Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Saat Jerman Dianggap Turun Kelas, Bukan Tim Papan Atas
Kai Havertz merayakan gol bersama rekan-rekannya saat Jerman melibas Curacao, 7-1 (AFP / Paul Ellis)
  • Jerman belum menang dalam dua laga UEFA Nations League 2026/27, setelah imbang 2-2 melawan Belanda dan kalah 0-1 dari Yunani di kandang.

  • Bastian Schweinsteiger menilai Jerman kini hanya tim rata-rata tanpa pemain pembeda, bahkan menyebut Yunani memiliki beberapa pemain yang lebih menentukan.

  • Schweinsteiger berharap Juergen Klopp membangun karakter permainan Jerman, sementara Der Panzer belum meraih trofi mayor sejak Piala Dunia 2014.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Timnas Jerman tumbang dari Yunani dengan skor 0-1 dalam laga UEFA Nations League 2026/27. Kekalahan itu, menurut legenda Der Panzer, Bastian Schweinsteiger, menjadi sebuah tanda jika negaranya kini bukan lagi tim papan atas.

Saat ini, Jerman sedang ditangani Juergen Klopp. Namun, dari dua pertandingan yang sudah dijalani di UEFA Nations League 2026/27, Jerman belum mampu meraih kemenangan. Jerman terlebih dahulu bermain imbang 2-2 melawan Belanda. Setelah itu, mereka secara mengejutkan takluk 0-1 dari Yunani di kandang sendiri.

1. Schweinsteiger prihatin dengan Timnas Jerman

Schweinsteiger merasa prihatin dengan kondisi Jerman saat ini. Mantan gelandang Bayern Munich itu menilai Jerman kini hanya menjadi tim biasa, baik di Eropa maupun dunia.

"Kami bukan lagi tim papan atas. Sekarang kami hanya tim rata-rata. Kami tidak lagi memiliki pemain yang mampu membuat perbedaan," ujar Schweinsteiger, dilansir Tribuna.

Schweinsteiger bahkan menilai Yunani saat ini memiliki sejumlah pemain yang mampu memberikan perbedaan di atas lapangan.

"Bahkan Yunani memiliki Karetsas, Tzolis, Pavlidis. Bagi saya, mereka adalah pemain yang dapat membuat perbedaan," kata Schweinsteiger.

2. Berharap Klopp bisa beri perbedaan

Schweinsteiger berharap Klopp mampu membangun kembali Jerman dengan karakter permainan yang sesuai dengan filosofinya. Apalagi, Klopp dikenal dengan sepak bola atraktif nan tajam.

"Saya berharap Juergen Klopp berhasil membangun Timnas Jerman yang dapat memainkan sepak bola ala dirinya, sepak bola heavy metal," ujar Schweinsteiger.

3. Jerman menurun setelah Piala Dunia 2014

Jerman memang belum kembali meraih trofi mayor sejak menjuarai Piala Dunia 2014. Der Panzer juga belum mampu berbicara banyak di UEFA Nations League.

Terakhir kali Timnas Jerman menjadi juara Euro terjadi pada 1980. Sementara itu, di Piala Dunia, mereka belum kembali mencapai final sejak menjadi juara pada 2014. Terakhir, di edisi 2026, mereka tumbang di babak 32 besar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article