Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Soal Ego Pelatih Persija di Antara Kemenangan dan Main Bagus

Soal Ego Pelatih Persija di Antara Kemenangan dan Main Bagus
Persija menghadapi Persib di Super League 2025/26. (Dok. Persija)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Mauricio Souza dikenal dengan gaya permainan possession football atraktif yang sempat membawa Persija mendominasi papan atas musim ini.
  • Dalam laga kontra Persib Bandung, Persija kalah 2-1 meski unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, membuat Souza tetap membela performa timnya.
  • Laga tersebut menyoroti benturan antara keinginan bermain indah dan kebutuhan meraih kemenangan, menunjukkan ego pelatih yang perlu disesuaikan demi hasil maksimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, adalah sosok yang punya ciri khas. Jika menilik 'Macan Kemayoran' musim ini, ada satu gaya yang kerap ia terapkan di tim, yakni possession football yang atraktif.

Dalam beberapa momen, apa yang Souza terapkan memang berbuah hasil. Ditopang pemain-pemain yang secara kualitas ciamik, semua tampak menjanjikan. Persija sempat mendominasi papan atas.

Namun, laga pekan 32 Super League 2025/26 pada Minggu, 10 Mei 2026 lawan Persib Bandung, kembali membuka mata kita. Ada ego yang selalu terbentur antara main bagus dan meraih kemenangan.

1. Persija disebut main bagus, tetapi tidak menang

Soal Ego Pelatih Persija di Antara Kemenangan dan Main Bagus
Persija menghadapi Persib di Super League 2025/26. (Dok. Persija)

Dalam laga yang dihelat di Stadion Segiri, Samarinda itu, Persija harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 2-1. Dalam sesi jumpa pers selepas laga, Souza masih bersikukuh timnya main bagus, meski tak menang.

"Tim kami bermain berani, terus menguasai bola, dan melepaskan 19 tembakan ke gawang Persib, sementara Persib hanya memiliki tujuh tembakan ke gawang kami. Statistik kami bagus, meski kami tak menang," ujar Souza.

2. Sadar ada hasil buruk, tetapi tetap membela permainan tim

Soal Ego Pelatih Persija di Antara Kemenangan dan Main Bagus
Persija menghadapi Persib di Super League 2025/26. (Dok. Persija)

Terlepas dari permainan bagus, Souza sadar Persija pada akhirnya hanya unggul statistik atas Persib. Soal hasil, mereka kalah. Namun, dia tetap memuji kinerja apik pemainnya di laga ini.

"Tentu saja kami tidak puas dengan hasil ini. Kami tidak ingin hanya unggul dalam statistik, tetapi angka-angka tersebut menjadi tolok ukur dari kerja yang kami lakukan. Sayangnya, kami tidak cukup efektif," kata Souza.

3. Apa guna main bagus jika tak menang?

Soal Ego Pelatih Persija di Antara Kemenangan dan Main Bagus
Persija menghadapi Persib di Super League 2025/26. (Dok. Persija)

Bermain bagus adalah sebuah hal positif. Pep Guardiola adalah sosok yang pas untuk jadi contoh, bagaimana main atraktif dan dominan dalam penguasaan bola, bisa jadi cara lain untuk meraih kemenangan.

Namun, dalam laga melawan Persib, Souza harus melihat main bagus dan dominan pada akhirnya tak membawa Persija menang. Ada ego yang akhirnya harus dikesampingkan, demi kemenangan di laga krusial.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More