnya, Fans MU Harus Rela Gagal Cukur Rambut Lagi

11 Feb 2026, 08:36 WIBSport