Comscore Tracker

5 Problem Utama Arsenal Musim Ini, Termasuk Mesut Ozil

Arsenal diguncang badai hebat

Jakarta, IDN Times - Arsenal benar-benar diguncang badai hebat musim ini. Mereka menunjukkan penampilan inkonsisten, terutama di ajang Liga Inggris (Premier League).

Terbaru, dalam laga pekan ke-13 Liga Inggris, Arsenal hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Southampton di Emirates. Mereka belum bisa bangkit usai kalah empat kali beruntun di kandang.

Hasil ini membuat mereka tercecer ke posisi 15 klasemen sementara, dengan raihan 14 poin hasil dari empat kali menang, dua kali imbang, dan lima kali kalah.

Memang, di Liga Europa, Arsenal masih aman. Mereka bahkan sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar. Namun, apa yang terjadi di kompetisi domestik seolah menunjukkan bahwa ada problem besar yang kini tengah melanda mereka.

1. Arsenal susah cetak gol

5 Problem Utama Arsenal Musim Ini, Termasuk Mesut Ozilpremierleague.com

Problem Arsenal yang paling kentara musim ini adalah sulitnya mereka mencetak gol. Mentas di Liga Inggris, mereka hanya mampu menorehkan 11 gol dari 13 laga. Miris memang. Mereka bahkan kalah dari Newcastle United yang sudah mencetak 16 gol.

Rio Ferdinand, eks pemain Manchester United, menyoroti sistem permainan Arsenal yang sama sekali tidak ada tujuan. Ia juga mengarahkan kritiknya pada dua pemain, yakni Alexandre Lacazette dan Nicolas Pepe.

"Ada apa dengan kalian, Arsenal? Kalian main tidak konsisten, tidak ada tujuan, dan juga kalian tidak mencetak gol," ujar Ferdinand, dilansir Metro.

"Ketika (Pierre-Emerick) Aubameyang sulit cetak gol, tampaknya tak ada pemain yang membantunya. Itu salah satu masalah Arsenal. Di mana Lacazette dan Pepe? Di mana kalian?" lanjut dia.

Ferdinand tidak salah. Menilik rataan tembakan Arsenal yang hanya 9,5 kali per laga di Liga Inggris (terendah keempat), tak heran jika ia menyebut Arsenal bermain tanpa tujuan. Memang, penyerangan Arsenal musim ini lebih didasari oleh sistem.

Sialnya, sistem tersebut kerap tidak jalan, karena pemain-pemain macam Pepe, Lacazette, Aubameyang, maupun Bukayo Saka, tidak mampu saling menopang untuk membongkar pertahanan lawan. Belum lagi, dukungan dari tengah juga kurang untuk mereka.

Permasalahan mereka dalam mencetak gol ini akhirnya merembet ke penampilan tim secara keseluruhan. Mereka butuh suntikan pemain, terutama pemain kreatif yang dapat membuka jalan bagi para penyerang untuk mencetak gol.

Baca Juga: Termasuk Mesut Ozil, Ini 5 Pemain yang Kariernya Meredup di Arsenal 

2. Apakah Arsenal butuh Mesut Ozil?

5 Problem Utama Arsenal Musim Ini, Termasuk Mesut OzilTwitter/@Arsenal

Arsenal sejatinya punya pemain kreatif yang dapat menopang lini serang. Ia adalah Mesut Ozil. Kreativitasnya dapat menjadi salah satu solusi Arsenal dalam menghadapi kebuntuan yang kerap menimpa lini serang.

Paul Merson, eks pemain Arsenal, percaya akan hal ini. Menurutnya, percuma saja The Gunners punya pemain yang larinya kencang, tetapi tidak memiliki pemain yang mampu melayani mereka dengan umpan-umpan manja.

"Mereka butuh pemain seperti Mesut Ozil. ia akan berada di tengah untuk melayani para pemain di lini serang. Percuma mereka punya pemain-pemain yang bisa lari kencang. Tanpa kreativitas, mereka tak akan menang," ujar Merson, dilansir Mirror.

