Romelu Lukaku memainkan peran yang tidak biasa untuk Belgia di Piala Dunia 2026. Top skor sepanjang masa Belgia (92 gol) tersebut hanya bertugas sebagai pelapis akibat kondisi fisik yang belum ideal. Namun, striker kidal setinggi 1,9 meter itu justru mampu bertindak sebagai supersub sehingga tim mencapai 16 besar. Belgia akan menjalani babak ini dengan melawan Amerika Serikat (AS) di Seattle Stadium pada Selasa (7/7/2026) pagi WIB. Kelayakan dan kesiapan Lukaku untuk bermain sebagai starter menjadi perdebatan menarik.
Apakah Romelu Lukaku Layak Jadi Starter Lawan Amerika Serikat?

1. Romelu Lukaku hanya bermain selama 64 menit bersama Napoli sepanjang 2025/2026
Kondisi fisik tidak ideal Romelu Lukaku di Piala Dunia 2026 disebabkan cedera hamstring yang menyerangnya sepanjang 2025/2026. Pria kelahiran 13 Mei 1993 itu cuma bermain selama 64 menit bersama Napoli dalam semusim. Dengan situasi seperti ini, Lukaku bahkan beruntung masih dipilih Rudi Garcia untuk terbang ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Ketika mengumumkan skuadnya pada Mei 2026, pelatih asal Prancis itu menyatakan secara terbuka bahwa Lukaku memang tidak dalam bentuk terbaik. Namun, Garcia memutuskan untuk tetap membawa Lukaku karena masih menganggapnya sebagai striker terbaik yang Belgia punya. Lukaku menjawab kepercayaan dengan mencetak 1 gol dan 1 assist dalam 2 laga uji coba terakhir.
2. Romelu Lukaku sudah terlibat dalam empat gol di Piala Dunia 2026
Rudi Garcia menegaskan Romelu Lukaku tidak bisa bermain sebagai starter di Piala Dunia 2026 dalam konferensi pers menjelang laga perdana melawan Mesir. Garcia pun berharap anak asuhnya itu bisa menjadi supersub setiap kali mendapat kesempatan. Empat pertandingan kemudian, Lukaku memenuhi permintaan Garcia tersebut.
Lukaku menyelamatkan Belgia dari kekalahan dalam pertandingan kontra Mesir. Mereka tertinggal akibat gol Emam Ashour pada menit 19. Lukaku lantas menggantikan Charles De Ketelaere pada menit 66. Beberapa detik kemudian, ia menyebabkan hadirnya gol penyama kedudukan. Pergerakannya untuk menyambut crossing Thomas Meunier membuat Mohamed Hany melakukan bunuh diri.
Lukaku kemudian menyumbang 1 gol dan 1 assist kala Belgia membantai Selandia Baru 5-1. Ia masuk ke lapangan pada menit 85 untuk menggantikan De Ketelaere. Lukaku berhasil mencetak gol pada sentuhan pertamanya dengan menanduk crossing Nicolas Raskin. Penggawa dengan nomor punggung 9 ini lantas memberikan umpan untuk Alexis Saelemaekers pada menit 90+4.
Puncaknya, Lukaku menginisiasi kemenangan comeback dramatis Belgia atas Senegal pada 32 besar. Ia mulai beraksi pada awal babak kedua usai menggantikan De Ketelaere. Saat itu, Belgia tertinggal 0-2. Lukaku memangkas ketertinggalan dengan menyelesaikan umpan tarik Meunier pada menit 86. Youri Tielemans menyamakan kedudukan melalui sundulan 3 menit berselang. Kapten tim itu akhirnya mencetak gol kemenangan pada detik-detik penghabisan babak tambahan usai mengeksekusi hadiah penalti yang berasal dari pelanggaran Lamine Camara kepada dirinya.
3. Romelu Lukaku bermain mengecewakan saat menjadi starter melawan Iran
Romelu Lukaku sebetulnya sudah pernah bermain sebagai starter di Piala Dunia 2026. Itu terjadi pada pertandingan kedua fase grup melawan Iran yang berakhir 0-0. Lukaku tampil selama 73 menit sebelum digantikan Arthur Theate. Menit bermainnya mungkin bisa lebih banyak andai Belgia tidak tampil dengan sepuluh orang akibat kartu merah Nathan Ngoy pada menit 66.
Namun, permainan Lukaku sangatlah mengecewakan. Salah satu indikatornya adalah jumlah sentuhannya. Dari 32 pemain yang terlibat, ia berada di urutan ke-22 untuk urusan tersebut. Tidak hanya itu, Lukaku juga sudah mengantongi kartu kuning dari menit ketiga. Ia mendapatkannya akibat pergerakan yang berat saat menyontek crossing Kevin De Bruyne. Naas, kakinya malah menubruk kiper Iran, Alireza Beiranvand. Lukaku bahkan terbilang beruntung tidak menerima kartu merah.
Rekam jejak sejauh ini menunjukkan, Lukaku rasanya lebih cocok untuk tetap bermain sebagai pengganti kala melawan Amerika Serikat. Andai Belgia unggul, Lukaku dapat bermain dengan kondisi yang lebih santai seperti pertandingan versus Selandia Baru. Sebaliknya, jika mereka tertinggal, Lukaku bakal menghadirkan aura berbeda layaknya laga kontra Senegal.
Ada juga faktor mental yang tidak boleh diremehkan. Lukaku mengungkapkan, ia tidak menjadi eksekutor penalti dalam pertarungan dengan Senegal karena alasan tersebut. Idealnya, Lukaku bermain sebagai starter dan membantu Belgia unggul cepat sehingga hanya tinggal mengontrol laga pada babak kedua. Namun, skenario ini sulit terjadi jika melihat penampilan impresif AS pada pertandingan-pertandingan sebelumnya serta status mereka sebagai tuan rumah. Lantas, opsi mana yang akan diambil Rudi Garcia?
Curated For You
- Mengapa Cape Verde Layak Masuk Bucket List Liburan setelah Piala Dunia 2026?05 Jul 2026, 15:45 WIBTravel