Statistik SMS Lebih Mentereng dari De Jong, Pilih Mana MU?

Jakarta, IDN Times - Manchester United (MU) tampaknya harus segera melupakan saga transfer Frenkie de Jong yang masih mandek. Sebab, ada Sergej Milinkovic-Savic yang bisa mereka perjuangkan.
Negosiasi MU bersama Barcelona untuk memboyong pemain asal Belanda itu masih terlihat ruwet. Blaugrana masih tarik ulur, dan De Jong sendiri tak diketahui ingin pergi atau tidak.
Namun penggemar Setan Merah tak perlu gusar. Pemain ini bisa dijadikan alternatif guna memperkuat lini tengah di bawah racikan Erik Ten Hag.
1. Sergej Milinkovic-Savic punya statistik lebih garang

Melansir Manchester Evening News, Savic digadang-gadang sebagai alternatif De Jong. Menilik laman statistik Squawka, ternyata gelandang berusia 27 tahun ini memiliki penampilan yang gemilang.
Pada musim lalu, Savic memainkan 37 penampilan di Serie A, dengan mengemas 11 gol serta 11 assist. Sebaliknya, De Jong hanya menciptakan tiga gol dan assist, dari 32 laga.
Tugas gelandang adalah menjadi motor serangan, untuk mengalirkan bola ke lini depan. Savic melakukan tugasnya dengan sangat baik. Dia membuat 52 peluang dari 37 penampilan, yakni sembilan lebih banyak ketimbang De Jong.
Savic juga mencatat 3006 sentuhan, 200 merebut bola, 1872 passing sukses dari 2301 operan, dengan akurasi 81,36 persen. De Jong hanya mampu unggul soal akurasi passing, dengan persentase 91,33.
2. Savic sudah familiar bagi fans MU

Gelandang Lazio ini sejatinya sudah familiar bagi fans MU. Sebab, dia pernah dikaitkan dengan kepindahannya ke Old Trafford pada 2018 dan 2020 silam.
Rencana tersebut gagal karena Lazio memagari Savic dengan harga selangit. Bagaimana tidak, pemain berpaspor Serbia itu dipatok seharga 100 juta euro, setara Rp1,5 triliun. MU langsung menolak karena kemahalan.
3. Erik Ten Hag masih prioritaskan Frenkie De Jong

Di sisi lain, prioritas Ten Hag sepertinya masih kepada De Jong. Dia juga pernah mengaku akan memanfaatkan sumber daya yang ada jika gagal mendapatkan pemain incarannya tersebut.
"Kami mencari pemain yang bisa bermain di posisi gelandang bertahan, tapi itu harus yang tepat. Tidak banyak orang di posisi itu yang mampu mencapai level yang kami tuntut. Ketika kami tidak dapat menemukannya, kami harus berurusan dengan para pemain di skuat kami sekarang dan kami akan mengembangkannya di posisi itu," kata Ten Hag mengutip The Athletic.


















