Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tepatkah Langkah Tottenham Lepas Djed Spence ke Inter Milan?
potret logo Tottenham Hotspur (unsplash.com/Winston Tjia)
  • Djed Spence mendekati Inter Milan dalam transfer senilai 30 juta pound sterling untuk menggantikan Denzel Dumfries, setelah tampil menonjol bersama Inggris di Piala Dunia 2026.
  • Bek 26 tahun itu kuat secara defensif di Premier League, mencatat keberhasilan tekel 64,91 persen dan 150 ball recoveries, tetapi belum mencetak gol maupun menciptakan peluang.
  • Tottenham melepas Spence karena persaingan bek ketat dan minim rotasi tanpa kompetisi Eropa; nilai transfernya berpotensi menjadikannya pemain Britania Raya termahal ketiga di Serie A.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Eks bek kanan Tottenham Hotspur, Djed Spence, kini sudah berganti seragam Inter Milan. I Nerazzurri membutuhkan pemain berkebangsaan Inggris ini untuk mengisi kekosongan posisi sepeninggal Denzel Dumfries yang berlabuh ke Real Madrid. Nilai kesepakatan transfer antara kedua klub mencapai angka 30 juta pound sterling, atau setara Rp724 miliar.

Keputusan Spurs melepas Spence sontak memicu kekecewaan banyak fans menyusul performa gemilangnya di Piala Dunia 2026. Kekecewaan suporter kian bertambah seiring kepindahan Cristian Romero menuju Atletico Madrid.

1. Djed Spence dikenal tangguh dalam bertahan, tetapi kontribusi ofensifnya masih perlu dipoles

Pamor Djed Spence di sepak bola dunia tengah naik lewat penampilan ciamik bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 Amerika Serikat. Pemain berusia 26 tahun ini mencatatkan delapan penampilan hingga membawa The Three Lions menembus babak semi final. Momen paling membekas terjadi saat ia melakukan recovery tackle krusial terhadap penyerang Argentina, Giuliano Simeone.

Di English Premier League (EPL) 2025/2026, Spence punya catatan apik dalam duel-duel bertahan bersama Tottenham Hotspur. Menurut Opta Analyst, ia membukukan persentase keberhasilan tekel tertinggi di klub sebesar 64,91 persen dengan memenangi 37 dari 57 percobaan tekel. Ia juga memperlihatkan daya jelajah tinggi melalui torehan 150 kali pemulihan penguasaan bola (ball recoveries) dan 16 kali memblok umpan silang lawan.

Intensitas permainan bertahan Spence terlihat jelas dari keberaniannya terlibat dalam 365 kali ground one-on-ones sepanjang musim lalu. Selain tangguh memutus serangan lawan, akurasi distribusi bolanya tergolong solid bagi seorang pemain belakang. Ia menjadi salah satu dari sedikit pemain Spurs yang mengemas lebih dari 1.000 operan dengan tingkat keberhasilan mencapai 81,59 persen.

Meskipun memiliki fondasi defensif yang sangat kokoh, Spence masih memiliki catatan evaluasi besar pada kontribusi serangan tim. Ia tak mencetak satu pun gol, tidak mengkreasi peluang, dan tak mengukir fast break selama tampil di liga musim lalu. Koleksi 16 kali percobaan tembakan menunjukkan, ia harus mengasah ketajamannya agar sesuai dengan standar bek sayap modern.

2. Meski banyak fans kecewa, alasan Spurs melepas Djed Spence dinilai masih masuk akal

Keputusan Tottenham Hotspur menjual Djed Spence memicu rasa frustrasi dari mayoritas pendukung klub London Utara tersebut. Fans menganggap langkah pelepasan ini sebagai sebuah kemunduran besar mengingat potensi besar sang pemain di usia 26 tahun. Nilai transfer sebesar 30 juta pound sterling dinilai terlalu murah untuk pemain serbabisa yang sanggup bermain di posisi bek kanan maupun bek kiri serta baru tampil cemerlang di Piala Dunia 2026.

Situasi persaingan internal di bawah asuhan Pelatih Roberto De Zerbi menjadi alasan utama di balik penjualan Spence. Posisi bek kanan utama Spurs telah terkunci rapat oleh Pedro Porro yang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang. Sementara itu, sektor bek kiri telah diisi Destiny Udogie serta kedatangan Andrew Robertson dari Liverpool.

Absennya Tottenham dari kompetisi Eropa pada 2026/2027 makin mempersempit ruang rotasi pemain bagi De Zerbi. Spence menyadari, kesempatannya tampil akan terbatas apabila tetap bertahan di London Utara pada musim ini. Ambisi pribadinya untuk mengamankan tempat di skuad Inggris mendorongnya untuk mencari klub baru demi jaminan menit bermain reguler.

Penjualan ini sekaligus mencerminkan pergeseran mendasar dalam kebijakan transfer Tottenham pasca-era kepemimpinan Daniel Levy. Di bawah kendali CEO Vinai Venkatesham, Spurs kini tampak lebih pragmatis dalam mengelola aset pemain utama. Klub tidak lagi ragu melepaskan pemain berharga tinggi demi mempercepat proses pembaruan dan penyegaran kedalaman skuad secara menyeluruh.

3. Dengan harga 30 juta pound sterling, Djed Spence jadi pemain ketiga Britania Raya termahal di Serie A Italia

Kepindahan Denzel Dumfries menuju Real Madrid meninggalkan celah besar pada sektor kanan permainan Inter Milan menjelang bergulirnya musim baru. La Beneamata kemudian bergerak cepat dengan mengincar Djed Spence sebagai target utama untuk mengisi posisi starting XI secara langsung. Kehadirannya diharapkan mampu menjaga keseimbangan dan kekuatan transisi permainan di Giuseppe Meazza.

Karakteristik fisik, kecepatan tinggi, dan kedisiplinan taktis Spence dinilai pas dengan skema taktik yang diusung Pelatih Cristian Chivu. Pelatih berkebangsaan Rumania itu diyakini bakal memoles aspek ofensif Spence agar lebih agresif saat membantu serangan. Chivu optimis dapat mengoptimalkan potensi alami sang pemain menjadi wing-back kanan yang lebih komplet di Italia.

Proses adaptasi Spence bersama Inter Milan diprediksi berjalan lancar mengingat sang pemain sudah mengenal kultur sepak bola Italia. Ia sempat menghabiskan masa pinjaman selama 6 bulan bersama Genoa pada awal 2024 lalu. Pengalaman berharga tersebut menjadi modal krusial bagi Spence untuk memahami atmosfer persaingan yang ketat di kompetisi Serie A Italia.

Dilansir Transfermarkt, kesepakatan senilai 30 juta pound sterling bakal menempatkan Spence di urutan ketiga pemain Britania Raya termahal dalam sejarah Serie A. Nilai kepindahannya berada di bawah Tammy Abraham ke AS Roma serta Fikayo Tomori ke AC Milan, dan menyalip harga Scott McTominay saat pindah ke Napoli. Spence akan bergabung dengan kompatriotnya, John Stones, yang sudah lebih dulu diboyong Inter Milan secara gratis dari Manchester City.

Kepindahan Djed Spence ke Inter Milan membuka babak baru yang krusial bagi perkembangan karier profesional sang bek kanan. Keberhasilannya menembus tim utama di I Nerazzurri akan membuktikan apakah keputusan Tottenham melepaskannya merupakan langkah yang tepat atau kekeliruan besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article