Paman Lamine Yamal Sindir Kemenangan Harry Kane di Ballon d'Or 2026

Abdul Abdellaoui mengkritik kemenangan Harry Kane dan menilai Lamine Yamal lebih layak meraih Ballon d'Or 2026.
Abdellaoui menyoroti usia Yamal, pencapaiannya bersama Barcelona dan Spanyol, serta peluangnya meraih penghargaan pada masa mendatang.
Dalam voting, Kane berada di posisi pertama, Kylian Mbappe kedua, dan Yamal ketiga dengan selisih poin yang sangat tipis.
Jakarta, IDN Times - Kemenangan Harry Kane dalam perebutan Ballon d'Or 2026 memicu reaksi dari keluarga Lamine Yamal. Paman Yamal, Abdul Abdellaoui, melontarkan kritik pedas terhadap keputusan yang menempatkan Kane sebagai pemenang.
Kane mencatat sejarah sebagai pemain Inggris pertama dalam 25 tahun yang keluar sebagai pemenang Ballon d'Or. Tepatnya, sejak Michael Owen terakhir memenangkan trofi Ballon d'Or pada 2001 lalu. Namun, bagi Abdellaoui, Yamal seharusnya menjadi pemain yang membawa pulang trofi tersebut.
1. Kecewa, paman Yamal sebut harusnya keponakannya menang

Winger Spanyol, Lamine Yamal, dalam Piala Dunia 2026 (AFP / Etienne Lauren) Abdellaoui tidak menyembunyikan kekecewaannya setelah Kane diumumkan sebagai pemenang Ballon d'Or 2026 dalam seremoni yang digelar di Palladium Theatre, London pada Selasa (27/10/2026) dini hari WIB. Abdellaoui menilai Yamal merupakan pemain terbaik di dunia dan layak mendapatkan penghargaan tersebut tahun ini.
Abdellaoui bahkan membandingkan daya tarik Yamal dengan Kane di hadapan para penggemar sepak bola. Abdellaoui mengakui Kane sebagai pencetak gol hebat, namun kemampuan Yamal dalam menampilkan permainan yang memikat dinilai membuat pemain muda itu lebih pantas menjadi pemenang.
"Sejujurnya, ini sangat menyedihkan. Saya merasa sangat kecewa. Keponakan saya tampil luar biasa, dia adalah pemain terbaik di dunia dan semua orang mengetahuinya. Jika Anda menyukai sepak bola, Anda datang untuk melihat Lamine, bukan Harry Kane," ujar Abdellaoui dalam wawancara dengan El Larguero, mengutip METRO.
Abdellaoui meyakini keponakannya masih punya peluang tahun depan untuk memenangkan penghargaan paling bergengsi tersebut.
"Harry Kane adalah pencetak gol yang hebat, tetapi Lamine adalah pemain terbaik yang bersinar di lapangan. Jika kali ini dia belum beruntung, masih ada tahun depan," kata Abdellaoui.
2. Sindir alasan Harry Kane dimenangkan

Striker Timnas Inggris dan Bayern Munich, Harry Kane, bereaksi usai menerima penghargaan Ballon d'Or 2026 sebagai pesepak bola pria terbaik dunia dalam upacara penganugerahan Ballon d'Or France Football 2026 di Palladium Theatre, London, Inggris, Senin (26/10/2026) waktu setempat. (Foto: AFP/FRANCK FIFE) Paman Yamal menyinggung soal usia Lamine yang masih muda membuat keponakannya itu dirasa masih memiliki banyak kesempatan untuk memenangkan Ballon d'Or di masa mendatang. AbdulAbdellaoui, bahkan menyoroti pencapaian Yamal bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol. Bagi AbdulAbdellaoui, pencapaian tersebut seharusnya menjadi pertimbangan kuat dalam menentukan pemenang Ballon d'Or.
"Karena Lamine masih muda, mereka selalu mengatakan dia masih punya waktu. Usianya 19 tahun, dan itulah mengapa mereka tidak memberikannya penghargaan tersebut. Sementara Harry, ketika kariernya sudah mendekati akhir, mereka mengatakan, 'Ayo, kita berikan penghargaan ini kepadanya'," kata AbdulAbdellaoui.
Meski kecewa dengan hasil tahun ini, AbdulAbdellaoui tetap optimistis Yamal akan memenangkan Ballon d'Or pada masa mendatang. Bahkan, Abdellaoui meyakini Yamal akan memenangkan lebih dari satu trofi Ballon d'Or suatu saat nanti.
"Lamine akan memenangkan lebih dari satu penghargaan ini, tetapi kesedihan itu akan berlalu dalam tiga hari. Dalam beberapa hari, dia akan baik-baik saja," tutur Abdellaoui.
Yamal sendiri tetap membawa pulang penghargaan Young Talent of the Year untuk ketiga kalinya secara beruntun.
3. Lamine Yamal berada di urutan ketiga

Striker Real Madrid, Kylian Mbappe, merayakan gol ke gawang Barcelona (AFP / Josep Lago) Pendapat Abdellaoui menjadi sindiran serius. Menariknya, nama Lamine Yamal tidak menempati urutan kedua alias di bawah Kane dalam raihan voting kandidat pemenang Ballon d'Or.
Melansir laman Instagram Ballon d'Or (@ballondorofficial), Harry Kane berada di urutan pertama dan disusul bintang Prancis yang bermain untuk Real Madrid, Kylian Mbappe, di urutan kedua. Baru lah Lamine Yamal berada pada posisi ketiga.
Bahkan, editor France Football, Vincent Garcia, yang menyelenggarakan penghargaan bergengsi itu, menjelaskan bahwa persaingan ketat bukan terjadi antara Kane dan Yamal melainkan Kane dan Mbappe. Garcia mengungkapkan nama Mbappe sempat memimpin persaingan dalam waktu cukup lama.
"Saya memantau hasilnya secara langsung selama bulan pemungutan suara. Kylian Mbappe memimpin persaingan untuk waktu yang lama, tetapi Harry Kane kembali masuk ke dalam persaingan. Pada akhirnya, semuanya ditentukan oleh selisih poin yang sangat, sangat tipis," kata Garcia mengutip Mirror.













