Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Timnas Jerman Belum Menang, Klopp Ukir Rekor Start Terburuk

2 min read
Timnas Jerman Belum Menang, Klopp Ukir Rekor Start Terburuk
Mantan pelatih kepala Liverpool, Jurgen Klopp, berswafoto saat pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Curacao. Ia dikabarkan bakal segera diresmikan jadi pelatih Timnas Jerman. (Foto oleh Paul ELLIS / AFP)
  • Jerman kalah 0-1 dari Yunani di UEFA Nations League melalui gol Dimitrios Kourbelis menit ke-74, sekaligus memberi Yunani kemenangan perdana atas Die Mannschaft.

  • Juergen Klopp baru meraih satu poin dari dua laga awal bersama Jerman, menjadi pelatih ketiga yang gagal menang dalam dua pertandingan pertamanya.

  • Klopp menyebut kekalahan sebagai bagian proses membangun tim setelah banyak perubahan susunan pemain; Jerman berikutnya menghadapi Serbia lalu kembali melawan Yunani.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Juergen Klopp belum juga meraih kemenangan bersama Timnas Jerman. Die Mannschaft justru menelan kekalahan mengejutkan dari Yunani dalam laga UEFA Nations League 2026/27.

Bertanding di WWK Arena, Augsburg, Senin (28/9/2026) dini hari WIB, Jerman kalah 0-1. Dimitrios Kourbelis menjadi mimpi buruk Jerman. Gelandang Yunani itu mencetak gol pada menit ke-74 melalui tembakannya.

Gol tersebut memastikan Yunani meraih kemenangan pertama sepanjang sejarah pertemuan kedua tim. Tidak cuma itu, hasil tersebut membuat Jerman belum menang dalam dua pertandingan sejak Klopp menggantikan Julian Nagelsmann.

  1. 1. Start Klopp jadi yang terburuk

    Klopp kini baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan pertamanya bersama Jerman. Catatan tersebut menjadi salah satu start terburuk dalam sejarah pelatih Die Mannschaft.

    Mantan pelatih Liverpool dan Borussia Dortmund itu menjadi pelatih Jerman ketiga yang gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertamanya setelah Sepp Herberger pada 1937 dan Helmut Schoen pada 1965.

    Namun, keduanya kemudian mencatatkan prestasi besar bersama Jerman. Herberger membawa timnya menjuarai Piala Dunia 1954, sedangkan Schoen mempersembahkan gelar Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974.

  2. 2. Kekalahan merupakan bagian dari proses

    Klopp mengaku tidak terlalu khawatir dengan hasil buruk pada dua pertandingan pertamanya. Ia menilai kekalahan dari Yunani menjadi bagian dari proses membangun tim.

    Klopp juga bertanggung jawab atas keputusan melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain. Ia menyadari Jerman kesulitan membongkar pertahanan Yunani yang bermain dengan blok rendah.

    "Susunan pemain dengan banyak perubahan itu merupakan keputusan saya. Sudah jelas kami akan kesulitan membongkar tim yang bertahan dalam," ujar Klopp, dilansir situs resmi DFB.

    Menurutnya, Jerman belum memiliki waktu yang cukup untuk membangun pola permainan secara matang karena baru berkumpul sekitar satu pekan.

    "Kami harus lebih yakin pada apa yang kami lakukan. Kami tetap bisa mengambil banyak hal dari pertandingan ini dan akan mengerjakannya," kata Klopp.

  3. 3. Jerman akan hadapi Yunani lagi

    Kekalahan dari Yunani membuat Jerman baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan di Grup A2 UEFA Nations League. Sementara itu, Yunani memimpin grup dengan enam poin dari dua laga.

    Timnas Jerman selanjutnya dijadwalkan menghadapi Serbia pada Jumat (2/10/2026). Tiga hari kemudian, skuad asuhan Juergen Klopp kembali bertemu Yunani dalam pertandingan berikutnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More