"Sampai kapan Aubameyang harus turun jemput bola? Bukankah tugas utama dia di depan gawang? Fernando Torres juga tak bisa main bagus dan mencetak gol kalau tidak ada Steven Gerrard di belakangnya," lanjutnya.

Sayangnya, Mikel Arteta tidak memasukkan nama Mesut Ozil dalam skuat yang berkompetisi di Liga Inggris maupun Liga Europa. Hal ini tentu menjadi sebuah pertanyaan tersendiri. Apakah kelak, Arteta berani untuk memasukkan pemain asal Jerman kembali?

3. Ancaman pemecatan buat Mikel Arteta

5 Problem Utama Arsenal Musim Ini, Termasuk Mesut Oziltwitter.com/Arsenal

Mikel Arteta memang mampu mempersembahkan gelar Piala FA 2019/20. Akan tetapi, rentetan hasil buruk dan inkonsistensi penampilan yang ditunjukkan Arsenal musim ini membuat posisi Mikel Arteta terancam.

Arteta sendiri tidak khawatir akan spekulasi yang beredar soal pemecatan dirinya. Yang menjadi fokusnya sekarang adalah meningkatkan performa Arsenal agar jadi baik kembali.

"Ketika saya memutuskan jadi pelatih, suatu saat saya sadar bahwa saya pasti akan dipecat atau meninggalkan klub. Saya tidak pernah khawatir soal itu," ujar Arteta, dilansir France24.

"Fokus saya hanya mengembalikan performa pemain kembali menjadi baik, berbakti kepada Arsenal, dan menjadi lebih baik. Saya tahu dalam profesi ini, saya pasti akan dipecat atau pergi suatu hari. Namun saya tidak tahu kapan itu terjadi," lanjutnya.

 

Baca Juga: Performa Jeblok, 5 Pelatih yang Tepat Gantikan Mikel Arteta di Arsenal

4. Arsenal jadi tim yang begitu agresif

5 Problem Utama Arsenal Musim Ini, Termasuk Mesut OzilArsenal vs Southampton. (Twitter.com/Squawka)

Arsenal, dahulu kala, pernah dikenal sebagai tim yang punya permainan cantik. Kombinasi umpan-umpan pendek, dipadukan dengan pergerakan cepat para pemainnya, jadi sesuatu yang menarik untuk dilihat. Meski akhirnya permainan ini juga pernah membuat Arsenal berada pada masa nirgelar, setidaknya, mereka punya hal yang bisa dibanggakan.

Namun, Arsenal asuhan Arteta ini sekarang sudah berubah bentuk menjadi tim yang begitui agresif. Mereka jadi tim dengan catatan kartu merah terbanyak di Premier League, yakni 3 kartu. Belum lagi mereka juga sudah menorehkan 19 kartu kuning, tertinggi ketujuh di antara para kontestan Premier League yang lain.

Hal ini tentu jadi pertanyaan sendiri. Apakah memang sistem Arteta menuntut para pemain Arsenal untuk bermain fisik seperti itu? Atau, malah karena frustrasi, para pemain Arsenal jadi lebih gampang untuk menekel atau melanggar lawan? 

5. Kurang variasi dalam serangan

5 Problem Utama Arsenal Musim Ini, Termasuk Mesut OzilTwitter/Arsenal

Kurangnya variasi serangan Arsenal ini masih berhubungan dengan sulitnya Arsenal mencetak gol. Selain karena Aubameyang yang kerap kali mundur hingga ke tengah, serangan Arsenal terlalu terfokus ke area sayap kiri, di mana posisi Kieran Tierney berada.

Minimnya variasi serangan ini membuat serangan Arsenal mudah dibaca lawan. Hector Bellerin yang sejatinya punya daya ancaman yang sama kuatnya di sisi kanan malah jarang terlibat dalam serangan. Alhasil, Arsenal jadi kesulitan mencetak gol. Dukungan dari tengah tidak ada, dukungan dari sayap pun tidak maksimal. 

Baca Juga: Arsenal vs Southampton: Aubameyang Akhirnya Akhiri Puasa Gol 

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib
  • Sandy Firdaus
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya