Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rapor Didier Deschamps Bersama Timnas Prancis di 4 Edisi Piala Dunia

Rapor Didier Deschamps Bersama Timnas Prancis di 4 Edisi Piala Dunia
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, bereaksi setelah kalah dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juli 2026. (AFP/Charly Triballeau)
Intinya Sih
  • Didier Deschamps resmi mengakhiri masa 14 tahun sebagai pelatih Timnas Prancis usai Piala Dunia 2026, setelah memimpin Les Bleus di empat edisi turnamen terbesar dunia itu.
  • Selama kepemimpinannya, Prancis mencapai perempat final pada 2014, juara dunia pada 2018, runner up di 2022, dan finis semifinalis di edisi terakhirnya tahun 2026.
  • Deschamps menutup karier dengan rekor impresif: total 27 laga Piala Dunia bersama Prancis dengan catatan 20 kemenangan, dua imbang, dan lima kekalahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Didier Deschamps resmi mengakhiri kariernya sebagai pelatih Timnas Prancis setelah Piala Dunia 2026. Ia meninggalkan kursi kepelatihan Les Bleus setelah 14 tahun mengabdi. Masa bakti yang panjang, ia telah membersamai Prancis dalam empat edisi Piala Dunia. Begini rapornya sebagai pelatih Prancis ketika di Piala Dunia. 

1. Didier Deschamps membawa Prancis mencapai perempat final Piala Dunia 2014

Piala Dunia 2014 menjadi debut turnamen mayor Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis. Sebelumnya, federasi mengangkatnya sebagai juru taktik pada 2012. Dalam waktu 2 tahun, Deschamps membangun skuad untuk bisa kompetitif dalam turnamen yang dihelat di Brasil ini. Hasilnya cukup menjanjikan dengan Prancis mencapai perempat final. 

Pada fase grup, Prancis menang 3-0 atas Honduras dan menekuk Swiss 5-2. Namun, Prancis ditahan imbang tanpa gol oleh Swiss pada laga terakhir fase grup. Pada babak 16 besar, Prancis menang 2-0 atas Nigeria. Namun, langkah Prancis terhenti di tangan Jerman pada perempat final. Prancis kalah tipis 0-1 dari Jerman setelah dibobol Mats Hummels. 

2. Di Piala Dunia 2018, Didier Deschamps sukses mengantarkan Prancis juara

Prancis menyambut Piala Dunia 2018 dengan optimisme tinggi. Sebelumnya di Euro 2016, Prancis menembus final meski akhirnya kalah dari Portugal. Namun, hal tersebut menjadi modal berharga Didier Deschamps untuk memimpin skuad berkompetisi di Rusia.

Deschamps sukses besar dengan mampu membawa Prancis juara tanpa terkalahkan. Prancis memulai turnamen dengan menang 2-1 atas Australia. Ini diikuti kemenangan tipis 1-0 kontra Peru. Pada laga terakhir fase grup, Prancis meski puas dengan hasil imbang lawan Denmark. 

Ketika fase gugur, Prancis susah payah mengalahkan Argentina dengan skor 4-3. Setelah itu, laju Prancis cukup sulit dengan menang 2-0 atas Uruguay di perempat final. Kemenangan 1-0 atas Belgia membawa Prancis ke final. Pada partai perebutan juara, Prancis impresif dengan mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2. Prancis sukses merengkuh trofi Piala Dunia kedua.  

Keberhasilan juara tersebut juga menghadirkan rekor bagi Deschamps. Ia menjadi sosok ketiga dalam sejarah yang berhasil memenangkan Piala Dunia sebagai pelatih dan pemain. Sebelumnya, ia mengangkat trofi Piala Dunia ketika menjadi kapten pada 1998. Deschamps mengikuti jejak Mario Zagallo bersama Brasil dan Franz Beckenbauer dengan Jerman Barat.

3 Didier Deschamps dan Prancis mesti puas meraih runner up di Piala Dunia 2022

Berstatus juara bertahan, Prancis menembus final Piala Dunia 2022. Didier Deschamps menjadi pelatih keempat yang mampu back-to-back ke final setelah juara. Sejak fase grup, kiprah Prancis cukup terseok-seok. Prancis mampu menang 4-1 atas Australia dan mengalahkan Tunisia 2-1. Setelah itu, Prancis justru takluk dari Tunisia dengan skor 0-1. 

Kendati begitu, Prancis tetap lolos ke fase gugur. Pada babak 16 besar, Prancis mengalahkan Polandia 3-1. Setelah itu, Prancis susah payah menyingkirkan Inggris melalui kemenangan 2-1. Ketika semifinal, Prancis berhasil menumbangkan Maroko 2-0. Sayangnya, Prancis gagal mempertahankan gelar juara setelah menelan kekalahan dramatis kontra Argentina. 

Final Piala Dunia 2022 dianggap sebagai salah satu duel terbaik. Prancis mulanya tertinggal 0-2 pada babak pertama. Namun, mereka bangkit dan menyamakan skor untuk memaksa laga berlanjut ke tambahan waktu. Ketika babak tambahan, Argentina mencetak gol lagi. Hattrick Kylian Mbappe membuat laga berakhir 3-3 dan pemenang mesti ditentukan melalui adu penalti. Nahasnya, Prancis belum beruntung karena mengalami kekalahan dengan skor 2-4. 

4. Di Piala Dunia 2026, Didier Deschamps membawa Prancis hingga ke semifinal

Setelah performa meyakinkan di Piala Dunia 2018 dan 2022, Prancis menyongsong edisi 2026 dengan penuh harapan. Sejak awal turnamen, Prancis menunjukkan statusnya sebagai calon kuat juara. Barisan tajam penyerang mereka membuat tim-tim yang dihadapi bertekuk lutut. Di fase grup, Prancis tidak terkalahkan menang 3-1 atas Senegal dan mengalahkan Irak tiga gol tanpa balas. Ini diikuti kemenangan 4-1 atas Norwegia untuk finis sebagai juara grup.

Memasuki fase gugur, Prancis tanpa ampun mendepak Swedia dengan kemenangan 3-0. Pada babak 16 besar, Prancis cukup kesulitan mengalahkan Paraguay. Beruntungnya, penalti Kylian Mbappe membuat Prancis menang 1-0. Laju Prancis di perempat final juga meyakinkan dengan mengalahkan Maroko dengan skor 2-0. Namun, petaka menghampiri mereka di semifinal ketika bersua Spanyol. Kolektivitas Spanyol membuat kreativitas Prancis mandek sehingga kalah 0-2. Pada partai perebutan tempat ketiga kontra Inggris, Prancis juga kalah dengan skor 4-6. 

Dalam empat edisi tersebut, Deschamps berhasil membawa Prancis kompetitif hingga juara. Kendati belum mampu juara pada akhir kariernya, Deschamps pergi dengan sejumlah rekor impresif. Ia menjadi pelatih dengan laga terbanyak di Piala Dunia setelah total 27 kali memimpin Les Bleus. Dari jumlah tersebut, Prancis meraih 20 kemenangan, 2 keimbangan, dan 5 kekalahan. Dengan statistik ini, Deschamps meninggalkan Prancis sebagai legenda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More