Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Terpeleset di Markas Everton, Tekanan Berbalik ke Manchester City

Terpeleset di Markas Everton, Tekanan Berbalik ke Manchester City
Bek Everton, Jack O'Brien, saat menjebol gawang Manchester City, Selasa dini hari WIB (5/5/2026) (AFP / Peter Powell)
Intinya Sih
  • Manchester City ditahan imbang 3-3 oleh Everton setelah sempat tertinggal 1-3, dengan gol telat Erling Haaland dan Jeremy Doku menyelamatkan satu poin penting.
  • Hasil seri membuat kendali perburuan gelar berpindah ke Arsenal, sementara Pep Guardiola menegaskan timnya harus menyapu bersih sisa laga untuk menjaga peluang juara.
  • Guardiola menyoroti hilangnya momentum di babak kedua dan lemahnya antisipasi bola mati sebagai penyebab utama kegagalan City mempertahankan keunggulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Manchester City terpeleset dalam perburuan gelar Premier League musim 2025/26. Mereka ditahan Everton dengan skor 3-3 saat melawat ke Hill Dickinson Stadium, Selasa (5/5/2026) dini hari WIB.

Tambahan satu poin ini tetap patut disyukuri, mengingat The Citizens nyaris pulang tangan kosong setelah sempat tertinggal 1-3 hingga menit 81. Beruntung, mereka mampu menghindari kekalahan berkat gol telat Erling Haaland dan Jeremy Doku.

"Lebih baik dapat satu poin daripada tidak sama sekali. Tapi tentu lebih baik kalau bisa menang," kata manajer ManCity, Pep Guardiola, di laman resmi klub.

1. Nasib tak lagi di tangan sendiri, fokus sisa laga

Dengan hasil ini, Guardiola secara terbuka mengakui kendali perburuan gelar kini berpindah ke tangan Arsenal. Satu-satunya cara bagi ManCity untuk tetap menjaga peluang juara adalah menyapu bersih sisa laga, sambil berharap The Gunners terpeleset yang tinggal tersisa tiga pertandingan.

"Sebelum laga ini, semuanya ada di tangan kami, tapi sekarang tidak lagi," ujar Guardiola.

2. Tekanan berballik ke ManCity

Situasi tersebut juga membuat tekanan berbalik ke Rayan Cherki dan kolega. Mereka kini terpaut lima poin dari pasukan Mikel Arteta, namun tekanannya tetap terasa, meski memiliki satu laga tunda.

Menyoal posisinya saat ini, Guardiola menegaskan kepada anak-anak asuhnya untuk tidak ambil pusing. Mereka hanya perlu memberikan segalanya, dan biarkan nasib yang menentukan.

"Kami harus bersiap menghadapi Brentford. Kami akan terus melaju dan melihat apa yang terjadi," kata Guardiola.

3. Gegara kehilangan momentum di babak kedua

Guardiola sebenarnya puas dengan penampilan ManCity di babak pertama. Namun, dia menyayangkan hilangnya momentum dan intensitas serangan di babak kedua, yang pada akhirnya dihukum Everton.

Kesalahan membuang bola yang dimanfaatkan Everton untuk menyamakan kedudukan menjadi titik balik goyahnya pertahanan ManCity. Khususnya dalam mengantisipasi skema bola mati.

"Banyak hal terjadi. Kami tahu betapa sulitnya melawan mereka, karena sangat agresif. Kami kebobolan gol pertama, lalu dari situasi sepak pojok mereka sangat berbahaya. David Moyes memang selalu kuat dalam set-piece. Pertandingan jadi terbuka untuk transisi dan kami punya peluang," kata Guardiola.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Related Articles

See More