Kiprah 4 Negara Debutan di Piala Dunia 2026, Siapa Terbaik?

- Piala Dunia 2026 mencatat sejarah dengan hadirnya empat negara debutan—Cape Verde, Curacao, Jordan, dan Uzbekistan—berkat format baru yang memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim.
- Cape Verde tampil paling menonjol di antara para debutan dengan lolos ke babak 32 besar setelah menahan imbang Spanyol dan Uruguay sebelum akhirnya kalah tipis dari Argentina.
- Curacao, Jordan, dan Uzbekistan gagal melewati fase grup meski mencatat momen bersejarah masing-masing sebagai wakil baru dari Karibia, Timur Tengah, dan Asia Tengah di panggung dunia.
Piala Dunia 2026 menghadirkan sejarah baru dengan keikutsertaan 48 negara pada putaran final. Format tersebut memberi kesempatan lebih besar bagi negara-negara yang belum pernah tampil di ajang tersebut. Hasilnya, empat negara berhasil menjalani debut di panggung sepak bola terbesar dunia.
Cape Verde, Curacao, Jordan, dan Uzbekistan menjadi empat negara yang untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia. Masing-masing menorehkan perjalanan berbeda, mulai dari lolos ke fase gugur hingga harus terhenti di babak penyisihan grup. Lantas, seperti apa kiprah mereka sepanjang Piala Dunia 2026?
1. Cape Verde mencetak sejarah dengan debut yang melampaui ekspektasi
Cape Verde memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara Grup D pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia zona Afrika. Mereka mengungguli Kamerun, Libya, Angola, Mauritius, dan Eswatini untuk merebut satu tiket otomatis ke putaran final. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Cape Verde tampil untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia.
Hasil tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Cape Verde sejak bergabung dengan FIFA pada 1986. Keberhasilan mereka lahir dari performa konsisten sepanjang babak kualifikasi, termasuk kemenangan penting atas Kamerun yang menjadi pesaing utama di grup. Lolosnya Cape Verde juga membuat negara kepulauan itu masuk dalam daftar empat negara debutan di Piala Dunia 2026.
Cape Verde tergabung di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi pada putaran final Piala Dunia 2026. Mereka mengawali turnamen dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol, kemudian kembali meraih hasil seri saat menghadapi Uruguay. Cape Verde memastikan lolos ke babak 32 besar setelah bermain imbang melawan Arab Saudi sehingga finis sebagai runner-up Grup H.
Keberhasilan lolos ke fase gugur membuat Cape Verde bertemu juara Grup J, Argentina, pada babak 32 besar. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit dengan memaksa pertandingan berlangsung hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya kalah 2–3. Meski langkahnya terhenti, Cape Verde menjadi satu-satunya negara debutan yang berhasil menembus fase gugur pada Piala Dunia 2026.
2. Curacao memanfaatkan format 48 tim untuk mencatat debut di Piala Dunia
Curacao memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 melalui babak kualifikasi zona Concacaf setelah tampil konsisten hingga putaran ketiga. Mereka berhasil mengamankan satu tempat di putaran final dan mencatat sejarah sebagai negara Karibia terbaru yang tampil di Piala Dunia. Keberhasilan tersebut juga menjadikan Curacao sebagai salah satu dari empat negara yang menjalani debut pada edisi 2026.
Curaçao tergabung di Grup E bersama Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading pada putaran final Piala Dunia 2026. Mereka mengawali turnamen dengan kekalahan telak 1-7 dari Jerman, tetapi mampu bangkit pada pertandingan kedua dengan menahan imbang Ekuador tanpa gol. Curaçao masih memiliki peluang lolos hingga laga terakhir, tetapi harus mengakui keunggulan Pantai Gading 0-2 sehingga finis di peringkat keempat Grup E dan gagal melaju ke babak 32 besar.
3. Uzbekistan menjadi negara Asia Tengah pertama yang tampil di Piala Dunia
Uzbekistan memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah finis di posisi kedua Grup A pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Mereka mengunci kelolosan usai bermain imbang tanpa gol melawan Uni Emirat Arab pada pertandingan kesembilan sehingga tidak lagi terkejar oleh pesaingnya. Hasil tersebut membuat Uzbekistan mencatat sejarah sebagai negara Asia Tengah pertama yang lolos ke putaran final Piala Dunia.
Uzbekistan tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan DR Congo pada putaran final Piala Dunia 2026. Mereka mengawali turnamen dengan kekalahan telak 0-5 dari Portugal sebelum kembali menelan kekalahan 1-3 saat menghadapi Kolombia pada pertandingan kedua. Hasil tersebut memastikan Uzbekistan harus memperebutkan harga diri pada laga terakhir fase grup.
Uzbekistan kembali gagal meraih poin setelah kalah 1-3 dari DR Congo pada pertandingan terakhir. Mereka mengakhiri fase grup di posisi keempat dengan catatan tiga kekalahan, kebobolan 11 gol, dan mencetak dua gol sepanjang turnamen. Meskipun gagal melaju ke babak 32 besar, Uzbekistan tetap mencatat sejarah sebagai negara Asia Tengah pertama yang tampil di putaran final Piala Dunia.
4. Jordan mengakhiri penantian panjang dengan tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya
Jordan memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah finis di posisi kedua Grup B pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Mereka mengunci kelolosan usai mengalahkan Oman dengan skor 3-0 pada pertandingan kesembilan berkat trigol Ali Olwan sehingga tidak lagi terkejar oleh pesaingnya. Hasil tersebut membuat Jordan mencatat sejarah sebagai peserta Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan FIFA.
Jordan kemudian tergabung di Grup J bersama Argentina, Austria, dan Aljazair pada putaran final Piala Dunia 2026. Mereka gagal melaju ke babak 32 besar setelah menelan tiga kekalahan di fase grup, termasuk saat kalah 1-3 ketika menghadapi Argentina pada pertandingan terakhir. Meskipun mengakhiri turnamen sebagai juru kunci, debut Jordan di Piala Dunia menjadi momen bersejarah tersendiri setelah sebelumnya sukses mencapai final Piala Asia 2023.
Keempat negara debutan memang belum mampu melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Meski begitu, mereka berhasil mencatat sejarah dengan tampil untuk pertama kalinya di putaran final. Jika berhasil lolos lagi pada edisi berikutnya, bukan tidak mungkin mereka mampu mencatatkan kiprah yang lebih baik.



















