Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Misi Kompany Antar Bayern ke Final Liga Champions: Bungkam Keraguan

Misi Kompany Antar Bayern ke Final Liga Champions: Bungkam Keraguan
Striker Bayern Munich, Harry Kane, usai laga kontra Real Madrid (AFP / Pierre-Philippe Marcou)
Intinya Sih
  • Bayern Munich dan PSG berebut tiket final Liga Champions 2025/26, dengan Arsenal sudah menunggu di partai puncak.
  • Vincent Kompany menegaskan tekad Bayern untuk membungkam keraguan publik dan menjadikan laga semifinal sebagai kado manis bagi fans.
  • Bayern wajib menang minimal dua gol atas PSG untuk lolos langsung ke final, atau lanjut ke perpanjangan waktu jika hanya unggul satu gol.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Bayern Munich dan Paris Saint-Germain (PSG) akan memperebutkan satu tiket ke final Liga Champions UEFA musim 2025/26, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Pemenang laga ini sudah ditunggu Arsenal di partai puncak.

Laga ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. PSG ingin menegaskan statusnya sebagai juara bertahan sekaligus melaju ke final secara back-to-back, sementara Bayern bertekad membungkam keraguan.

1. Kompany sebut banyak yang ragukan Bayern

Pelatih Bayern, Vincent Kompany, menyebut banyak pihak yang meragukan anak-anak asuhnya bisa mencapai final Liga Champions musim ini. Pengakuan yang mengejutkan, mengingat Bayern tampil begitu eksplosif sejak awal musim.

Mereka menuntaskan fase liga sebagai runner-up, terpaut tiga poin dari Arsenal selaku pemuncak. Namun, pencapaian Die Roten hingga titik ini sudah cukup untuk membungkam keraguan tersebut.

"Di awal musim, mungkin tidak banyak yang percaya kami masih punya peluang mencapai final. Tetapi, sekarang kami ada di sini (semifinal), kami telah melalui banyak momen spesial. Dan saya pikir para fans percaya kami bisa melakukannya," kata Kompany di laman resmi UEFA.

2. Siap berikan kado manis

Kompany mengajak anak-anak asuhnya untuk menjadikan duel di Allianz Arena ini sebagai kado manis untuk The Bavarians. Terlebih, sudah tak pernah mencapa final Liga Champions, sejak mengangkat trofi Si Kuping Besar pada 2019/20.

"Kami ingin menjadikannya momen yang tak terlupakan!" ucap Kompany dengan penuh optimistis.

3. Skenario Bayern ke final

Untuk menantang Arsenal di Budapest, Bayern harus mengalahkan PSG dengan selisih minimal dua gol. Skenario itu harus ditempuh, karena mereka kalah 4-5 pada leg pertama di Paris.

Jika menang dengan selisih satu gol dalam waktu 2x45 menit, laga akan berlanjut ke perpanjangan waktu. Jika agregat tetap imbang, pemenang akan ditentukan lewat adu penalti.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Related Articles

See More