Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tak Ada Lagi Chelsea di Hati Kai Havertz

ilustrasi logo Chelsea
ilustrasi logo Chelsea (unsplash.com/Simon Reza)
Intinya sih...
  • Kai Havertz dijual Chelsea setelah membantu mereka menjuarai Liga Champions Eropa 2020/2021
  • Havertz mencetak brace saat melawan Chelsea untuk pertama kalinya di Emirates Stadium
  • Gol ketiga Kai Havertz ke gawang Chelsea makin bermakna karena baru kembali dari cedera panjang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Atmosfer Emirates Stadium meledak saat Kai Havertz melewati Robert Sanchez dan menaruh bola ke gawang yang kosong beberapa detik sebelum laga antara Arsenal dan Chelsea pada Rabu (4/2/2026) berakhir. Aksi tersebut menghasilkan gol tunggal yang membuat The Gunners memenangkan leg kedua semifinal Piala Carabao 2025/2026. Havertz dan kolega melaju ke final dengan agregat 4-2.

Meski baru saja menciptakan momen gila, Havertz merayakan golnya tidak dengan dengan berapi-api. Bintang asal Jerman ini hanya berjalan pelan, menghadap ke tribun, dan menunjuk-nunjuk logo Arsenal di bajunya. Selebrasi minim emosi tersebut bakal bermakna jika melengkapinya dengan konteks. Havertz dibuang Chelsea setelah pernah menjadi pahlawan mereka.

1. Kai Havertz dijual Chelsea meski mencetak gol tunggal yang membuat mereka menang di final Liga Champions Eropa 2020/2021

Sebelum membela Arsenal sejak 2023, Kai Havertz tercatat sebagai pemain Chelsea selama 3 tahun. Menurut Transfermarkt, The Blues menebusnya dari Bayer Leverkusen pada 2020 dengan harga sekitar 80 juta euro (Rp1,5 triliun). Sebuah angka yang sangat mahal bagi pemain yang baru berusia 21 tahun. Nilai tersebut bahkan bertambah 20 juta euro (Rp396 miliar) karena sejumlah kontribusi Havertz. Salah satunya membantu mereka menjuarai Liga Champions Eropa (UCL) 2020/2021.

Dalam kesuksesan tersebut, Havertz bahkan bukan cuma membantu. Ia adalah penentu. Sebab, pemain kidal setinggi 1,93 meter ini mencetak gol tunggal yang membuat mereka menang secara mengejutkan atas Manchester City di final. Chelsea pun meraih trofi Si Kuping Besar keduanya. Sayangnya, pergantian kepemilikan dari Roman Abramovich ke tangan Todd Boehly pada 2022 menjadi awal dari akhir kisah Havertz di Stamford Bridge.

Konsorsium anyar yang dipimpin pria Amerika Serikat tersebut menerima tawaran sebesar 65 juta pound sterling (Rp1,4 triliun) dari Arsenal pada musim panas 2023. Kontrak Havertz yang tinggal tersisa 2 tahun membuat mereka mengambil langkah itu. Alasan lainnya, performa Havertz dinilai tidak sepadan. Ia cuma mencetak 32 gol dan 16 assist dari 139 penampilan. Pada saat bersamaan, Chelsea juga baru saja memboyong Christopher Nkunku dari RB Leipzig dengan harga yang lebih murah.

2. Kai Havertz mencetak brace saat melawan Chelsea untuk pertama kalinya di Emirates Stadium

Kai Havertz tidak serta-merta mencuri hati para pendukung Arsenal. Sejumlah Gooners bahkan menganggapnya sebagai pembelian yang gagal pada awal kedatangnnya. Sebab, selain karena dinilai terlalu mahal, Havertz juga mengecewakan di lapangan. Pemakai nomor punggung 29 ini tanpa gol atau assist dalam delapan penampilan pertamanya.

Situasi mulai membaik setelah gol penalti ke gawang AFC Bournemouth pada 24 September 2023. Keran gol Havertz mengalir dan para pendukung Arsenal mulai menerimanya. Mereka bahkan membuatkannya chant yang begitu kreatif. Gooners mengubah dua bait terakhir di chorus lagu Waka Waka milik Shakira menjadi “Sixty million down the drain, Kai Havertz scores again”.

Havertz memberikan pembuktian puncaknya pada 23 April 2024. Saat itu, Arsenal menjamu Chelsea di Emirates Stadium untuk melakoni pekan ke-29 English Premier League 2023/2024. Arsenal berpesta 5 gol da Havertz membuat 2 di antaranya. Ia pun berselebrasi alih-alih diam layaknya sejumlah pemain saat membobol gawang mantan timnya.

3. Gol ketiga Kai Havertz ke gawang Chelsea makin bermakna karena baru kembali dari cedera panjang

Kai Havertz bermain sebagai pengganti saat Arsenal menghadapi Chelsea pada leg kedua semifinal Piala Carabao 2025/2026, Rabu (4/2/2026). Ia masuk ke lapangan pada menit 69 menggantikan Viktor Gyokeres. Havertz membuat Arsenal menang 1-0 setelah mencetak gol pada menit 90+7. Ia menerima umpan silang dari Declan Rice dan mengecoh Robert Sanchez sebelum menaruh bola ke gawang.

Havertz lantas melakukan selebrasinya tersebut. Ia seolah ingin mengirim pesan bahwa yang ada di hatinya sekarang adalah Arsenal, bukan lagi Chelsea. Namun, ini bukan soal balas dendam. Havertz memilih merayakannya dengan cara yang seperti itu sebagai apresiasi kepada semua pihak yang ada di Arsenal karena telah membantunya melewati momen sulit.

Gol tersebut tercipta usai Havertz absen hampir 6 bulan akibat cedera lutut. Setelah melakukan selebrasinya itu, Havertz langsung dikerubungi seluruh pemain Arsenal. Mereka yang berada di bangku cadangan bahkan ikut menghampirinya. Sementara, para pendukung terus menyanyikan chant-nya. Sang pelatih, Mikel Arteta, menyebut momen ini sebagai bukti Havertz yang dicintai semua orang di Arsenal.

Havertz pernah menjadi pahlawan di Chelsea. Namun, ia tampaknya tidak peduli lagi dengan status tersebut. Sebab, Havertz telah menemukan rumah baru di Arsenal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

6 Pemain Chelsea yang Hengkang ke Manchester United

05 Feb 2026, 15:05 WIBSport