Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tangis Messi Pecah Usai Final Piala Dunia 2026, Langsung Pensiun?

Tangis Messi Pecah Usai Final Piala Dunia 2026, Langsung Pensiun?
Kapten Argentina, Lionel Messi, meratapi kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de Melo Moreira)
Intinya Sih
  • Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 lewat gol Ferran Torres, membuat Lionel Messi gagal mempertahankan gelar juara dunia.
  • Messi tampil gemilang sepanjang turnamen dengan delapan gol dan empat assist, serta menunjukkan sportivitas tinggi meski timnya kalah di partai puncak.
  • Unggahan Messi bertema 'The Last Tango' memicu spekulasi bahwa final ini bisa menjadi penampilan terakhirnya di ajang Piala Dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Air mata Lionel Messi pecah setelah Argentina gagal menjadi juara Piala Dunia 2026. Kapten Albiceleste itu menangis usai dikalungi medali runner-up Piala Dunia 2026.

Messi tak bisa menyembunyikan emosinya usai Argentina kalah secara menyakitkan lewat gol Ferran Torres pada menit 106 dalam laga yang digelar di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/6/2026) dini hari WIB. Memang, bukan cuma soal gol yang bikin Argentina sakit, tapi bagaimana caranya kalah karena tak bisa berkembang sepanjang laga akibat terbenam dengan skema tiki-taka versi baru dari Spanyol.

1. Berusaha tegar, tapi air mata turun juga

Bintang Spanyol, Lamine Yamal, berbincang dengan kapten Argentina, Lionel Messi, di final Piala Dunia 2026 (AFP / Charly Triballeau)
Bintang Spanyol, Lamine Yamal, berbincang dengan kapten Argentina, Lionel Messi, di final Piala Dunia 2026 (AFP / Charly Triballeau)

Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, Messi masih berusaha tegar. Messi sempat tampak duduk termenung di lapangan sambil memandangi para pemain Spanyol berselebrasi usai memastikan gelar juara dunia.

Namun, emosi La Pulga akhirnya pecah ketika prosesi penyerahan medali berlangsung. Messi tak kuasa menahan tangis usai menerima medali. Tepatnya, setelah Messi berdiri menghadap ke arah pendukung Argentina yang masih setia berada di tribun penonton.

Di tengah kekecewaan itu, nyaris seluruh pemain Spanyol, termasuk Lamine Yamal, tampak menghampiri dan memberikan pelukan serta menepuk punggung Messi sebagai bentuk penghormatan.

Sikap Messi sebelumnya juga menjadi sorotan. Ketika keributan pecah, Messi justru tampak menyalami para pemain Spanyol satu per satu.

2. Messi meledak di Piala Dunia 2026

Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, merayakan kemenangannya setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026.
Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, merayakan kemenangannya setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)

Messi tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026. Meski sempat diganggu cedera sebelum turnamen, Messi bisa mencapai performa terbaiknya dengan mencetak total delapan gol dan empat assist untuk Argentina, termasuk dua yang tercipta saat menang atas Inggris di semifinal.

Meski gagal jadi top skor, pada akhirnya Messi bisa membuktikan diri belum habis saat usianya nyaris menginjak 40 tahun.

3. Akhir perjalanan Messi bareng Argentina?

Sehari sebelum final, Messi sempat mengunggah foto dengan mengenakan bendera Argentina. Caption yang disematkan juga memancing spekulasi, isyarat Messi pensiun dari Argentina. 

"Sungguh perjalanan yang luar biasa bersama, @adidasfootball… lewat 'The Last Tango'… Saatnya menatap final, ayo Argentina!!!" tulis Messi di akun Instagram-nya, @leomessi.

The Last Tango memang merupakan nama sepatu edisi khusus Adidas yang dikenakan saat final. Namun, banyak pihak mengaitkan kalimat tersebut sebagai isyarat final Piala Dunia 2026 bisa menjadi bab terakhir perjalanan Messi di turnamen empat tahunan itu.

Messi juga sempat menyampaikan pesan emosional kepada rekan-rekannya sebelum final. Messi menegaskan, bagian terindah bukan hanya soal gelar, melainkan perjalanan panjang bersama Argentina. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More