Kepindahan Denzel Dumfries menuju Real Madrid meninggalkan celah besar pada sektor kanan permainan Inter Milan menjelang bergulirnya musim baru. La Beneamata kemudian bergerak cepat dengan mengincar Djed Spence sebagai target utama untuk mengisi posisi starting XI secara langsung. Kehadirannya diharapkan mampu menjaga keseimbangan dan kekuatan transisi permainan di Giuseppe Meazza.
Karakteristik fisik, kecepatan tinggi, dan kedisiplinan taktis Spence dinilai pas dengan skema taktik yang diusung Pelatih Cristian Chivu. Pelatih berkebangsaan Rumania itu diyakini bakal memoles aspek ofensif Spence agar lebih agresif saat membantu serangan. Chivu optimis dapat mengoptimalkan potensi alami sang pemain menjadi wing-back kanan yang lebih komplet di Italia.
Proses adaptasi Spence bersama Inter Milan diprediksi berjalan lancar mengingat sang pemain sudah mengenal kultur sepak bola Italia. Ia sempat menghabiskan masa pinjaman selama 6 bulan bersama Genoa pada awal 2024 lalu. Pengalaman berharga tersebut menjadi modal krusial bagi Spence untuk memahami atmosfer persaingan yang ketat di kompetisi Serie A Italia.
Dilansir Transfermarkt, kesepakatan senilai 30 juta pound sterling bakal menempatkan Spence di urutan ketiga pemain Britania Raya termahal dalam sejarah Serie A. Nilai kepindahannya berada di bawah Tammy Abraham ke AS Roma serta Fikayo Tomori ke AC Milan, dan menyalip harga Scott McTominay saat pindah ke Napoli. Spence akan bergabung dengan kompatriotnya, John Stones, yang sudah lebih dulu diboyong Inter Milan secara gratis dari Manchester City.
Kepindahan Djed Spence ke Inter Milan membuka babak baru yang krusial bagi perkembangan karier profesional sang bek kanan. Keberhasilannya menembus tim utama di I Nerazzurri akan membuktikan apakah keputusan Tottenham melepaskannya merupakan langkah yang tepat atau kekeliruan besar.