Duel Vinicius Junior (kanan) dengan Achraf Hakimi (kiri) di tengah laga Brasil kontra Maroko, Minggu pagi (14/6/2026) (AFP / Charly Triballeau)
Laga perempat final Piala Dunia 2026 ini akan menjadi benturan antara efisiensi serangan mematikan melawan organisasi pertahanan paling rapat. Prancis saat ini memimpin statistik Expected Goals (xG) tertinggi di turnamen dengan rata-rata 2,15 gol per laga, sebuah bukti betapa tajamnya lini serang Les Bleus yang dimotori Kylian Mbappe.
Namun, agresivitas juara dunia dua kali ini akan membentur tembok kokoh Singa Atlas. Skuad asuhan Mohamed Ouahbi tercatat sebagai tim dengan rekor pertahanan terbaik yang hanya kebobolan rata-rata 0,4 gol per pertandingan berkat disiplin blok rendah yang sangat solid.
Di sektor lini tengah, analisis Squawka menyoroti pentingnya keunggulan transisi kedua tim yang akan menjadi kunci permainan. Maroko terbukti sangat berbahaya dalam merebut bola di sepertiga akhir lapangan (final third regains) dengan rata-rata 6,8 kali per laga, di mana gelandang muda Ayyoub Bouaddi menjadi motor lewat akurasi umpan ke depan yang mencapai 89,3 persen.
Di kubu seberang, Prancis mengandalkan keunggulan fisik dan duel satu lawan satu dengan memenangkan 58 persen ground duels, statistik krusial yang siap meredam agresivitas serangan balik cepat Maroko.
Secara rekor pertemuan (head-to-head), Prancis masih unggul secara psikologis berkat kemenangan 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2022 lalu. Data historis menunjukkan, Maroko mendominasi penguasaan bola hingga 61% kala itu, Prancis justru keluar sebagai pemenang berkat efisiensi taktik serangan balik kilat yang mengeksploitasi ruang kosong di lini belakang lawan.
Skenario taktis serupa diprediksi akan kembali tersaji di Amerika Serikat, di mana tim yang paling minim melakukan kesalahan saat transisi akan mengunci tiket ke semifinal.
Pada fase ini, tidak ada lagi ruang untuk bermain aman atau menargetkan hasil imbang. Kekalahan akan langsung menghentikan langkah salah satu tim di tanah Amerika. Realitas krusial inilah yang membuat kedua tim diprediksi akan tampil habis-habisan demi menjaga gengsi dan meraih tiket ke babak empat besar.
Bentrokan di perempat final Piala Dunia 2026 ini dipastikan akan menyajikan tontonan dengan tensi tinggi. Mulai dari kafe-kafe di sepanjang jalan Champs-Elysees hingga sudut-sudut kota Casablanca, publik bersiap menyaksikan laga yang penuh ketegangan.
Apakah Prancis yang mampu mempertahankan dominasi mereka, atau Maroko yang berhasil membalas kekalahan masa lalu sekaligus mengukir sejarah baru? Pembuktiannya akan tersaji sepenuhnya di atas lapangan hijau.
Prakiraan susunan pemain Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026.
Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Manu Kone, Adrien Rabiot; Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue; Kylian Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps
Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Chadi Riad, Issa Diop, Noussair Mazraoui; Ayyoub Bouaddi, Yassine El Aynaoui; Bilal El Khannouss, Azzedine Ounahi, Brahim Diaz; Soufiane Rahimi.
Pelatih: Mohamed Ouahbi.