Comscore Tracker

Manuel Locatelli, Dibuang AC Milan, Diselamatkan Sassuolo

Locatelli tumbuh jadi hebat di Sassuolo

Jakarta, IDN Times - Pernah ada suatu masa ketika Manuel Locatelli dikenal sebagai pemain muda berbakat. Selepas tampil sebanyak 25 kali bagi AC Milan di musim 2016/17, nama Locatelli pernah sejajar dengan Kylian Mbappe dan Kai Havertz sebagai talenta muda terbaik di 2017.

Kala itu, segalanya begitu indah bagi Locatelli. Memulai karier dari tim muda Atalanta, dia akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Milan demi karier yang lebih baik. Bersama Milan, Locatelli juga sempat mereguk masa-masa indah. Dia bahkan pernah membobol gawang Juventus dengan gol apik

Nyatanya, hal itu tidak berlangsung lama. Milan akhirnya membuang Locatelli, dan Sassuolo, tim dari Emilia-Romagna, menyelamatkannya.

1. Disia-siakan AC Milan pada 2018

Manuel Locatelli, Dibuang AC Milan, Diselamatkan SassuoloInstagram/locamanuel73

Locatelli sebenarnya adalah paket gelandang komplet. Dia bisa menjalani peran apa pun di posisi tengah, mulai dari deep-lying midfielder, box-to-box midfielder, bahkan gelandang serang. Kemampuan dribel, umpan, serta pemahamannya dalam mengatur tempo memungkinkannya melakukan itu.

Nah, jasa dari Locatelli ini pernah dinikmati Milan selama tiga musim, mulai dari musim 2015/16, 2016/17, dan 2017/18. Di kala Milan tengah terpuruk, Locatelli muncul sebagai salah satu talenta menjanjikan. Dia dipercaya akan menjadi motor permainan Milan di masa depan.

Akan tetapi, takdir berkata lain. Kehadiran dari Tiemoue Bakayoko, plus gelandang-gelandang lain yang memang sengaja didatangkan Milan untuk memperkuat lini tengah, menggeser posisi Locatelli. Hal itu begitu terasa di musim 2017/18.

Locatelli memang main dalam 21 laga Serie A musim itu. Tetapi, menit bermainnya hanya 668. Jauh berbeda dengan musim 2016/17, ketika dia bisa mencatatkan menit bermain 1.689. Sadar bahwa dia butuh jam terbang, Locatelli akhirnya memutuskan untuk pindah. Sassuolo jadi tujuannya.

Baca Juga: Manuel Locatelli, Mesin Baru Italia yang Garang

2. Sassuolo mengasah Locatelli

Manuel Locatelli, Dibuang AC Milan, Diselamatkan SassuoloManuel Locatelli gelandang berkebangsaan Italia (instagram.com/locamanuel73)

Tiba di Sassuolo pada musim 2018/19, Locatelli tidak langsung memberikan dampak. Di musim itu, dia hanya mengantarkan Sassuolo finis di posisi ke-11. Barulah di musim setelahnya, Locatelli mulai bersinar.

Seiring dengan sepak bola atraktif yang diperagakan Roberto De Zerbi, kemampuan Locatelli makin terasah. Locatelli ditempatkan sebagai gelandang tengah dengan peran box-to-box. Dia diberikan kebebasan mengeksplorasi area lapangan tengah.

Banyak terlibat dalam serangan dan pertahanan, semakin menajamkan insting Locatelli. Pada suatu titik, dia bisa seperti Andrea Pirlo, konduktor di lini tengah. Namun, di momen yang lain, dia akan tiba-tiba berada di kotak penalti, menjadi opsi umpan bagi Domenico Berardi atau Jeremie Boga.

Tak jarang, Locatelli juga melepaskan tembakan-tembakan berbahaya dari luar kotak penalti, atau merangsek masuk dari lini kedua. Alhasil, selama membela Sassuolo, dia mampu mencetak tujuh gol, berbalut 11 asis. Dia nyatanya kerap terlibat juga dalam serangan.

Locatelli pun akhirnya mampu membawa Sassuolo finish di posisi delapan Serie A selama dua musim berturut-turut, yakni musim 2019/20 dan 2020/21. Penampilan apiknya ini juga yang akhirnya membawa Locatelli dipanggil masuk skuad Timnas Italia di Piala Eropa 2020.

3. Dari Italia, Locatelli ke Juventus

Manuel Locatelli, Dibuang AC Milan, Diselamatkan SassuoloItalia vs Swiss. (twitter.com/EURO2020)

Bersama Italia di Piala Eropa 2020, Locatelli tetap menggila. Dia bahkan mampu memborong dua gol saat Italia mengalahkan Swiss di fase grup. Dia pun menjadi bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Eropa 2020.

Sekarang, perjalanan baru telah menanti Locatelli. Juventus resmi merekrutnya untuk menjadi bagian tim, sejak musim 2021/22 ini. Dengan kemampuannya, Locatelli seharusnya bisa menjadi motor permainan Juventus, meski tentunya, mengunci posisi inti di tim ini tidak mudah.

Akan tetapi, dengan pengalaman Manuel Locatelli berjuang di AC Milan dan Sassuolo, tentunya merebut tempat inti di Juventus bukanlah perkara sulit. Ingat, dia adalah paket komplet gelandang masa kini, yang bisa bertahan dan menyerang sama baiknya.

Baca Juga: Tuntaskan Urusan Transfer, Locatelli Dipastikan Gabung ke Juventus

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya