Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tak Ada Messi Lagi, Argentina Tetap Ingin Kompetitif di Dunia
Kapten Argentina, Lionel Messi, merayakan gol ke gawang Mesir dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 (AFP / Thomas Coex)
  • Lionel Messi akan mengakhiri kiprahnya di Timnas Argentina, dengan laga melawan Benin di Buenos Aires pada 6 Oktober disebut sebagai perpisahannya di hadapan publik.

  • Alexis Mac Allister menyebut momen perpisahan Messi akan emosional, seraya berterima kasih atas kontribusi sang legenda yang membantu Argentina meraih berbagai gelar.

  • Argentina bersiap memasuki era baru dengan pemain muda dan memperkuat permainan kolektif agar tetap kompetitif tanpa Messi, yang selama dua dekade menjadi andalan tim.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Lionel Messi akan segera mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Argentina. Meski kehilangan sang legenda, Tim Tango bertekad tetap kompetitif di ajang-ajang internasional.

Messi telah mengumumkan rencana mundur dari Argentina sejak bulan lalu. Pertandingan melawan Benin di Buenos Aires pada 6 Oktober disebut akan menjadi laga perpisahan La Pulga di hadapan publik Argentina.

1. Momen perpisahan Messi akan emosional

Gelandang Timnas Argentina, Alexis Mac Allister, mengaku momen tersebut bakal berlangsung emosional. Dia juga berterima kasih kepada Messi atas kontribusinya selama memperkuat tim Tango.

"Kami senang bisa berada di sisinya (Messi) dan juga berterima kasih telah membantu kami memenangi segalanya. Hari itu pastinya akan sangat emosional," ujar Mac Allister, dikutip Tribuna.

2. Messi jadi andalan Argentina selama lebih dari dua dekade

Selama lebih dari dua dekade, Messi menjadi salah satu pemain utama Timnas Argentina. Terlepas dari siapa yang menjadi pelatih, pemain yang kini berusia 39 tahun itu selalu menjadi pilihan utama.

Perjalanan Messi bersama Argentina sempat diwarnai paceklik gelar. Namun, La Pulga akhirnya berhasil mempersembahkan dua gelar Copa America dan satu trofi Piala Dunia pada penghujung kariernya di Timnas.

Messi juga masih mampu membawa Argentina melaju hingga final Piala Dunia 2026. Namun, langkah mereka terhenti setelah kalah dari Spanyol.

3. Argentina bersiap membangun era baru

Setelah kepergian Messi, Argentina akan memasuki era baru dengan mengandalkan para pemain yang lebih muda. Mac Allister menyadari skuad Albiceleste harus mulai terbiasa bermain tanpa Messi.

Menurutnya, Argentina perlu membangun kekuatan sebagai sebuah tim agar tetap kompetitif setelah era Messi berakhir.

"Argentina harus memperkuat diri sebagai sebuah tim, itulah hal yang paling penting. Sebagai rekan setim, Lionel Messi adalah sosok yang luar biasa. Hal terpenting saat ini adalah dia bisa menikmati hidupnya," beber Mac Allister.

Curated For You

Editorial Team

Related Article