Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Eks Pemain Liverpool yang Pernah Melatih Klub Bundesliga

ilustrasi bola Bundesliga Jerman
ilustrasi bola Bundesliga Jerman (unsplash.com/tobiasrehbein)
Intinya sih...
  • Markus Babbel pernah menangani VfB Stuttgart, Hertha Berlin, dan TSG Hoffenheim
  • Sami Hyypia gagal mengangkat prestasi Bayer Leverkusen selama bertindak sebagai pelatih
  • Xabi Alonso menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal kala melatih Bayer Leverkusen
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Beberapa mantan pemain Liverpool memutuskan menjalani karier sebagai pelatih usai gantung sepatu. Sebagian dari mereka pernah mendapat kepercayaan menangani klub-klub Bundesliga Jerman. Salah satunya berhasil menggusur dominasi Bayern Muenchen dan meraih gelar juara Bundesliga.

Berikut empat eks pemain Liverpool yang pernah melatih klub Bundesliga per 4 Februari 2026.

1. Markus Babbel pernah menangani VfB Stuttgart, Hertha Berlin, dan TSG Hoffenheim

Markus Babbel pernah berseragam Liverpool pada Juli 2000--Agustus 2003. Ia menjadi bagian Liverpool kala menjuarai Piala Liga Inggris, Piala FA, dan Piala UEFA 2000/2001. Babbel sempat dipinjamkan kepada Blackburn Rovers pada 2003/2004, sebelum memutuskan pensiun sebagai pesepak bola bersama VfB Stuttgart pada akhir 2006/2007.

Ia memutuskan menjalani karier sebagai pelatih usai gantung sepatu. Babbel pernah ditunjuk sebagai pelatih klub-klub Bundesliga, seperti Stuttgart, Hertha Berlin, dan TSG Hoffenheim. Sayangnya, prestasinya kurang mentereng setelah hanya meraih 26 kemenangan dan berimbang, serta 27 kekalahan dalam 79 pertandingan Bundesliga bersama ketiga klub tersebut.

2. Sami Hyypia gagal mengangkat prestasi Bayer Leverkusen selama bertindak sebagai pelatih

Sami Hyypia termasuk salah satu bek tangguh yang pernah berseragam Liverpool. Ia mengawal lini belakang The Reds pada Juli 1999--2009. Hyypia mengakhiri perjalanan kariernya sebagai pemain usai membela Bayer Leverkusen pad akhir 2010/2011.

Ia kemudian ditunjuk sebagai pelatih kepala Leverkusen pada Juli 2013. Sayangnya, Hyypia gagal mengangkat prestasi Die Werkself dan hanya meraih 15 kemenangan, 3 berimbang, dan 11 kekalahan dalam 29 laga Bundesliga. Kerja samanya bersama Leverkusen berakhir pada April 2014.

3. Xabi Alonso menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal kala melatih Bayer Leverkusen

Xabi Alonso membangun reputasinya sebagai salah satu gelandang top Spanyol kala berseragam Liverpool pada 2004--2009. Ia menjadi bagian penting The Reds kala meraih gelar juara Liga Champions Eropa (UCL) 2004/2005. Alonso kemudian pensiun sebagai pesepak bola usai membela Bayern Muenchen pada 2016/2017.

Ia mengawali karier kepelatihannya kala melatih tim muda Real Madrid dan Real Sociedad B. Alonso ditunjuk sebagai pelatih Bayer Leverkusen pada Oktober 2022 menggantikan Gerardo Seoane. Ia sukses memutus dominasi Bayern Muenchen dengan mengantarkan Leverkusen menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal dengan rekor tanpa terkalahkan pada 2023/2024.

4. Albert Riera ditunjuk sebagai pelatih baru Eintracht Frankfurt pada 2 Februari 2026

Albert Riera berseragam Liverpool pada September 2008--Juli 2010. Sayangnya, kiprahnya bersama The Reds tidak begitu mentereng dengan hanya menorehkan 5 gol dan 9 assist dalam 56 laga di semua kompetisi. Riera memutuskan gantung sepatu usai terakhir membela FC Koper pada Januari--Juli 2016.

Ia memutuskan menjalani karier sebagai pelatih ketika ditunjuk sebagai asisten Fatih Terim dan Domenec Torrent di Galatasaray. Riera kemudian menjadi pelatih kepala NK Olimpija, NK Celje, dan Girondins de Bordeaux. Ia baru-baru ini ditunjuk sebagai pelatih baru Eintracht Frankfurt menggantikan Dino Topmoller pada 2 Februari 2026.

Dari empat eks Liverpool di atas, hanya Xabi Alonso yang terbilang sukses kala melatih klub Bundesliga. Ia bahkan mengukir rekor sebagai pelatih Bayer Leverkusen pertama yang menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal dengan rekor tidak terkalahkan. Riera kini menghadapi tantangan baru dengan melatih klub papan atas Bundesliga lainnya, Eintracht Frankfurt. Mampukah ia memperbaiki performa Frankfurt yang tampil inkonsisten pada paruh pertama 2025/2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

MU Tak Janji Bakal Permanenkan Michael Carrick, Kenapa?

05 Feb 2026, 20:43 WIBSport