Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Latih Prancis, Zidane Mampu Jinakkan Skuad Bertabur Bintang?

Latih Prancis, Zidane Mampu Jinakkan Skuad Bertabur Bintang?
Mantan pemain Timnas Prancis, Zinedine Zidane (kiri), berpose bersama Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo (kanan), usai konferensi pers perkenalan pelatih baru Les Bleus di Markas FFF, Paris, Selasa (28/7/2026). (LOU BENOIST / AFP)
Intinya Sih
  • Zinedine Zidane resmi menjadi pelatih Timnas Prancis pada 28 Juli 2026, membuka era baru Les Bleus setelah 14 tahun kepemimpinan Didier Deschamps.
  • Zidane tak menjanjikan perubahan total; ia akan berdiskusi dengan pemain, mempertahankan fondasi tim, dan menerapkan pendekatan pragmatis dengan peran nomor 10.
  • Bixente Lizarazu menilai reputasi, kharisma, serta pengalaman Zidane meraih tiga Liga Champions bersama Real Madrid membuatnya ideal menangani skuad Prancis bertabur bintang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Zinedine Zidane telah diumumkan sebagai pelatih anyar Timnas Prancis, pada Selasa (28/7/2026). Perkenalan Zidane menandai era baru Les Bleus setelah 14 tahun berada di bawah nahkoda Didier Deschamps.

BBC melansir, perkenalan Zidane mendapat antusiasme luar biasa dari publik dan para pemain. Pertanyaannya, mampukah Zidane menjawab ekspektasi selangit yang kini menempel di pundaknya tersebut?

1. Zidane pantang beri janji manis, gak bongkar fondasi skuad

Zidane memilih untuk tidak mengumbar janji berlebihan di awal masa jabatannya. Zidane menegaskan untuk melakukan beberapa pendekatan yang berbeda dari era Deschamps, tanpa harus membongkar fondasi yang terbentuk dengan kokoh.

Pria yang akrab disapa Zizou itu akan lebih dulu menggelar pertemuan dengan para pemain Les Bleus. Zidane harus membahas rencananya di atas lapangan.

"Saya tidak bisa menjelaskan hanya dalam beberapa kata bagaimana kami akan menang. Saya harus datang, bertemu para pemain, lalu menjelaskan rencana saya kepada mereka. Setelah itu, tugas saya adalah memastikan tim ini terus meraih kemenangan. Saya akan mencoba melakukan apa yang saya kuasai, tetapi ini juga bukan perubahan total," kata Zidane dikutip dari BBC.

2. Zidane bawa gaya main nomor 10

Fakta menariknya, Zidane dan Deschamps merupakan bagian dari skuad Prancis ketika menjuarai Piala Dunia 1998. Adaptasi di ruang ganti diprediksi tidak akan sulit, karena keduanya memiliki sejumlah kesamaan dalam filosofi kepelatihan.

Mereka dikenal pragmatis dan memberikan kebebasan kepada para pemainnya ketika memasuki fase menyerang. Hal ini juga diterapkan Deschamps sepanjang Piala Dunia 2026. Mereka tampil begitu garang sejak fase grup, sebelum langkahnya dihentikan Spanyol di semifinal.

Selain memoles fondasi Deschamps, Zidane mengisyaratkan akan mempertahankan peran pemain "nomor 10" yang sukses dimainkan oleh Michael Olise.

"Saya dulu bermain sebagai nomor 10. Yang memotivasi saya adalah permainan dan mencetak gol," ujar Zidane.

3. Sosok sempurna penjinak ego ruang ganti

Bixente Lizarazu, kompatriot Zidane di Piala Dunia 1998, meyakini kalau Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) sudah tepat. Pria berusia 54 tahun diklaim sebagai sosok paling ideal untuk menangani skuad mewah Les Bleus.

Reputasi dan kharisma Zidane sebagai legenda sepak bola dinilai lebih dari cukup untuk membuat para bintang seperti Olise, Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Desire Doue menaruh rasa hormat.

Zidane pernah membuktikannya ketika melatih Real Madrid periode 2016-2018 dan 2019-2021. Prestasi paling prestisiusnya adalah hat-trick gelar Liga Champions. Setelah Zidane pergi, ruang ganti Los Blancos sering retak. Sederet pelatih yang didatangkan gagal menjinakkan para pemain bintangnya.

"Dia lebih dari sekadar pantas untuk menangani Les Bleus, mengingat apa yang dilakukannya di Real Madrid dengan pemain-pemain hebat dan ego besar," puji Lizarazu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More