Perayaan Bersama di San Mames, Derby Basque yang Bersahabat

- Fans dari kedua klub menunjukkan persaudaraan
- Atmosfer meriah dan hangat di Stadion San Mames
- Laga Derby Basque berakhir imbang tanpa pemenang
Bilbao, IDN Times - Bilbao terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026). Sempat diselimuti suasana musim dingin, suhu 12 derajat celsius, warga tetap berlalu-lalang dengan jaket hangat dan tebal, tiba-tiba langit tampak begitu biru seolah ikut menyambut persiapan Derby Basque antara Athletic Bilbao versus Real Sociedad yang bergulir pada Minggu malam waktu setempat.
Derby Basque bukan sekadar pertandingan antara Bilbao kontra Sociedad. Ini adalah simbol persaudaraan, identitas, dan kebanggaan budaya Basque, namun tetap menunjukkan intensitas tinggi di lapangan.
1. Siapa bilang fans laga derby gak bisa akur?

IDN Times berkesempatan menonton langsung Derby Basque kali ini. Kurang lebih lima jam sebelum pertandingan dimulai, saya memutuskan untuk mampir ke pusat kota.
Menariknya, sepanjang jalan dan di restoran dan bar pusat kota, para penggemar sudah mulai berkumpul untuk sekadar meminum bir bersama, atau menikmati santap siang hingga sore bersama.
Bukan hanya penggemar Bilbao, suporter Sociedad juga mulai memadati kota. Uniknya, suasana derby pada umumnya tidak terasa.
Tak ada tatapan intens antar kedua suporter, nihil sikap dingin dan permusuhan. Tak jarang, saya melihat penggemar dengan mengenakan jersey atau syal Bilbao dan Sociedad duduk bersama.
2. Bahkan ada keluarga yang beda klub

Bahkan, beberapa merupakan dua sahabat bahkan saudara, atau malahan sepasang kekasih yang mendukung dua klub berbeda. Ada juga satu keluarga, dengan dua jersey berbeda.
Ini jadi wujud nyata, derby Basque bukan soal pertandingan sepak bola semata, tapi juga rasa hormat dan persaudaraan. Tentang representasi dan kebanggaan menjadi warga Basque.
Semakin mendekati pertandingan dimulai, tempat-tempat makin ramai. Jalan menuju Stadion San Mames semakin dipadati penggemar. Udara musim dingin kalah dengan kehangatan dari para penggemar yang sengaja datang untuk menyaksikan klub kesayangan mentas di depan mata.
3. Perayaan bersama di San Mames

Begitu memasuki stadion, suasana begitu meriah. Dalam sekejap, stadion dengan kapasitas 53 ribu penonton itu nyaris penuh terisi. Termasuk, tribune pojok atas yang menjadi tempat para penggemar Sociedad memberikan dukungan.
San Mames menyala dengan baju dan bendera merah serta putih yang dikibarkan para penggemar. Bagian pojok atas tampak jersey dan bendera biru-putih berkibar malu-malu.
Lagi-lagi, kehangatan antar penggemar tampak nyata. Saat berjalan menuju kursi untuk menikmati laga, saya melihat banyak penggemar Sociedad duduk di tengah-tengah penggemar Athletic Club.
Tidak malu-malu atau takut, intimidasi sama sekali tak terasa. Ternyata ini adalah hal normal yang biasa terjadi. Penggemar dari kedua tim, merayakan bersama derby Basque kebanggaannya.
4. Laga panas tanpa pemenang

Namun, kehangatan jelas tak terasa di dalam lapangan. Laga Bilbao kontra Sociedad berlangsung intens, panas, intimidatif, antara masing-masing kesebelasan.
Bilbao terus menekan, namun kesulitan mengonversi sejumlah peluang jadi gol. Sementara itu, Sociedad tak malu-malu menyerang balik dan memberikan perlawanan sengit.
Sorakan dukungan untuk Athletic Club menggema, Chant disuarakan dengan keras. "Athletic de Bilbao!" menggema di San Mames. Selain itu, siulan intimidatif berbunyi nyaring tiap Real Sociedad menekan dan mendekat ke arah gawang.
Goncalo Guedes membawa Real Sociedad unggul lebih dulu atas tuan rumah. Pada menit 37, sepakan kerasnya merobek gawang yang dijaga Unai Simon dan membawa Sociedad unggul 1-0.
Butuh waktu lebih dari 50 menit untuk Bilbao menyamakan kedudukan. Itu pun masih diselipkan adegan kartu merah yang diberikan untuk pemain Real Sociedad, Brais Mendez, pada menit 83.
Berselang lima menit setelah Mendez keluar, Bilbao mencetak gol penyeimbang. Ini tercipta dari aksi Inigo Ruiz de Galarreta pada menit 88. Gol ini menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan.
Derby Basque berakhir tanpa pemenang. Kembali ke tribun penonton, rivalitas sengit justru tak terasa begitu pertandingan usai. Rasa hangat antara kedua penggemar kembali memenuhi stadion sembari para fans keluar dari San Mames.

















