5 Pemain Indonesia Terakhir yang Kalah pada Final Thailand Masters

- Indonesia juara umum Thailand Masters 2026 dengan 4 gelar juara dan 2 runner-up
- Lima pemain Indonesia terakhir yang kalah pada final Thailand Masters adalah Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, Komang Ayu Cahya Dewi, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti
- Meskipun gagal meraih gelar juara, perjuangan mereka menunjukkan kualitas dan daya saing yang baik
Indonesia pulang dengan menyandang predikat juara umum lewat 4 gelar juara dan 2 runner-up dari Thailand Masters 2026. Gelar juara diraih oleh Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri), Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra), Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran), dan Moh. Zaki Ubaidillah (tunggal putra). Sementara itu, runner-up diraih Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (ganda putra) dan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).
Di balik status juara umum tersebut, masih ada wakil Indonesia yang harus mengakhiri turnamen dengan hasil runner-up setelah gagal meraih kemenangan pada partai final. Kekalahan pada laga puncak ini bukan hal baru bagi Indonesia di Thailand Masters. Dalam beberapa edisi terakhir, sejumlah pemain Indonesia juga pernah mengalami nasib serupa. Berikut lima pemain Indonesia terakhir yang kalah pada final Thailand Masters per 2026.
1. Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah pada final Thailand Masters 2025
Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti merupakan ganda campuran baru yang didebutkan PBSI pada awal 2025. Pada saat awal dipasangkan, mereka sempat memberikan hasil yang mengesankan di Thailand Masters 2025 dengan menembus final. Sayangnya, mereka gagal membawa pulang gelar juara. Mereka takluk di hadapan andalan tuan rumah sekaligus unggulan keempat, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Dalam duel 3 game berdurasi 64 menit, mereka kalah dengan skor 21-19, 17-21, dan 13-21.
2. Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin tumbang pada final Thailand Masters 2025
Pada edisi yang sama, ada pemain Indonesia lainnya yang menelan kekalahan pada final Thailand Masters. Pemain tersebut adalah Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin dari sektor ganda putra. Laju mereka hingga partai puncak memang sudah terprediksi karena berstatus unggulan kedua. Namun, pada partai final, secara mengejutkan mereka kalah dari ganda putra nonunggulan asal Korea Selatan. Mereka kalah dari Jin Yong/Seo Seung Jae 2 game langsung dengan skor 18-21 dan 17-21 dalam waktu 40 menit.
3. Komang Ayu Cahya Dewi juga kalah pada final Thailand Masters 2025
Satu lagi pemain Indonesia yang menderita kekalahan pada final Thailand Masters 2025 adalah Komang Ayu Cahya Dewi. Tunggal putri itu kalah di hadapan andalan tuan rumah yang juga merupakan unggulan pertama, yakni Pornpawee Chochuwong. Ia kalah dalam pertarungan panjang 3 game yang berlangsung selama 73 menit dengan skor 21-18, 16-21, dan 13-21. Kekalahannya saat itu memastikan Indonesia gagal menjadi juara umum Thailand Masters 2025.
4. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin keok pada final Thailand Masters 2026
Selanjutnya, pemain Indonesia yang merasakan kekalahan pada final Thailand Masters adalah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Ganda putra itu merasakannya di Thailand Masters 2026. Pada partai final, mereka yang diunggulkan di urutan kedua keok di tangan rekan senegara sekaligus unggulan pertama, yaitu Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Mereka tampil antiklimaks dalam 2 game langsung yang berdurasi 35 menit dengan skor 10-21 dan 17-21.
5. Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti juga tumbang pada final Thailand Masters 2026
Teranyar, pemain Indonesia yang menderita kekalahan pada final Thailand Masters adalah ganda campuran Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. Sama seperti Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, ganda campuran itu juga kalah pada final Thailand Masters 2026. Asa mereka mengangkat trofi juara sirna setelah kandas di hadapan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang merupakan rekan senegara sekaligus unggulan keenam. Mereka kalah dalam pertarungan 3 game yang berjalan selama 62 menit dengan skor 21-18, 19-21, dan 17-21.
Meskipun gagal meraih gelar juara, perjuangan mereka tidak pantas didiskreditkan. Pencapaian menembus partai final tetap menunjukkan kualitas dan daya saing lima pemain di atas meskipun belum berbuah gelar juara.


















