3 Tim yang Nihil Kemenangan pada League Phase Liga Champions 2025/2026

League phase Liga Champions Eropa 2025/2026 rampung dimainkan. Dari 36 tim yang ikut serta, 8 di antaranya berhasil lolos langsung ke fase gugur. Sementara itu, 16 tim masih harus berjuang di play-off. Adapun, 12 tim harus tersingkir dari kompetisi.
Ttim-tim berlomba dalam delapan pertandingan untuk bisa menang. Sayangnya, tidak semua bisa meraihnya. Terdapat tiga tim yang gagal mendulang tiga poin sehingga mengakhiri kompetisi di papan bawah. Seperti apa penampilannya? Berikut tiga tim yang gagal meraih kemenangan pada league phase Liga Champions 2025/2026.
1. Kairat Almaty berada di dasar klasemen setelah tanpa kemenangan pada league phase
Kairat Almaty menjalani debut pertama di Liga Champions 2025/2026. Sayangnya, tim asal Kazakhstan ini harus mengakhiri kompetisi sebagai juru kunci di papan klasemen. Dari 8 kali bertanding, Kairat hanya bisa meraih satu poin berkat hasil imbang tanpa gol kontra Pafos pada partai ketiga. Sementara, tujuh laga lainnya harus berakhir dengan kekalahan.
Pada pertandingan perdana, Kairat sudah harus bertemu Sporting CP. Kairat kalah telak 1-4 dari tim raksasa Portugal tersebut. Namun, ini bukan kekalahan terburuk. Kairat mengalami kekalahan terbesar ketika berjumpa Real Madrid pada partai kedua. Pemilik 15 trofi Liga Champions tersebut menghajar Kairat lima gol tanpa balas di hadapan pendukungnya.
Secara statistik, Kairat hanya mampu menciptakan 7 gol dari 8 laga. Sementara, jumlah kebobolannya adalah 22. Ini merupakan jumlah terbanyak dari 35 tim lainnya. Meski harus gagal dengan buruk, menembus Liga Champions merupakan pencapaian tersendiri. Kairat menjadi tim kedua asal Kazakhstan yang berpartisipasi setelah Astana pada 2016/2017.
2. Villarreal gagal bersaing di Liga Champions meski mampu kompetitif di liga domestik
Villarreal menunjukkan performa yang tidak sesuai harapan di Liga Champions 2025/2026. Tim Kapal Selam Kuning hanya mampu finis di posisi 35 dengan torehan satu poin. Kiprahnya ini terbilang jomplang jika dibandingkan di LaLiga Spanyol yang mampu kompetitif di papan atas.
Satu-satunya poin yang diperoleh Villarreal tercipta ketika menghadapi Juventus pada partai kedua. Villarreal mampu menahan imbang tim asal italia tersebut dengan skor 2-2. Selain itu, tujuh pertandingan lainnya yang dilakoni Villarreal berakhir buruk dengan kekalahan.
Kekalahan terbesar Villarreal diterima saat bentrok kontra Borussia Dortmund. Bertamu ke Jerman, Villarreal dihajar empat gol tanpa balas. Ini disusul kekalahan telak 0-3 dari Bayer Leverkusen. Secara performa, Villarreal hanya membuat 5 gol dan kemasukan 18 gol.
3. Slavia Praha hanya bisa mendapatkan tiga poin dari hasil imbang
Nasib Slavia Praha lebih baik daripada dua tim di atas dari segi perolehan poin. Meski begitu, bukan berarti Slavia Praha bisa menang. .Tim asal Ceko ini hanya mampu mengumpulkan tiga poin. Dari 8 kali bermain, tim besutan Jindrich Trpisovsky mencatatkan hasil imbang 3 kali. Sementara itu, lima pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Slavia Praha mampu menahan imbang Bodo/Glimt, Atalanta, dan Athletic Bilbao. Sayangnya, mereka juga mengalami kekalahan terburuk. Pada partai terakhir kontra Pafos, Slavia Praha kalah dengan skor 1-4. Pada partai sebelumnya, mereka juga kalah 2-4 dari Barcelona. Berkat performa buruk ini, Slavia Praha gagal berbicara banyak di Liga Champions.
Jika melihat statistik, Slavia Praha juga tidak lebih baik dari Kairat Almaty dan Villarreal. Slavia Praha kebobolan 19 kali dengan hanya mampu mencetak 5 gol. Dengan hasil buruk sepanjang league phase, Slavia Praha tersingkir setelah mengakhiri kompetisi di peringkat 34.
Tiga tim di atas gagal menunjukkan performa terbaiknya. Penampilan yang inkonsisten membuat mereka tak bisa lolos ke fase gugur. Bukan hanya terhenti, mereka harus menerima nasib buruk dengan tanpa kemenangan sepanjang league phase Liga Champions 2025/2026.

















