Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prediksi Yordania vs Aljazair: Duel Persaudaraan Penuh Tekanan

Prediksi Yordania vs Aljazair: Duel Persaudaraan Penuh Tekanan
Penampilan artis mewarnai upacara pembukaan sebelum pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City Stadium, 11 Juni 2026. (Foto: YURI CORTEZ/AFP)
Intinya Sih
  • Laga Yordania vs Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026 menjadi duel penting dua negara Arab yang sama-sama butuh kemenangan demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.
  • Pelatih Yordania, Jamal Sellami, menekankan semangat persaudaraan Arab namun tetap waspada terhadap kebangkitan Aljazair yang memiliki lini serang cepat dan berpengalaman.
  • Secara pengalaman, Aljazair unggul dengan sejarah tampil di Piala Dunia sebelumnya, sementara Yordania menjalani debutnya dan berusaha mencetak sejarah lewat performa disiplin dan efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Yordania dan Aljazair membawa lebih dari sekadar ambisi saat bertemu pada laga kedua Grup J Piala Dunia 2026. Dua negara Arab yang memiliki hubungan sejarah dan kedekatan budaya itu kini harus berperang di lapangan hijau agar tak cepat angkat koper.

Duel Yordania vs Aljazair dalam laga Grup J yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium, Selasa (23/6/2026), menjadi penentu nasib mereka dalam persaingan menuju fase gugur Piala Dunia 2026.

Keduanya menjadi pesakitan di laga pertama. Yordania harus bangkit setelah kalah 1-3 dari Austria pada laga pertama. Sementara Aljazair juga berada dalam tekanan usai mendapat pukulan telak 0-3 dari Argentina.

Kekalahan kembali bukan pilihan bagi kedua tim. Tiga poin menjadi target utama agar mimpi tampil lebih jauh di Piala Dunia 2026 tetap terjaga.

Di luar persaingan di lapangan, Yordania dan Aljazair memiliki ikatan panjang sebagai sesama negara Arab. Keduanya memiliki hubungan yang erat dalam sejarah perkembangan bangsa Arab.

Pertandingan Yordania vs Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026 pun dipastikan menyajikan drama besar. Dua negara Arab, satu tujuan: menjaga harapan tetap hidup menuju fase gugur.

Table of Content

1. Romantisme Arab di laga Yordania melawan Aljazair

1. Romantisme Arab di laga Yordania melawan Aljazair

Pertandingan Yordania vs Aljazair tidak hanya mempertemukan dua tim yang membutuhkan kemenangan, tetapi juga menghadirkan cerita tentang persaudaraan bangsa Arab di panggung Piala Dunia 2026.

Pelatih Yordania, Jamal Sellami, menegaskan hubungan kedua negara tetap terjaga meski mereka harus bersaing di lapangan.

“Di luar lapangan, kami adalah saudara. Kami saling menyayangi dan pertandingan ini akan mencerminkan semangat persaudaraan bangsa Arab," ujar Sellami tentang Aljazair, dilansir The Star.

Namun, Sellami sadar pertandingan nanti tidak akan berjalan mudah. Yordania ingin membuktikan debut mereka di Piala Dunia 2026 bukan sekadar kejutan, sedangkan Aljazair berusaha mengembalikan reputasi sebagai salah satu kekuatan sepak bola Afrika.

Bagi Yordania, kemenangan bisa menjadi langkah bersejarah. Sementara bagi Aljazair, tiga poin menjadi jalan untuk bangkit setelah hasil buruk melawan Argentina.

2. Yordania waspadai kebangkitan Aljazair

Setelah sempat mengalami tekanan pada laga debut, Yordania mengaku sudah lebih siap menghadapi Aljazair. Sellami meminta para pemainnya tampil percaya diri dan tidak terbebani situasi klasemen.

Menurutnya, penampilan di lapangan menjadi hal terpenting dibanding sekadar memikirkan hasil akhir.

“Yang lebih penting daripada hasil atau hal lainnya adalah bagaimana kami tampil di lapangan dan menunjukkan wajah terbaik serta terhormat dari Tim Nasional Yordania," katanya.

Di sisi lain, Sellami menilai Aljazair tetap menjadi lawan berbahaya meski kalah telak dari Argentina. Ia meminta anak asuhnya tidak melihat hasil pertandingan sebelumnya sebagai gambaran kekuatan Les Fennecs.

“Mereka bermain melawan juara dunia. Tim Aljazair memiliki lini serang yang kuat, cepat, dan dihuni pemain-pemain penting, termasuk mereka yang berada di bangku cadangan,” ujarnya.

Dengan tekanan besar di Grup J Piala Dunia 2026, duel Yordania vs Aljazair diprediksi berlangsung ketat. Kedua tim tidak hanya mengejar tiga poin, tetapi juga berjuang mempertahankan mimpi melangkah lebih jauh di turnamen.

3. Statistik Yordania vs Aljazair: Les Fennecs Unggul Pengalaman

Secara pengalaman di Piala Dunia, Aljazair berada satu tingkat di atas Yordania. Les Fennecs sudah beberapa kali tampil di turnamen terbesar dunia, termasuk saat lolos ke 16 besar di edisi 2014, sementara Yordania baru mencatatkan debutnya pada Piala Dunia 2026.

Secara pengalaman turnamen, Aljazair datang dengan modal lebih besar. Les Fennecs memiliki sejarah panjang di Piala Dunia dan terakhir tampil di edisi 2014, ketika mereka berhasil mencapai babak 16 besar. Sementara itu, Yordania sedang menikmati debut mereka di panggung terbesar sepak bola dunia.

Meski begitu, statistik laga pertama menunjukkan kedua tim memiliki masalah serupa. Yordania kalah 1-3 dari Austria, sedangkan Aljazair harus menyerah 0-3 dari Argentina setelah kesulitan membendung serangan juara bertahan.

Dinukil Squawka, Pertemuan Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026 akan menjadi duel kompetitif menarik karena kedua tim belum pernah bertemu di ajang sebesar ini. Duel kedua negara berjalan cukup berimbang dan tidak ada tim yang benar-benar dominan.

Duel Yordania vs Aljazair pun diprediksi tidak hanya ditentukan oleh nama besar atau pengalaman. Efektivitas serangan, disiplin pertahanan, dan kemampuan mengelola tekanan akan menjadi faktor penting untuk menentukan siapa yang tetap menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Prakiraan Susunan Pemain Yordania vs Aljazair

Yordania (3-4-3):
Yazeed Abulaila; Ehsan Haddad, Yazan Al-Arab, Abdallah Nasib; Mohannad Abu Taha Noor, Nizar Al-Rashdan, Noor Al-Rawabdeh, Ihsan Haddad; Odeh Al-Fakhouri, Ali Olwan Mousa Al-Taamari.

Pelatih: Jamal Sellami

Aljazair (4-3-3):
Luka Zidane; Rayan Ait-Nouri, Ramy Bensebaini, Aissa Mandi, Rafik Belghali; Nabil Bentaleb, Ibrahim Maza, Hicham Boudaoui; Fares Chaibi, Amine Gouiri, Anis Hadj Moussa.

Pelatih: Vladimir Petkovic

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
Eddy Rusmanto
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More